
Louis melangkahkan kaki nya menuju taman belakang mainson yang saat ini para wanita masih asik dengan obrolan mereka. Dan tidak terganggu oleh para pria yang sudah berdiri dibelakang mereka.
"Sayang, kita harus pulang sekarang" ucap Nando lebih dulu melerai obrolan para wanita itu.
"Oh, sudah waktu nya pulang ya? Tidak terasa ternyata" tanya Nindi dan langsung berpamitan pada Vita dan yang lain nya untuk pulang lebih dulu.
"Kalau begitu kami berdua juga akan pulang juga Nyonya" ucap Sandra yang melihat kode dari John untuk ikut pulang juga.
Begitu juga dengan Cindy yang berpamitan pada Vita, dia adalah wanita paling muda diantara mereka berempat. Vita sudah menganggap Cindy seperti adik nya sendiri, dan Cindy juga tidak canggung lagi seperti sebelum nya.
Cindy berpelukan dengan Vita dan mereka berdua berpisah kembali. Louis yang melihat perubahan dari wajah istrinya dia langsung menghampiri nya dan juga menghibur nya.
"Kenapa terlihat murung? Jika kalian ingin bertemu, boleh banget honey, kalian sepertinya sudah sangat dekat sekali. Bahkan lebih dekat dibandingkan dengan Nindi" tanya Louis sambil memeluk pinggang Vita.
"Iya Dad, entah kenapa aku merasa nyaman dan dia juga merasa sebalik nya. Mungkin karena perbedaan usia kami maka nya aku bisa menganggap nya seperti adik ku sendiri" jawab Vita sambil tersenyum dan tangan nya mengusap lengan Louis yang sedang memeluk pinggang nya.
"Jika begitu kamu boleh sering mengunjungi nya honey" ucap Louis lalu membalikkan badan Vita untuk menghadap kearah nya.
"Benarkah, apa itu boleh?" tanya Vita dengan mata berbinar.
"Hmm, lakukan lah sesuka hati kamu honey. Asal kan kamu bahagia honey, aku akan mengijinkan nya. Tapi tidak untuk meninggalkan aku tentu nya" jawab Louis sambil tersenyum dan mengangat dagu Vita dengan jari telunjuk nya.
"Untuk apa aku meninggalkan suami ku yang tampan ini. Dan mau menerima ku, apa ada nya dan juga anak-anak ku tentu nya. Dia menerima itu semua. Kenapa harus meninggalkan nya" ucap Vita sambil menjerit dan menekan tengkuk Louis dan akhirnya kecupan singkat mendarat dibibir nya.
"I really love you my husband" ucap Vita saat kecupan singkat nya sudah terlepas dan vita mengungkapkan nya tepat didepan bibir Louis.
Louis tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung melu*at bibir vita dengan penuh kasih sayang, tidak dengan na*su. Lalu Louis melepaskan nya perlahan dan menyatukan kening nya dan nafas nya memburu.
"I love you more honey" ucap nya dengan menutup mata nya dan meresapi setiap perasaan yang mereka rasakan bersama. Lalu mereka berdua berpelukan saling menyalurkan rasa sayang mereka.
Saat mereka berdua sedang berpelukan bersama ternyata disaksikan oleh Zayn yang tidak sengaja melewati taman belakang karena dia ingin kedalam ruangan rahasia nya.
"Semoga Daddy selalu seperti itu sama Mommy, jangan sampai Daddy menyakiti perasaan Mommy. Jika itu terjadi maka aku lah yang menjadi orang pertama yang akan membuat Daddy" gumam Zayn lalu meninggalkan Mommy dan Daddy nya yang masih berpelukan.
__ADS_1
Sedangkan pasangan suami istri yang masih berpelukan, malah saling tersenyum dan saling pandang bersama.
.
Sedangkan ditempat yang lain tepatnya dirumah Nando dan Nindi mereka berdua juga sedang menikmati waktu nya bersama dengan istri dan anak-anaknya.
Mereka pergi kemall terbesar dikota tersebut dan membawa anak-anak nya kepusat permainan dan banyak wahana yang cocok untuk anak-anak seusia mereka.
"Mami, Papi apa kita boleh main kesana?" tanya Lexa menunjuk perosotan yang dibawah nya dipenuhi dengan berbagai macam bola-bola kecil.
"Tentu boleh dong. Masa tidak boleh" jawab Nindi sambil menuntun kedua anaknya menuju permainan mandi bola.
Mereka berdua sangat senang diajak ke tempat seperti ini. Karena mereka jarang untuk melakukan kegiatan seperti ini setiap saat. Mungkin hanya dihari libur seperti ini mereka melakukan nya.
"Apa kalian menyukai nya?" tanya Nando pada kedua anak nya.
"Kami menyukai nya Pi" jawab Alex dan Lexa dengan kompak dan langsung berlarian didalam arena permainan anak.
Ternyata tidak hanya mereka berdua saja. Dion mengajak anak dan istrinya juga ketempat yang sama dengan Nando. Dion sebenar nya malas jika bertemu dengan Nando yang selalu bertingkah konyol.
Sedangkan Nindi dan Cindy malah asik berbincang-bincang bersama. Mereka saling bertukar fikiran juga bagaimana cara mengurus anak yang benar. Juga bagaimana menyenangkan suami.
Nindi benar-benar memberi tahu nya pada Cindy. Cindy hNua mendengarkan semua yang dikatakan oleh Nindi, dia mungkin akan melakukan nya nanti pada Dion.
Karena selama ini Dion lah yang mendominasi, dia hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Dion. Maka nya dia bertanya pada suhunya yang berpengalaman dalam hal seperti itu.
Nindi dan Cindy memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan juga untuk anak-anak nya juga untuk suami tercinta. Mereka berdua masih asik dengan dunia Ibu-Ibu muda yang baru.
Tapi jangan salah, walau mereka sudah memiliki anak. Mereka tetap terlihat sangat cantik dan juga menawan, jika disandingkan dengan para mahasiswa mereka akan seperti seumuran dengan nya. Karena semua nya adalah the power of money.
Hingga mereka berdua dikagetkan oleh kedatangan Nando yang seperti habis melihat hantu.
"Kamu kenapa sih Pi?" tanya Nindi saat Nando tiba-tiba sudah duduk disamping nya.
__ADS_1
"Aku nggak apa-apa, cuman tadi kaget saja" jawab Nando dengan nafas yang tersengal-sengal akibat berlarian dan juga menahan takut.
"Kamu ini aneh sekali" ucap Nindi lagi.
Sedangkan Cindy hanya jadi pendengar saja. Karena dia tidak mungkin ikut campur urusan rumah tangga mereka berdua. Dan tidak lama kemudian Dion juga ikut bergabung dengan istri nya dan juga Nindi, Nando tentu nya.
"Loh, sayang kemana Chris?" tanya Cindy yang tiba-tiba ingin menangis karena tidak melihat putra nya yang tadi lergi dengan suami nya.
"Hei, tenang lah. Dia sedang bermain disana" jawab Dion lalu menunjuk Chris sedang bersama twins A yang bermain bersama.
Lebih tepatnya bocah gembul itu sedang diajak bermain dan juga sedang belajar berjalan juga. Cindy yang melihat nya langsung tersenyum, dia memang suka merasakan rasa takut yang berlebihan.
Dia juga terkadang sangat posesif terhadap suami dan juga putra semata wayang nya. Dia pasti merasa kan takut jika tidak melihat walau hanya sebentar.
Jika Dion sedang bekerja, maka Dion akan sering mengunjungi Cindy supaya tidak merasakan kekhawatiran yang berlebihan pada nya.
Karena dia pernah lupa seharian dia tidak menghubungi, maka pada saat dia pulang kerumah dia mendapati Cindy yang sedang menangis dan juga sampai menyakiti diri nya sendiri. Maka dari itu, sekarang Dion tidak pernah tidak menelpon nya.
"Tidak usah cemas oke. Dia akan baik-baik saja, lagi pula kan dia adalah seorang pria. Jika seorang pria harus kuat dan tidak cengeng" ucap Dion yang tahu jika istri nya akan menangis.
"Iya, aku tidak akan khawatir berlebihan lagi. Aku akan berusaha" jawab Cindy dengan terbata-bata.
Karena dia merasa tidak tenang. Tapi setelah Dion memeluknya, Cindy mulai tenang dan tidak terlalu khawatir.
"Dion, maaf aku bukan nya ingin mengolok atau apa. Cuman aku bingung dengan Cindy yang seperti itu. Maaf aku tidak bermaksud" tanya Nindi karena dia sangat penasaran.
"Cindy mengalami syndrome kepanikan yang luar biasa. Dia akan tiba-tiba panik jika aku atau Chris tidak terlihat oleh nya. Dan itu sudah lama terjadi, maka nya dia tidak pernah melepaskan pandangan nya pada Chris walau hanya sebentar.
"Ya ampun. Cindy memiliki syndrome seperti itu? Apa kamu sudah membawa nya kedokter untuk berkonsultasi?" tanya Nindi lagi.
"Sudah, dan dia memang sedang menjelajahi nya. Jika tidak menjalani konseling dengan dokter, mungkin aku dan Chris tidak boleh kemana-mana" jawab Dion masih memeluk tubuh Cindy.
Mereka berdua terlibat obrolan yang sangat serius. Nindi sekarang sudah tahu semua nya, dia merasa kasihan pada Cindy. Karena diusia nya yang masih muda sudah mengalami hal seperti itu.
__ADS_1
Nindi berdo'a supaya Cindy bisa pulih. Dan bisa normal seperti orang-orang pada umumnya, dia sangat kasihan dengan itu. Semoga saja memang Cindy akan segera sembuh.
Walau terlihat tenang dan juga lugu nya, dia menyimpan banyak kesakitan dalam hati nya. Jika melihat nya sekilas Cindy akan sama seperti wanita atau Ibu muda pada umumnya, tapi jika melihat nya lebih dekat maka akan terlihat seperti dia sangat posesif terhadap suami dan juga anak buah.