Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Menahan emosi


__ADS_3

"Kamu tidak akan bisa tepat sasaran jika kamu sedang sangat marah. Kemarahan akan membuat fokusmu menurun, jadi usahakan tenang dulu. Coba kembali sekarang, lihat. Jangan menganggap itu adalah orang yang membuatmu marah. Tatap itu menjadi sesuatu yang membuatmu fokus pada satu tujuan. Ingat, satu tujuan. Sekarang, tembak" ucap Louis pada Zayn yang sedang fokus akan sasaran tembakan nya.


Dor


Tepat sasaran. Zayn bisa melakukan nya dengan tepat dan baik, dia tidak sadar menarik sudut bibirnya. Dia tersenyum karena bisa melakukan tembakan dengan benar.


"Bagaimana? Apa sudah tau cara-cara menembak itu seperti apa?" tanya Louis sambil melihat lubang sasaran yang sangat pas mengenai titik tengah nya.


"Thank you Dad" jawab Zayn dengan nafas naik turun.


Zayn mencoba mengatur nafasnya dan berjalan mendekati Louis yang berdiri tidak jauh darinya. Louis hanya menatap kedepan dengan pandangan tajam.


"Apa yang sekarang kamu rasakan boy?" tanya Louis tidak mengalihkan pandangan nya.


"Sudah lebih baik" jawab Zayn datar tanpa ekspresi.


"Apa yang membuatmu marah?" tanya Louis lagi.


"Dia hampir mencelakai Zayd, makanya aku sangat marah" jawab Zayn dengan tatapan tajamnya.


"Apa kamu yakin jika dia benar-benar ingin mencelakai Zayd?" tanya Louis sambil menatap Zayn yang sedang menahan emosinya kembali.


Zayn diam tidak menjawab. Dia sedang berfikir, apa mungkin dia memang sengaja atau hanya iseng dan tidak disengaja. Zayn berfikir keras akan semua itu, dia juga mengingat kejadian awal hingga Zayd berteriak dan dia bertindak kas*r pada seorang gadis kecil.


"Apa sudah mendapatkan jawaban nya? Jika iya, katakan. Bagaimana bisa seorang Zayn yang tidak pernah berbuat kas*r pada wanita ini malah menyakiti seorang gadis kecil berusia 4tahun?" tanya Louis menatap manik mata biru milik Zayn.


"Apa masih belum mendapatkan jawaban? Jika memang belum, Daddy akan memberi tahu mu" ucap Louis sambil mengusap kepala Zayn.


Zayn mengikuti langkah kaki Daddy nya, keluar dari arena tembak milik Daddy nya.


"Boy, bukannya Daddy ingin mendoktrin kamu menjadi seperti yang Daddy inginkan. Tapi Daddy hanya bisa memberi tahu kamu, jika yang kamu lakukan salah. Walau dia berbuat salah sekali pun kamu jangan sampai melukai wanita. Kamu jangan mengikuti jejak Daddy yang salah pada waktu dulu. Daddy mengajari kalian semua bela diri dan sebagainya, itu hanya untuk kalian bisa menjaga diri kalian dan juga saling melindungi" jelas Louis setelah mereka berdua sudah duduk disebuah bangku yang tidak jauh dari arena tembak.


"Aku tau Dad, maaf. Aku memang salah, aku sudah keterlaluan tadi" ucap Zayn, lalu dia bertanya lagi pada Louis.


"Apa dia baik-baik saja Dad?" tanya Zayn merasa sangat bersalah.

__ADS_1


"Kata uncle and auntie Lexa baik-baik saja, cuman dia masih trauma. Dia sedang menjalani konseling dengan dokter supaya bisa mengurangi rasa trauma nya" jawab Louis sambil memeluk pundak putra kebanggaan nya.


"Boleh aku menemuinya Dad?" tanya Zayn, dia ingin memastikan keadaannya langsung.


"Untuk saat ini jangan dulu, kita tidak tau apa reaksinya. Kita tunggu kabar dari uncle and auntie" jawab Louis sangat bijak. Dia ingin Zayn bisa sabar dan mengatur emosinya supaya tidak meledak-ledak.


Emosinya bisa saja menghancurkan dirinya sendiri jika tidak bisa mengontrol nya. Zayn benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan oleh Daddy nya, dia mencoba untuk bisa menerima semuanya dengan lapang dada.


"Sekarang mandilah, dan bersih kan dirimu dulu. Setelah itu temui Daddy diruang kerja Daddy" ucap Louis sambil mengusap kepala Zayn lalu beranjak pergi dari duduknya.


"Thank you so much Dad, Daddy adalah panutan untukku" gumam Zayn yang hanya bisa diam dengan sendiri.


Zayn juga melangkah kakinya menuju kedalam mainson, lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya sebelum menemui Daddy nya kembali.


Ternyata didalam kamarnya sudah ada Zico yang sedang mengunggu nya sejak tadi. Zayn tidak bergeming sama sekali, dia berjalan melewati abangnya yang sedang menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.


Zayn melangkah menuju bathroom, dia segera melakukan ritual mandinya denga cepat. Dia tidak bisa melakukan apapun dengan lambat.


Setelah berpakaian lengkap Zayn menghampiri Zico yang sedang menatap nya.


"Aku tidak melakukan apapun" jawab Zayn dengan nada sinisnya.


"Benarkah. Apa ini? Apa kamu bisa menjelaskan nya" ucap Zico yang memperlihatkan luka dibagian telapak tangan Zayn sendiri.


"Kenapa kau melukai dirimu sendiri? Apa kau tidak merasa kasihan pada Mommy, jika dia melihatnya? Aku tidak tau dengan jalan fikiran kamu Z" ucap Zico sambil menuntun adiknya untuk duduk.


Zico dengan telaten mengobati luka Zayn yang lumayan dalam akibat dia memegang senja*a tanpa sarung tangan. Dan akhirnya melukai tangan nya sendiri.


"Maaf, ini akan sangat perih" ucap Zico sambil mengoleskan salep pada luka ditangan Zayn.


Zayn tidak meringis atau apapun, bahkan wajahnya saja sangat datar dan tanpa ekspresi apapun. Sepertinya Zayn tidak memiliki rasa sakit sedikit pun.


"Kau mau kemana?" tanya Zico yang melihat Zayn akan keluar dari kamar.


"Menemui Daddy" jawabnya sambil melangkah keluar.

__ADS_1


"Anak itu. Apa benar yang dikatakan oleh Mommy, jika semua yang ada dalam diri Zayn adalah Dad Surya? Jika memang benar, apa yang akan dilakukan oleh Dad Surya jika seperti itu?" gumam Zico sambil membereskan kotak P3K yang dia ambil dari lemari milik Zayn.


.


Sedangkan diruang kerja Louis. Zayn sudah duduk dihadapan Louis sambil menatap wajah Daddy nya.


"Apa yang ingin Daddy bicarakan?" tanya Zayn to the point.


"Daddy hanya ingin menyerahkan ini" jawab Louis sambil menyerahkan berkas pada Zayn.


"Bacalah dengan teliti dan jangan ad'a yang terlewat. Kalau ada yang terlewat maka kamu akan melakukan kesalahan yang lainnya" jelas Louis saat Zayn akan membaca berkas yang diberikan oleh Louis.


Zayn membaca semuanya dengan sangat teliti dan berulang-ulang. Dia tidak mau jika nanti membuat kesalahan lagi.


"Dad maksudnya ini apa?" tanya Zayn yang sudah selesai membaca.


"Itu adalah semua kejahatan tentang Daddy dan juga Dad Surya. Menurutmu dibagian mana yang sama, dan bagian mana yang sangat fatal?" tanya Louis sambil menatap wajah Zayn yang sedang berfikir.


"Jadi menurut Daddy, Dad Surya juga mempunyai kekuasaan bawah seperti Daddy?" tanya Zayn yang belum mengerti maksud pertanyaan dari Louis.


"Apa kamu sudah membaca semuanya? Atau hanya yang menurutmu penting?" tanya Louis sambil memicingkan matanya.


"Aku membaca semuanya Dad. Kenapa bisa melakukan kesalahan yang sama dan kejaha*an yang sama?" jawab Zayn balik bertanya pada Daddy nya.


"Kami dulu bermusuhan dan berakhir saling membun*h. Tapi Daddy tidak tau jika dia memiliki harta yang sangat berharga" jawab Louis sambil menatap kedepan dengan pandangan menerawang.


"Maksud Daddy? Daddy yang melukai Dad Surya? Hingga membuat Dad Surya pergi dari kami" tanya Zayn dengan tatapan yang tajam, seperti ingin menguliti yang ada dihadapan nya.


"Jelas saja bukan. Kejadian itu sudah sangat lama bahkan mungkin sebelum mengenal Mommy kalian. Daddy dan Dad Surya sering sekali berbeda pendapat, dan akhirnya saling meluk*i. Kami adalah satu tim, tapi akhirnya saling bertentangan. Karena Daddy selalu menyelesaikan masalah dengan menghabisinya. Berbeda dengan Dad Surya, dia selalu mendulukan logika dan juga perasaan" jawab Louis.


"Tapi point utama dari yang disebutkan oleh Daddy itu apa menurut kamu?" tanya Louis tanpa mengalihkan pandangan nya.


"Jangan gegabah dan harus bisa menahan emosi dan ego. Jangan sampai menimbulkan masalah baru. Juga kita harus menggunakan logika dan perasaan sebelum bertindak" jawab Zayn menatap manik mata Daddy nya.


"Kamu benar, jangan pernah melakukan kesalahan seperti yang pernah Daddy lakukan dulu. Bahkan Daddy membu*uh orang yang tidak bersalah karena selalu mementingkan ego dan juga emosi. Jadi akhirnya Daddy memutuskan untuk segera pergi dan menyendiri dalam waktu yang sangat lama. Bahkan Daddy menyamar sebagai kuli bangunan supaya bisa menjauh dari kehidupan yang dulu Daddy jalani. Akhirnya bisa bertemu dengan Mommy kalian" ucap Louis panjang lebar dan sambil senyum-senyum sendiri jika mengingat kejadian awal bertemu dengan Vita.

__ADS_1


__ADS_2