Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Bertemu masa lalu (Rudi & Sofia)


__ADS_3

Jika Louis sedang memperketat penjagaan seluruh keluarga nya, berbeda dengan Rudi yang sedang sibuk bekerja bahkan kedua orang tua nya yang sering datang berkunjung.


Waktu bergulir begitu cepat hingga tidak terasa sudah hampir satu bulan lamanya dia berada dikota K ini. Dia sudah mengenal apa saja yang ada dikota kecil ini.


"Ini adalah waktu ku untuk menenangkan fikiran ku dulu. Sudah satu bulan aku menjalani pekerjaan ini yang sangat berat. Aku akan kesuatu tempat yang bisa membuat ku lebih tenang" gumam Rudi yang langsung melangkahkan kakinya menuju pintu keluar rumah nya.


Tiba-tiba saat diperjalanan dia bertemu dengan seseorang dimasa lalu nya. Yang sudah lama dia lupakan dan dia tidak ingin bertemu lagi. Tapi takdir berkata lain, karena Rudi bertemu kembali dengan mantan istrinya dulu.


Sudah hampir 6tahun lamanya dia tidak bertemu. Penampilannya memang tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Tapi dia sedang bersama dengan seorang anak yang bisa diperkirkan usianya sekitar 5tahun.


"Hai Rud, apa kabar?" tanya Sofia, ya wanita itu adalah Sofia. Mantan istrinya.


"Baik, kamu sendiri?" jawab Rudi dan balik bertanya.


"Syukur lah" ucapnya dengan menunduk dan dia ingin pergi dari hadapan Rudi.


"Mau kemana? Kita bisa berbicara sebentar" tanya Rudi dan mengajak Sofia menuju cafe tempatnya nongkrong.


"Terimakasih Rud. Maafkan aku yang selama ini tidak bisa menjadi istri yang baik buat kamu. Aku sudah membuat kamu dan keluarga kamu malu akan ulahku. Maafkan aku, aku sekarang sudah mendapatkan balasan nya" ucap Sofia sambil terisak.


Dia benar-benar sangat menyesal telah melepaskan pria baik dan bertanggung jawab seperti Rudi. Sebenarnya dia ingin sekali bisa bersatu kembali, tapi apakah Rudi masih mau menerimanya walau dia sudah sangat kotor dan juga berdosa.


Rasanya Sofia sangat malu walau bertemu saja seperti ini. Dia tidak mau jika Rudi sampai mengetahui bagaimana dia dulu dan sampai memiliki anak.


"Apa kamu sudah menikah kembali? Maaf bukannya aku mau ikut campur urusan pribadi kamu" tanya Rudi merasa tidak enak dia sudah menanyakan hal sensitive pada mantan istrinya.


"Emm, iya. Aku sudah menikah kembali. Makanya aku berada disini, suamiku asli orang sini, dan aku memutuskan untuk menetap disini" jawabnya dengan sedikit gugup.


"Oh, Syukurlah. Selamat ya atas pernikahan kalian, semoga langgeng dan sakinah mawadah warohmah" ucap Rudi sambil mengulurkan tangannya pada Sofia.


Mereka berdua berjabat tangan, lalu mengobrol bersama dan sesekli Rudi mengusap kepala anak perempuan yang berusia 5tahun itu.


Ternyata tidak jauh dari tempat duduk Rudi dan Sofia ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka bertiga. Apa lagi saat dimana mereka bercanda dan juga anaknya yang selalu tersenyum itu membuat dadanya berdenyut nyeri.


Entah apa yang dia rasakan. Padahal dia bukan siapa-siapa bagi pria itu, tapi entah kenapa rasanya sakit bagaikan tersayat sembilu. Wanita yang mungkin diam-diam menaruh hatinya pada duren sawit itu (duda keren sarang duit).

__ADS_1


Siapa lagi jika bukan Rani yang melihat interaksi Rudi dan seorang wanita cantik juga seorang anak perempuan yang tak kalah cantiknya dari sang Ibu.


"Kenapa perasaan gue kayak gini ya? Perasaan gue nggak ada hubungan apa-apa sama itu orang. Tapi kenapa rasanya seperti ngeliat cowo gue selingkuh, sakit.... Banget rasanya" gumamnya sambil menepuk-nepuk dadanya berulang kali.


"Nyesek banget, sampe nggak bisa nafas... Hiks hiks hiks... Ah elah, kenapa gue jadi sableng gini ya?" ucapnya sambil menepuk kepalanya sendiri sambil cengengesan seperti orang nggak waras.


Tidak lama kemudian dia bangkit ingin segera pergi sebelum dia benar-benar menjadi sableng. Lalu tanpa sengaja dia juga menjatuhkan sesuatu yang sangat penting tepat disamping kaki Rudi saat dia melewati meja Rudi dan wanita cantik itu.


Rudi yang menyadari ada sesuatu yang dia injak lalu mengambil nya dan ternyata itu adalah flashdisk, saat dia mengambil nya dan ingin memanggil wanita yang tadi melewatinya ternyata sudah menghilang.


"Ada apa Rud?" tanya Sofia yang melihat wajah heran Rudi.


"Tidak apa-apa, aku harus pergi. Tidak apa-apa kan, ini semua biar aku yang membayarnya" jawab Rudi lalu dia beranjak dan segera berlari.


Sofia merasa sangat heran dengan tingkah Rudi yang seperti ini. Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu, tapi entah apa.


"Kenapa aku kesal ya. Bukankah aku sudah ikhlas melepasnya, kenapa aku masih merasa kesal diperlakukan seperti ini oleh nya" gumam Sofia pada dirinya sendiri.


Lalu dia juga ikut beranjak dari duduknya membawa anaknya juga.


Lalu dia duduk disebuah bangku taman yang tidak jauh dari cafe tersebut. Lalu dia melihat-lihat benda yang dia temukan, ternyata ada sebuah inisial huruf dibenda itu. Inisial nya adalah R.


Rudi terus memikirkan itu semua tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang merebut benda itu dari tangannya.


"Hey!" ucap Rudi ingin memarahi orang yang sudah lancang mengambil yang bukan miliknya.


"Ini punya saya Om, tadi saya menjatuhkan nya dicafe" jawab Rina sambil menunjukan benda yang sedang dia pegang.


"Apa buktinya jika itu adalah milikmu anak kecil" tanya Rudi pada Rina.


Rina memang terlihat imut dan juga cantik. Dari kedua sahabatnya dialah yang paling kecil, makanya dia sering dipanggil anak kecil.


"Enak saja anak kecil. Biar kecil begini sudah bisa membuat anak kecil juga tahu" ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


Rudi sangat gemas melihat tingkah nya yang memang sangat imut itu. Bahkan fikiran nya sudah traveling kemana-mana, bahkan dia membayangkan bisa mellumaat bibir tipis itu dan juga menggigit nya.

__ADS_1


'Ish, ada apa sama otak aku ini. Kenapa berfikiran mesum pada bocah ini' ucap Rudi sambil memukul pelan kepalanya.


"Kenapa Om? Wah, Om berfikiran jahat ya?" ucap Rina saat melihat Rudi memukul-mukul kepalanya sendiri.


"Enak saja, ya enggak lah" sanggah Rudi akan ucapan Rina.


"Jangan berbondong Om, kenapa tadi Om geleng-geleng kepala dan juga memukul-mukul nya jika bukan berfikiran macam-macam" ucap Rina sambil memicingkan matanya menyelidik.


"Enak saja. Kamu mungkin yang berfikiran macam-macam" jawab Rudi sambil menoyor kepala Rina lumayan keras hingga dia terhuyung.


"Ish, Om tega banget sih main toyor-toyor saja kepala aku. Sakit tahu Om" gerutu Rina sambil mencebikkan bibirnya.


"Dengarkan aku, aku bukanlah Om kamu. Dan aku tidak setua itu. Memang nya usia mu berapa hingga memanggil ku dengan sebutan Om?" tanya Rudi semakin kesal dibuatnya.


"Usiaku baru juga 25tahun Om. Dan Om, memang sudah tua kan?" jawab Rina sambil menunjuk wajah Rudi yang salah tingkah.


"Usiamu tidak jauh berbeda dengan ku, kenapa kamu memanggil ku Om?" tanya Rudi lagi dan dengan toyoran juga.


"Haduh, Om. Kalo tua, ya ngaku tua saja. Jangan sok-sokan masih muda" jawab Rina semakin membuat Rudi kesal dan juga marah.


Lalu Rudi dengan influsif nya langsung membungkam bibir Rina dengan bibirnya, supaya dia bisa diam dan tidak banyak bicara lagi.


Jelas saja Rina langsung melotot sempurna dibuatnya. Rina reflek langsung mendorong dan menendang Rudi hingga Rudi mengaduh kesakitan akibat tendangan yang diberikan oleh Rina pada tulang kering nya.


"Emag enak. Makanya jadi orang jangan main sosor-sosor saja, sudah kayak soang main nyosor" ucap Rina sambil menggerutu dan meninggalkan Rudi yang masih kesakitan akibat ulah nya.


"Dasar gadis bar-bar! Tenaganya lumayan juga kamu anak kecil. Tapi.... Bibirnya sangat manis. Ish, ad'a apa dengan diriku ini... Kenapa malah memikirkan dia terus" gumamnya sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


"Dasar pria tua gila. Enak saja main nyosor-nyosor, dikira gue ini cewek gampangan apa! Awas saja jika ketemu lagi, gue bejek-bejek jadi tahu gejrot!" gerutu Rina sambil berjalan menjauhi taman.


Dia melangkahkan kakinya menuju kosan nya. Hari ini dia akan menyerahkan skripsinya, karena sebentar lagi dia akan segera wisuda dan bisa melanjutkan karirnya.


Apa lagi kedua sahabatnya sudah menikah dan bahagia. Apa lagi Soraya yang sedang hamil kembali anak kedua mereka. Padahal usia anak pertama nya baru beberapa bulan, tapi sudah tek dung lagi.


Sedangkan Lulu dia sedang menikmati hari-hari mengidam nya yang tidak jauh dari Soraya dulu.

__ADS_1


"Sekarang hanya tinggal gue yang belum sold out. Gue udah kayak sadgirl saja" gumamnya sambil terus berjalan menuju kosan nya.


__ADS_2