
"Ada apa dengan kalian berdua? Kenapa yang satu berwajah kesal, dan satu lagi bahagia. Ada apa?" tanya Vita pada kedua anaknya.
"Tidak ada apa-apa Mom" jawab Zayd masih dengan senyuman dibibir nya.
"Kalian ini aneh sekali" ucap Vita sambil menggelengkan kepala nya.
"Sudahlah honey, mari kita makan semua nya" ucap Louis mengajak anak-anaknya supaya segera makan.
"Yes Dad" jawab semuanya dengan sangat kompak.
Mereka semua menikmati makan malam nya dengan sangat lahap, walau bukan masakan sang Mommy. Mereka semua selalu menghargai jerih payah seseorang.
Setelah makan malam bersama mereka selesai, mereka semua berkumpul diruang keluarga. Mereka akan menghabiskan waktu untuk bercengkrama bersama, hingga Zio melayangkan protesnya pada Zayd.
"Zayd, kenapa kamu pelit sekali" ucap Zio pada Zayd yang tidak mau memberitahunya tentang kejadian tadi.
"Zio sudahlah, untuk apa membahas yang tidak penting" ucap Zoya yang menyela ucapan Zayd.
"Tapi kak, lihat wajah nya yang sangat menyebalkan itu" protes Zio yang bilang jika masalah nya tidak penting.
"Zayd, apa yang kamu lakukan?!" ucap Zoya yang baru saja melihat Zayd meledek Zio.
Pantas saja Zio merasa sangat kesal pada Zayd. Dia semakin meledek Zio, entah apa yang sedang disembunyikan oleh Zayd yang ingin Zio tahu.
Sedangkan Vita dan Louis merasa bingung dengan ketiga anaknya yang sedang berselisih tegang. Dia saling tatap dengan Louis, dan Louis malah mengedikkan bahunya saja.
"Stop, stop! Kenapa dengan kalian? Ada apa dengan kalian bertiga?" ucap Vita yang sudah pusing juga marah pada ketiganya.
"Jawab, apa yang terjadi?" tanya Vita dengan nada tegasnya.
"Sorry Mom" ucap mereka bertiga kompak dan menunduk kan wajah mereka.
"Jawab. Bukan maaf" ucap Vita lagi masih ingin mengetahui apa yang terjadi.
"Emm, Zoya tidak tahu apa yang mereka berdua perdebatkan. Zoya hanya membuat mereka tidak seperti itu" jelas Zoya yang memang tidak mengetahui masalah apa-apa tentang keduanya.
"Oh, oke. Kalian berdua?" tanya Vita menunjuk Zio dan Zayd yang masih menunduk.
"Abang Zio ingin tahu apa yang aku sembunyikan tadi sebelum makan malam. Karena kata kakak Zoya itu tidak penting untuk dibahas" jawab Zayd masih menunduk kan kepala nya.
__ADS_1
"Apa maksud nya? Apa yang kamu sembunyikan, kenapa abang Zio tidak boleh tahu?" tanya Vita beruntun pada Zayd.
"Emm, janji dulu Daddy and Mommy no angry" ucap Zayd takut-takut untuk mengatakan nya.
"Kenapa? Kenapa Mommy dan Daddy harus marah, jika tidak salah" tanya Vita masih bingung akan jawaban Zayd.
"Emm, kami tadi kan yang membangunkan Mommy dan Daddy yang tertidur. Dan Daddy yang membuka pintu hanya dengan menggunakan boxer saja, hingga kakak merasa malu dan aku yang tertawa. Ternyata abang Zio malah penasaran kenapa aku tertawa. Akhirnya aku kerjai saja abang Zio" jawab Zayd masih menunduk karena takut Mommy dan Daddy nya marah padanya.
Sedangkan Vita hanya menatapnya dengan tatapan tidak percaya karena mereka masih membahas masalah tadi saat mereka berdua baru bangun tidur dan disaat itu Louis ceroboh tidak menggunakan bathrobe atau yang lainnya.
Vita hanya menghembuskan nafasnya sedikit kasar. Karena masalah seperti ini rupanya.
"Oh, jadi yang kamu sembunyikan tadi dari abang?" tanya Zio yang sejak tadi penasaran sudah tidak lagi.
"Memang nya apa menurut abang?" bukan nya menjawab, Zayd malah balik bertanya pada Zio.
"Bukan apa-apa, cuman penasaran aja sama apa yang tidak abang ketahui" jawab Zio dengan santainya.
Lalu dia pergi begitu saja dari ruang keluarga menuju kedalam kamarnya. Dia merasa sudah mengantuk dan besok juga harus sekolah kembali bukan.
Sedangkan Vita menepuk keningnya sendiri. Lalu menyuruh Zayd dan Zoya untuk melupakan kejadian memalukan itu. Itu tidak sepatut nya untuk dibahas dihadapan anak-anak. Apa lagi ini memang seharusnya dilupakan.
Sedangkan ditempat yang berbeda Nindi dan Nando sedang merasakan betapa indahnya surga dunia. Mereka berdua sedang meneguk kenikmatan masing-masing, sehingga lupa akan segala nya.
Sedangkan anak-anak nya sedang bersama para pengasuh nya masing-masing. Ya, twins A memang masih menggunakan pengasuh, karena mereka masih sangat membutuhkan seseorang pengasuh.
"Sayang, aku sudah tidak tahah lagi" ucap Nindi disela desa*an nya digempur oleh Nando.
"Bersama sayang" ucap Nando yang akhirnya juga mengera*g pandang sambil memuntahkan kentel manis kedalam rahim sang istri.
Mereka mengera*g mersama dan hingga Nando ambruk diatas Nindi.
"Sayang, menyingkir lah" ucap Nindi saat Nando belum juga beranjak dari atas nya.
Nando hanya tersenyum dan menggulingkan tubuh nya kesamping lalu langsung memeluk Nindi.
"Terimakasih sayang. Kau memang tidak pernah berubah, rasanya masih sama seperti waktu pertama aku melakukan nya" ucap Nando menelusupkan wajah nya kedalam ceruk leher Nindi.
Nindi hanya mengangguk dan tersenyum, lalu memeluk Nando juga. Dan mereka terlelap bersama karena mereka berdua sudah kelelahan karena habis olahraga ranjang, entah untuk keberapa kalinya.
__ADS_1
Sedangkan anak-anak nya bermain masing-masing, karena jika bersama bukan bermain. Yang ada Alex dan Lexa akan berantem satu sama lain. Maka nya Nindi masih menggunakan jasa seorang pengasuh.
Karena jika mereka dibiarkan berdua untuk bermain, maka bukan bermain yang mereka berdua lakukan. Tapi malah saling meledek dan juga saling berebut mainan.
Walau mereka berdua adalah laki-laki dan perempuan, tapi mereka suka memperebutkan sesuatu yang sama dengan yang dilakukan atau yang dimiliki salah satu dari mereka berdua.
Seperti saat ini, kedua pengasuhnya sampai pusing dibuatnya. Bagaimana tidak pusing jika anak asuh mereka sangat membuat nya sakit kepala, dan juga bisa bisa berkata-kata lagi.
Karena yang mereka sekarang lakukan sedang ditaman belakang dan saling memegang mainan nya masing-masing. Tapi tiba-tiba Lexa ingin mengambil bola yang sedang Alex mainkan.
"Lexa, kembalikan bola ku! Kamu kansudah mempunyai nya juga, kenapa mengambil punya ku?" tanya Alex yang sudah ingin menangis karena bola Kesayangan nya diambil oleh Lexa.
"Aku ingin yang ini. Kamu boleh mengambil punya ku" jawab Lexa dengan santainya, lalu memainkan bola milik Alex.
"Lexa menyebalkan! Aku tidak mau bola punya mu" ucap Alex yang memang tidak mau memainkan bola lain selain miliknya sendiri.
"Kamu ini pelit sekali" ucap Lexa yang malah membuat bola yang dia pegang kempes, karena dia tusuk dengan paku dengan keras.
"Ini aku kembalilan" setelah bola milik Alex kempes dengan mudah nya Lexa memberikan nya pada Alex kembali.
Ya jelas saja Alex menangis, karena itu adalah bola kesayangan nya pemberian dari Zoya waktu dia bermain untuk pertama kalinya kedalam mainson Edison.
"Kamu jahat Lexa, kenapa mengempes kan nya? Ini adalah pemberian kak Zoya. Bagaimana aku mengatakan jika bola yang dia berikan jadi seperti ini. Hiks...hiks" ucap Alex disela-sela tangisan nya.
"Kamu ini memang sangat cengeng" bukan nya meminta maaf pada Alex, Lexa malah meledek Alex yang sedang menangis dan juga memeluk bola kesayangan nya.
"Sudah den Alex tidak boleh menangis. Sini mbak betulkan, mungkin tidak akan seperti semula. Tapi setidaknya tidak kempes lagi" ucap pengasuhnya Alex dan membetulkan bola yang sudah kempes itu.
"Thanks mbak" ucap Alex dengan mata berbinar dan bahagia, karena bola nya bisa dibetulkan.
Pengasuh Alex berusaha membetulkan bola yang memang lumayan sudah untuk dibetulkan. Tapi dia sudah berjanji akan membetulkan nya, dia juga tidak mau membuat Alex kecewa.
"Nah, ini sudah bisa kan? Yah walau tidak seperti semula. Tapi ini lebih baik" ucap mbak pengasuhnya menyerahkan bola nya pada Alex.
"Iya, tidak apa-apa. Ini jauh lebih baik ketimbang yang tadi" jawab Alex yang sudah bisa tersenyum kembali. Tidak seperti sebelum nya yang murung.
"Terimakasih mbak" ucap Alex tersenyum dan memeluk mbak nya dengan sangat tulus.
"Sama-sama, sudah. Jangan nangis lagi ya?" jawab mbak pengasuhnya sambil tersenyum dan mengusap kepala anak asuhnya denga. penuh kasih sayang.
__ADS_1
Walau pengasuhnya masih muda-muda, mereka begitu menyayangi twins A. Karena mereka berdua memang sangat tlaten mengurus kedua bocah itu. Apa lagi majikan nya juga baik-baik dan mempercayai mereka berdua. Dan maka dari itu mereka berdua betah bekerja dengan Nando dan Nindi hingga saat ini.