
Nindi dan Nando menghampiri Louis dan Vita yang sedang duduk bertiga ditepi danau buatan.
"Permisi Tuan, Nyonya" ucap Nando mendekati mereka.
Louis dan Vita menoleh, melihat jika Nando yang menyapa mereka berdua.
"Maafkan kejahilan anak saya Tuan, saya benar-benar tidak tau jika Lexa melakukan itu pada Tuan Muda Zayd. Saya mewakili anak saya meminta maaf" ucap Nando sambil membungkukan badannya.
"Tidak usah seperti itu Do, saya juga minta maaf. Atas apa yang dilakukan oleh Zayn pada Lexa" ucap Vita sambil berdiri dari duduknya.
Sedangkan Zayn sama sekali tidak terusik, dia masih memandangi danau dengan tatapan datarnya. Dia juga tidak mengucapkan apapun.
"Apa Lexa baik-baik saja? Kita harus membawanya kedokter supaya ditangani dengan baik" tanya Vita dengan perasaan bersalah.
"Lexa tidak apa-apa cuman ketakutan saja. Nanti akan saya bawa kedokter. Sekali lagi saya minta maaf Tuan dan Nyonya" ucap Nando, Nindi hanya mengangguk setuju dengan ucapan Nando.
Setelah mengucapkan itu Nando dan juga Nindi pergi dari taman untuk membawa Lexa kedokter.
Sedangkan Louis, Vita dan Zayn bergabung dengan five Z yang lain.
"Abang, abang sudah baik-baik saja?" tanya Zia yang melihat Zayn sudah lebih relax dibanding sebelumnya.
Zayn hanya mengangguk dan berjalan melewati semua saudaranya, mereka yang sudah mengetahui sifat dan sikapnya memaklumi nya.
Mereka semua memutuskan untuk segera pulang. Karena acara piknik yang seharusnya seru malah menjadi gagal karena adanya incident.
.
Setelah sampai mainson mereka menuju kamarnya masing-masing. Begitu pula dengan Louis dan Vita, mereka berdua masuk kedalam kamar nya juga.
"Dad, apa tidak akan terjadi apa-apa terhadap Zayn? Aku takut Zayn memiliki kelainan, apa harus kita bawa kepskiater?" tanya Vita dengan perasaan yang tidak karuan.
Bagaimana jadinya jika dia melakukan hal yang diluar dugaan. Vita benar-benar bingung saat ini, apa mungkin dia mewarisi semua watak dan juga sifat mendiang suaminya.
__ADS_1
"Kamu tenang saja honey, aku akan mencoba untuk berbicara dengan nya. Aku yakin Zayn hanya mencoba melindungi adiknya, dia juga tidak bermaksud untuk melukai seseorang. Kita hanya harus memberinya pengertian dan juga membuatnya bisa bersabar dan menahan emosinya" jelas Louis panjang lebar.
Dia berbicara seperti itu karena dia pernah berada dalam posisi seperti itu, posisi dimana dia ingin mendapatkan pengatahan dan juga pengertian. Tapi yang ada hanya disalahkan dan diasingkan. Maka terbentuk lah Louis yang dingin dan sangat kejam.
Bahkan julukan nya dulu adalah psychopath kejam tak punya hati. Louis tidak mau jika Zayn mengikuti jejaknya yang kelam itu, dia ingin Zayn tidak sepertinya. Walau Zayn introvert tapi dia harus memiliki hati yang baik dan ramah empati pada sesama.
"Tapi Dad, aku merasa takut" ucap Vita sambil memeluk tubuh suaminya dengan erat.
"Kamu percaya kan padaku honey? Dengarkan aku, aku dulu juga pernah berada dalam posisi seperti Zayn saat ini. Dia hanya butuh dukungan, kasih sayang, cinta dan perhatian dari kita. Bukan malah membuatnya semakin tidak nyaman akan semua ini. So kamu percaya kan?" tanya Louis tetap menenangkan istrinya dengan pelukannya yang hangat.
"Iya Dad, aku percaya padamu. Aku akan selalu mendukung dan memberinya pengarahan dan pengertian. Aku akan melakukan saran dari kamu Dad" jawab Vita dengan kesungguhan dihatinya.
Dia berfikir Louis tidak mungkin mau menjerumuskan Zayn pada hal yang salah. Vita percaya sepenuhnya pada Louis, jadi Vita akan mendengarkan semua yang diucapkan oleh Louis.
"Apa kita akan menemuinya sekarang Dad?" tanya Vita pada Louis sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.
"Nanti saja, aku yakin jika saat ini Zayn sedang melampiaskan amarahnya pada sesuatu yang dia sukai. So jangan mengganggunya dulu, berikan dia ruang untuk sendiri dan memikirkan apa kesalahan dan juga bagaimana menyelesaikan nya" jawab Louis sambil menampilkan senyuman dibibirnya.
"Honey, bisakah tidak menampilkan ekspresi yang sangat menggemaskan ini?" tanya Louis yang menatapnya dengan mupeng.
"Apa, memangnya aku menampilkan wajah seperti apa Daddy? Bukankah wajahku biasa saja sejak tadi" jawab Vita masih belum mengerti dengan kode yang diberikan oleh Louis.
"Honey, apa kamu tidak tau jika kami menampilkan wajah seperti itu sudah membangunkan sesuatu yang sejak tadi tidur lelap" ucap Louis sambil menunduk dan melihat kebawah.
Vita mengikuti arah mata Louis, begitu sangat terkejutnya Vita melihat arah yang dilihatnya. Walau sudah sering kali melihatnya, tapi tetap saja masih merasa malu jika terlalu memperlihatkan nya.
"Dasar mesum" ucap Vita langsung memalingkan wajahnya kearah lain.
"Honey, bukankah kamu sudah sering melihatnya dan juga merasakan nya. Kenapa masih malu juga, hmm?" tanya Louis sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda istrinya.
Vita hanya bisa pasrah dengan semua yang akan dilakukan oleh Louis padanya. Dan benar saja, Louis melakukan apa yang ada difikirannya saat ini.
Louis melakukannya berkali-kali dengan berbagai macam gaya sudah dilakukan. Dari mulai berdiri hingga berjongkok sudah dilakukan semuanya. Bahkan membuat Vita tidak berdaya dibawah kendalinya.
__ADS_1
Sudah hampir satu jam lebih tapi suaminya ini belum ada tanda-tanda jika akan menyelesaikan permainan nya. Bahkan bagian sensitifnya sudah sangat ngilu dan juga perih. Beginilah suaminya yang memang long time dan tahan lama.
Setelah satu setengah jam lewat sedikit akhirnya Louis sudah nyelesaikan kegiatan olahraga nya pada siang menjelang sore ini. Dengan Vita sudah tidak bisa bergerak sama sekali.
"Dad, Kau ini seperti bison" ucap Vita dengan lemas.
Jangankan bergerak, menggerak kan tangannya saja sangat lemas. Louis hanya tersenyum tipis, dia berjalan menuju bathroom untuk menyiapkan air hangat untuk istrinya berendam.
"Thank you honey, kamu memang selalu nikmat" ucapnya sambil berbisik ditelinga Vita.
Vita hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Louis yang selalu seperti ini setiap kali bermain permainan ranjang.
"Aku bantu untuk membersihkan tubuhmu honey" ucap Louis sambil mengangkat tubuh polos Vita menuju bathroom.
Louis meletakkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati. Didalam bathtub juga sudah ada ramuan dan juga sabun yang sudah memenuhi bathtub dengan aroma yang sangat menenangkan.
Louis juga ikut masuk kedalam bathtub yang sama dengan Vita, mereka hanya mandi saja tidak melakukan apapun selain berendam dan mandi.
Setelah berendam setengah jam mereka membalasnya dibawah kucuran shower dengan air hangat. Seperti biasa tangan Louis tidak bisa dikondisikan, sudah menjalar kemana-mana.
Bahkan brlalai gajah nya sudah berdiri tegak lagi. Vita yang memang sudah sangat lemas dan juga mengantuk hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Louis pada tubuhnya.
Akhirnya mereka melakukannya juga didalam bathroom, Vita hanya menggerutu tidak jelas karena ulah suaminya yang selalu saja mupeng jika berdekatan dengan nya.
Setelah mandi plus-plus nya selesai, Louis mengangkat Vita untuk segera memakai pakaian nya. Jika tidak sudah dipastikan dia akan khilaf untuk yang ketiga kalinya.
Vita sudah tidak heran lagi jika disetiap jengkel kulitnya pasti ada tanda cinta dari Louis untuknya. Bahkan dipermukaan kulitnya yang putih semuanya penuh dengan tanda merah disekujur tubuhnya.
Vita hanya mende*ah frustasi, sudah bagian bawahnya ngilu dan perih sekarang tubuhnya terasa remuk akan ulahnya Louis.
Louis memberikan salep pada area sensitive Vita supaya cepat meredakan rasa perih dan sakitnya. Sebenarnya dia sudah menginginkan nya lagi, tapi melihat istrinya sudah terlelap akibat terlalu lelah oleh nya. Louis tidak tega, akhirnya dia beranjak pergi.
Louis menemui Zayn yang sedang melampiaskan kemarahan nya pada sasaran tembaknya. Bahkan dalam keadaan marah tembakan nya selalu meleset.
__ADS_1