
Rudi masih asik berada didalam cafe, ternyata selama ini dia baru menikmati waktu santai nya seperti saat ini.
Biasanya Rudi selalu menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bekerja. Jadi mana sempat untuk hanya untuk nongkrong dicafe.
.
Nindi dan keluarganya sedang menghabiskan waktu weekend nya untuk pergi piknik ditaman terdekat saja. Mereka sengaja meluangkan waktunya untuk bisa bermain dengan anak-anak nya.
"Mi, apa kita akan piknik ditempat yang seru? Apa akan ada abang Z?" tanya Lexa penasaran.
"Kita hanya berempat sayang, abang Z tidak ikut" jawab Nindi pada putrinya.
"Yah, kenapa tidak ikut?" ucap Lexa dengan lesu.
"Mungkin abang Z malas bertemu dengan mu" jawab Alex semakin menggoda adik kembarnya.
"Masa sih? Yang ada mungkin malas denganmu yang cengeng, wee" jawab Lexa lagi malah mengolok kembaran nya.
Mereka berdua melanjutkan perdebatan mereka hingga sampai ditaman. Nindi dan Nando dibuat pusing oleh keduanya yang selalu ribut setiap saat. Mungkin akurnya hanya waktu sekolah saja, selebihnya ya dihabiskan dengan berantem dan juga saling mengolok satu sama lain.
"Apa kalian berdua tidak bisa akur barang satu menit saja? Mami pusing melihat kalian tidak pernah ada akurnya" tanya Nindi pada keduanya.
"Dia yang lebih dulu Mi" jawab Lexa menunjuk Alex.
"Enak saja, kamu yang duluan" sanggah Alex tidak mau kalah.
"Mulai lagi. Baru saja dibilangin, sudah seperti ini" gumam Nindi sambil menepuk jidatnya sendiri.
"Sabar sayang, kita tau. Padahal mereka saling menyayangi, tapi cara penyampaian nya berbeda" ujar Nando mengusap lengan istrinya yang duduk disamping nya.
"Iya Pi, aku selalu sabar menghadapi mereka berdua. Maaf jika sampai sekarang aku belum mau hamil kembali, karena aku tidak mau jika mereka berdua merasa kekurangan kasih sayang" jawab Nindi balas menggenggam tangan Nando yang memegang tangan nya.
"Tidak apa sayang. Aku rasa dua sudah cukup, jadi jangan merasa bersalah" ucap Nando.
"Eh, kok sudah sepi?" tanya Nindi sambil menoleh kebelakang. Dan ternyata kedua anaknya sudah terlelap mungkin karena kelelahan berdebat keduanya.
"Ah, rupanya malah tertidur. Pantas saja sepi didalam mobil tidak ada suara mereka berdua" jawabnya sendiri melihat kedua anaknya malah sudah tertidur.
"Iya sayang. Biarkan saja, supaya mereka nanti bisa fresh setelah sampai taman. Karena sudah tidur dalam perjalanan" ucap Nando pada Nindi yang masih memandangi kedua anaknya.
__ADS_1
"Iya Pi, jika mereka berdua tenang seperti itu rasanya sepi sekali. Tapi jika sudah bangun maka, bersiap-siap lah untuk selalu naik darah dibuatnya" jawab Nindi yangengiya kan ucapan suaminya.
"Apa kita akan langsung menuju taman atau singgah dulu kesuatu tempat sayang?" tanya Nando, karena dia tidak mungkin melakukan apapun tanpa persetujuan dari Nindi, istrinya.
"Kita singgah ke mainson Edison dulu saja Pi, sudah lama rasanya tidak bertemu dengan Nyonya Edison" jawab Nindi memberi saran.
"Oke sayang, kita akan kesana sekarang. Ini juga sebentar lagi sampai" ucap Nando sambil membelok kan mobilnya menuju mainson Edison.
Saat melewati gerbang tinggi dan juga beberapa bodyguard yang berjaga disana. Nando melewatinya dengan santai dan biasa saja. Karena semua yang berjaga sudah sangat mengenal Nando. Mantan asisten pribadi Tuan mereka.
"Apa Tuan dan Nyonya ada di mainson?" tanya Nando setelah dipersilahkan masuk oleh kepala pelayan.
"Tuan dan Nyonya ada, mungkin sebentar lagi akan segera pergi" jawab kepala pelayan tersebut.
"Pergi. Pergi kemana?" tanya Nindi penasaran.
Belum sempat kepala pelayan menjawabnya Louis dan juga Vita sudah datang menemui mereka berdua.
"Loh, tumben Nin datang kesini? Apa ada masalah?" tanya Vita pada Nindi yang sedang memandangi Vita yang sudah rapih dan juga sangat cantik.
"Enggak, kami hanya ingin mampir saja. Kami akan ketaman mengajak anak-anak piknik" jawab Nindi sambil nyengir cengengesan.
"Oh, sama berarti. Kami juga akan ketaman mengajak anak-anak untuk bermain disana. Mereka pasti bosan karena selalu berada didalam mainson terus" jelas Vita sambil tersenyum pada Nindi.
"Loh, kenapa twins A tidak terlihat? Bukankah kamu bilang mengajak mereka berdua. Kenapa tidak ada disini?" tanya Vita yang baru menyadari jika twins A tidak ada.
"mereka berdua berada didalam mobil, mereka berdua ketiduran diperjalanan tadi. Makanya mereka tidak ikut turun" jawab Nindi menjelaskan.
"Oh pantas saja" ucap Vita.
"Dad, apa anak-anak belum siap, mengapa mereka lama sekali?" tanya Vita pada Louis yang berdiri disamping nya.
"Sebentar lagi juga turun mereka, mungkin mereka sedang membujuk Zico dan Zayn. Seperti biasa jika mereka berdua pasti akan membuat drama sebelum berangkat piknik" jawab Louis yang sudah tau akan sifat anak-anak nya.
"Iya juga" ucap Vita pada dirinya sendiri.
"Itu mereka turun" ucap Nindi setelah melihat six Z dengan pormasi lengkap.
Bagaimana tidak lengkap. Mereka semua sudah bersiap untuk pergi ke tempat piknik mereka yang sudah direncanakan.
__ADS_1
"Akhirnya kalian selesai juga. Kita akan pergi ramai-ramai, karena auntie Nindi dan uncle Nando juga akan berpiknik bersama dengan twins A" jelas Vita pada anak-anak nya.
"Jadi mereka akan ikut Mom?" tanya Zayd antusias.
"Iya, kenapa memangnya?" tanya Vita pada Zayd.
"Adek akan bermain dengan Alex dan Lexa" jawab Zayd sangat senang jika sedang bermain dengan keduanya.
"Benarkah? Jika begitu let's go" ucap Louis menimpali ucapan anaknya dan istrinya.
Jika yang lainnya sangat antusias, berbeda dengan Zico dan Zayn yang sangat malas akan melakukan piknik keluarga ini. Bagi Zico dan Zayn sangat membosankan dan juga merasa tidak nyaman berada ditempat umum.
Jangankan Zico yang merasa tidak nyaman. Zayn lebih tidak suka akan hal seperti ini, dia lebih suka mengerjakan penemuannya tentang hackers. Apa lagi jika harus bertemu dengan Lexa, gadis kecil yang selalu mendekatinya dan tidak merasa takut padanya.
Louis menyadari jika kedua putranya yang selalu biasa mengurung diri merasa tidak nyaman akan hal ini, langsung berbicara pada Vita akan hal penting ini. Supaya tidak memaksa keduanya untuk ikut bersama mereka.
"Honey, bisakah kita bicara? Sebentar" ucap Louis sambil menggandeng tangan Vita.
"Ada apa Dad, sepertinya sangat serius?" tanya Vita setelah menjauh dari anak-anak dan juga Nindi dan Nando.
"Honey, apa kamu tidak merasa jika Zico dan Zayn merasa tidak nyaman berada ditempat umum? Apa kita akan tetap mengajaknya bersama dengan mereka semua?" tanya Louis sambil menatap manik mata istrinya.
"Aku hanya ingin kita bersama-sama Dad, tapi aku juga kasihan jika harus memaksa mereka berdua. Sebenarnya aku sangat ingin sekali, apa lebih baik mereka berdua tidak ikut?" ucap Vita sambil memberi pertanyaan juga pada Louis.
"Kita tanyakan dulu pada mereka berdua honey. Jangan sampai kita memaksakan kehendak kita pada mereka berdua. Kita harus bisa menghargai keputusan mereka berdua" jawab Louis memberi pengertian pada Vita.
"Baiklah Dad, ayo kita tanyakan pada mereka berdua" ucap Vita sambil melangkahkan kakinya menuju anak-anak nya berkumpul.
"Apa abang Z tidak suka jika ikut?" tanya Vita hati-hati, dia tidak mau jika keduanya merasa diasingkan oleh Mommy nya sendiri.
"Jika Mommy mengingatkan kami untuk ikut, maka kami akan ikut" jawab Zico pada Mommy nya.
"Benarkah, apa abang Zayn juga akan ikut bersama?" tanya Vita belum puas akan jawaban Zico saja.
Zayn hanya mengangguk kan kepalanya dan bilang "Iya Mom, aku ikut".
"Baiklah jika semuanya setuju, maka kita akan segera pergi sekarang juga" ucap Vita sambil mengajak anak-anaknya masuk kedalam mobil.
Begitu pula dengan pasangan Nindi dan Nando yang memasuki mobilnya juga. Mereka melajukan mobilnya masing-masing menuju taman yang sudah disterilkan dari orang-orang yang berada disitu.
__ADS_1
Louis sengaja melakukan hal itu supaya Zico dan Zayn merasa nyaman. Karena tidak akan ada orang lain selain mereka sahabat yang berada ditaman tersebut.
Louis sangat mengerti kedua putranya itu, mereka berdua sangat introvert. Makanya tidak menyukai keramaian dan juga orang-orang yang asing menurut mereka.