Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Gagal


__ADS_3

Rudi benar-benar sangat frustasi dengan keadaan seperti ini. Apa lagi sekarang dia selalu terfikirkan gadis bar-bar itu, kenapa selalu mengingat kejadian tadi siang. Dimana dia sedang berdua dengan seorang pemuda yang seumuran dengan nya mungkin.


"Kenapa otak ku selalu memikirkan nya terus. Ada apa sebenarnya. Seharusnya kamu melupakan nya Rudi.. Dia itu sudah memiliki kekasih, dan dia juga seumuran dengan nya. Tapi kenapa aku merasa ada yang mengganjal dihati nya" gumam Rudi saat dia sedang berada didalam kamar nya.


Rudi benar-benar tidak tahu akan perasaan nya sendiri. Padahal dia sudah lebih berpengalaman dalam hal seperti ini, tapi kenapa sekarang menjadi seperti anak muda yang baru mengalami nya.


Tidak jauh berbeda dengan Rudi, Rina juga sama dengan Rudi yang sedang merasakan seperti yang Rudi rasakan apa yang Rudi rasakan.


Rina tidak bisa tidur saat ini. Fikiran nya entah kemana. Dia benar-benar sangat lelah dengan semua ini, dia ingin hidup normal dan seperti biasa nya.


.


Seperti janji sebelum nya pada Louis, jika malam ini dia akan menyerfis suaminya. Dia sudah bersiap dengan pakaian dinas nya, yaitu lingerie yang sangat tipis dan juga sangat menerawang. Vita sedang menunggu Louis masuk kedalam kamar mereka.


Tapi setelah lama menunggu, ternyata Louis tidak kunjung datang. Sehingga Vita ketiduran karena terlalu lama menunggu Louis datang.


hingga tepat tengah malam Louis baru memasuki kamar dan betapa terkejutnya dia. Melihat Vita tertidur sambil duduk diatas sofa didalam kamar nya.


"I'm sorry honey, kamu pasti sudah menunggu ku sejak tadi. Aku malah sibuk dengan diriku sendiri" gumam Louis saat melihat wajah lelah Vita dengan sangat dekat.


Lalu Louis mengangkatnya untuk dipindahkan diatas ranjang king size nya, supaya lebih nyaman.


Vita menggeliat dan membuka mata nya. Yang pertama dia lihat adalah wajah tampan suaminya yang sedang tersenyum.


"Maaf honey, aku membangunkan mu" ucap Louis yang baru saja akan bangkit dari duduknya.


"Tidur lah, aku akan membersihkan diri dulu" ucapnya lagi lalu mengusap pipi Vita dengan lembut.


Vita hanya tersenyum tipis dan langsung melanjutkan tidurnya kembali, karena dia memang sudah sangat mengantuk sekali.


Tak lama kemudian Louis sudah berganti pakaian dan juga ikut bergabung dengan istrinya, dia membaringkan tubuhnya disamping Vita lalu memeluknya dengan erat. Hingga tidak membutuhkan waktu lama, Louis juga sudah terlelap juga.


Pagi harinya seperti biasa, cuman bedanya sekarang setiap hari selalu ramai oleh keluarga yang lain nya. Seperti Nando, Dion dan John. Mereka sangatdan keluarganya sudah menetap disini untuk sementara waktu.


Dan itu entah sampai kapan. Karena mereka masih waspada akan adanya pergerakan dari musuh. Seperti pagi ini, anak-anak sudah rapi dengan pakaian nya masing-masing menggunakan seragam sekolahnya.


Tidak dengan Zico dan Zayn yang memang mereka berdua itu home schooling. Jadi mereka berdua memakai pakaian biasa saja, tidak menggunakan pakaian formal.


"Morning semuanya" ucap Nindi yang baru ikut bergabung.


"Morning" jawab semuanya.


"Bisakah auntie diam dan tidak berisik!" ucap Zico yang sudah mewakili Zayn yang memang sangat suka ketenangan.


Nindi langsung diam, dia tadinya ingin mengeluarkan suaranya lagi. Tapi setelah mendengar ucapan Zico membuat dia diam seribu bahasa.


Seperti biasa mereka semua menikmati makanan nya dengan sangat tenang. Tidak ada suara lain selain suara sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring.


Setelah selesai sarapan mereka melanjutkan aktifitas mereka masing-masing. Begitu juga dengan Louis, Zayn dan Zico yang masuk kedalam ruang belajarnya dengan guru yang akan mengajari mereka.

__ADS_1


sedangkan four Z sudah berangkat sekolah. Seperti biasa mereka akan diantarkan oleh supir dan juga para bodyguard yang berjaga tidak jauh dari mereka.


"Kak, apa semua orang tidak akan curiga dengan orang-orang yang berada disitu?" tanya Zia yang merasa tidak nyaman.


"Mungkin tidak dek, biarkan saja. Dari pada kita kenapa-kenapa kan" jawab Zoya menenangkan adiknya.


"Oh, oke" jawabnya sambil terus berjalan beriringan dengan kakak dan yang lainnya.


berbeda dengan Zio dan Zayd yang memang terlihat sangat santai. Mereka berdua seperti biasa, akan melakukan kegiatan seperti biasa.


Walau Zayd bertubuh subur tapi dia selalu senang jika pelajaran olahraga. Dia sangat aktif dalam kegiatan satu itu.


Seperti sekarang Zayd sedang mengikuti lomba lari keliling lapangan, Zayd berlari dengan sangat cepat dan berhasil meraih juara satu. Dia sangat senang akan hal itu.


"Zayd" panggil Lexa saat sudah dekat.


"Ada apa?" tanya Zayd yang sedang duduk dan meminum minuman nya.


"Ini, aku bawakan makanan" jawabnya sambil menyerahkan sekotak salad buah.


"Wahhhh, thank you" ucap Zayd sangat antusias menerima pemberian dari Lexa.


"Sama-sama" jawabnya tersenyum manis.


Mereka berdua menghabiskan makanan dan minuman mereka masing-masing, lalu tiba-tiba Zio datang menghampiri keduanya.


"Kalian sedang makan apa? Sampai lahap dan tidak mengetahui abang datang" tanya Zio memperhatikan mereka berdua.


"Ish, kamu ini" ucap Zio langsung menoyor kepala Zayd.


"Kenapa, apa abang mau?" tanya Zayd yang menyodorkan sisa salad yang dia makan.


"No, aku tidak suka" jawab Zio.


"Abang, aku duluan ya. Sebentar lagi akan pulang" ucap Lexa pamit pada Zio dan Zayd.


Mereka berdua hanya mengangguk kan kepalanya saja. Lalu Lexa berlari kearah kelasnya, sedangkan twins Z masih duduk dibangku yang ada dikoridor sekolah.


"Bang, apa Mommy akan hamil lagi?" tanya Zayd tiba-tiba.


"Kenapa? Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Zio balik bertanya.


"Karena aku sempat mendengar jika Mommy masih muda dan bisa memiliki adik bayi lagi" jawab Zayd.


"Ya, memang nya kenapa Zayd? Apa kamu tidak setuju jika punya adik?" tanya Zio ingin tahu apa yang dikhawatirkan oleh Zayd.


"Emm, aku memang tidak mau mempunyai adik. Karena mempunyai adik itu akan sangat menyebalkan. Alex juga sering mengeluh kan seperti itu, karena Lexa selalu saja membuntuti nya" jawab Zayd sambil menunduk.


"Kenapa berfikiran seperti itu? Apa kamu tahu, abang juga sama memiliki adik sepertimu. Apa lagi jika kamu cengeng, sangat membuatku kesal" ucap Zio sambil memandangi wajah Zayd.

__ADS_1


"Thanks for your my brother" ucap Zayd dengan mata yang berkaca-kaca.


"Come on Zayd, baru aku bilang jika kamu itu jangan cengeng. Malah akan menangis" ucap Zio menghembuskan nafasnya sedikit kasar.


"I'm sorry, I'm don't cry" jawab Zayd sambil menunduk dan secepat kilat mengusap matanya yang basah.


"Kau harus menjadi laki-laki yang kuat dan tidak cengeng. Kakak Zoya dan Zia saja yang perempuan tidak pernah cengeng dan menangis. Jadi jangan pernah menangis lagi, oke" ucap Zio menasehati adik bungsunya.


Zayd menganguk lalu tersenyum kembali. Zio juga awalnya sangat cengeng, tapi setelah dinasehati oleh Zico dia juga sudah bisa mandiri dan tidak cengeng lagi.


.


Sedangkan dimainson Zico dan Zayn sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru yang sangat sepesial untuk mereka berdua. Dari pelajaran mereka berdua mengerjakan tugas anak sekolah menengah atas (SMA).


Mereka berdua memang sangat pintar dibandingkan dengan anak-anak seusia dengan nya. Saat mereka berdua sedang fokus mengerjakan tugas mereka tiba-tiba ada seseorang yang masuk dengan paksa dan sudah melukai guru mereka.


"Kenapa kalian tidak merasa takut?" tanya seseorang itu dengan seringai liciknya.


Sedangkan yang ditanya hanya diam saja tanpa ingin menjawab ucapan nya.


"Apa kalian tahu, jika Louis Edison sudah lenyap. Dan sekarang hanya tinggal kalian berdua" ucapnya lagi dan berjalan semakin mendekat.


Benar saja, diluar terdengar suara ribut. Ada suara hemuruh tembakan dari berbagai arah, difikiran Zico saat ini adalah Mommy nya. Karena yang Zico tahu Mommy nya tidak bisa menggunakan senjata apa pun.


Zayn memberi kode pada Zico, dan Zico mengetahui kode gersebut. Jika dia ingin Zico bisa mengalihkan pandangan orang yang ada dihadapan mereka.


"Kenapa kalian berdua diam saja. Taut? Hahaha" ucapnya sambil tertawa nyaring. Dan


Brak


Suara pintu didobrak dari luar oleh seseorang yang masuk dengan paksa. Ternyata orang itu adalah Dion, dia langsung menyerang orang yang berada didekat kedua Tuan Muda Z.


Sedangkan diruangan lain Louis juga sedang bertarung dengan beberapa orang yang membawa senjata. Begitu juga dengan John dan Sandra yang masih melawan mereka semua.


Dan ternyata lawan mereka semakin banyak dan semakin brutal. Vita dan Cindy sedang bersembunyi ditempat yang aman. Tapi tetap saja dia merasa takut akan terjadi sesuatu pada suaminya.


Dan Vita baru mengingat, ternyata kedua anaknya ada diruangan lain "Zayn, Zico" gumam Vita sambil menangis, dia tiba-tiba bangkit dari duduknya dan


Dor


.


.


.


Tegang banget nggak sih??? 😬😬😬


Othor nulis nya sampe tutup mataπŸ™ˆ

__ADS_1


Othor receh masih menunggu komen kalian semua, juga like vote dan hadiahnya...


__ADS_2