
Louis saat ini tidak pernah mau jauh-jauh dari Vita. Disaat ada kesempatan untuk bisa berduaan dengan istrinya Louis selalu memanfaatkan waktu, walau hanya sebentar.
Seperti saat ini, disaat anak-anak nya sedang tidur siang Louis menghampiri Vita yang sedang membaca email diponselnya. Louis langsung saja duduk disebelah nya, tangan nakalnya tidak bisa diam.
Karena jika sedang didalam kamar Vita selalu melepas hijabnya, jadi rambut hitam panjang dan agak bergelombangnya dibiarkan terurai. Membuat Louis semakin tergila-gila. Mungkin gila beneran 😁
"Dad, kondisikan tangannya" ucap Vita sambil menyingkirkan tangan nakal suaminya yang sudah merambat kemana-mana.
"Memangnya ada apa dengan tanganku?" tanya Louis tidak merasa bersalah.
Vita lalu meletakkan ponselnya, lalu menatap wajah Louis yang sudah terlihat sangat menginginkan sesuatu. Lalu Vita memegang rahang tegas dan kokoh itu, dan tersenyum sangat manis.
"Apa yang semalam belum puas? Hingga sekarang cuaca sedang sangat panas pun tangannya tidak bisa dikondisikan" tanya Vita sambil mengalungkan tangannya dileher Louis.
"Ssshhhh, jangan menggodaku honey. Jika kamu tidak mau mengganggu pertapaannya" ucap Louis mendesis seperti ular, karena Vita berbicara sambil berbisik dan meniup-niup telinganya.
"Aku tidak menggodamu Dad, aku hanya bicara fakta kan" jawab Vita sambil mengerling nakal.
"Honey" ucap Louis, dengan sekali tarikan Vita sudah berada diatas pangkuannya.
"Ternyata suamiku ini mesum juga" ucap Vita sambil mencolek hidung mancung Louis.
"Apa ini sifat asli kamu honey?" tanya Louis sambil menatap manik hitam Vita.
"Iya, inilah sifat asliku. Apa kamu tidak suka Dad? Jika tidak suka, aku akan bersikap seperti sebelilum-sebelumnya. Bagaimana?" ucap Vita bertanya pendapat Louis akan sikapnya, tidak lupa Vita memasang wajah datar dan akan melepaskan tangannya dileher Louis.
"Aku justru sangat menyukainya honey, dengan begitu kamu juga sudah sangat menerimaku yang banyak kekurangan ini" jelas Louis menahan tangan Vita yang akan turun dari lehernya.
Louis juga mengeratkan pelukannya pada pinggang Vita, seolah-olah dia takut kehilangannya.
"I love you so much my wife, jangan pernah meninggalkan aku. Apapun yang terjadi nantinya, aku tidak akan sanggup jika kehilangan mu. Berjanjilah, jika kamu akan selalu bersikap seperti ini padaku. Berjanjilah akan mencintaiku, berjanjilah" ucap Louis sambil mengusap pipi Vita dengan sangat lembut.
Louis juga meraih tangan Vita lalu menciumnya. Tidak terasa air matanya menetes saat sedang mencium punggung tangan Vita, Vita yang melihatnya langsung mengusap air matanya dengan sangat lembut dan juga mencium kelopak mata yang sedang mengeluarkan air matanya.
"Aku akan tetap seperti ini Dad, aku tidak akan berubah. Aku berjanji, dalam suka maupun duka kita akan selalu bersama. Jika cinta, entah ini cinta atau bukan. Yang jelas aku sudah sangat nyaman berada didekatmu Dad, sangat nyaman" ucap Vita sambil menangkup kedua pipi Louis, lalu mencium bibir nya sekilas.
__ADS_1
"Thank you honey" balas Louis lalu memeluknya dengan sangat erat.
Louis menumpahkan air matanya, entah kenapa dia sekarang terlihat sangat rapuh jika seperti ini. Seperti menyimpan luka yang begitu dalam, Vita hanya bisa mengusap-ngusap punggung kekar suaminya yang sedang bergetar. Tanda dia sedang menangis dalam diam, tak terasa punggungnya Vita juga basah oleh air matanya.
Setelah menumpahkan kesedihan nya dalam pelukan hangat seorang Vita Ayla, Louis langsung menghapus sisa air matanya yang ada dipipinya. Lalu mengurai pelukannya.
"Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Vita setelah Louis menatapnya.
"Iya, sangat-sangat baik. Thank you honey" ucap Louis sambil mengusap kepala Vita lalu mencium keningnya lama.
.
Jika Louis dan Vita sedang menghabiskan waktunya berduaan dikamarnya. Berbeda dengan Nando yang dibuat pusing akan sikap bumil satu ini. Bagaimana tidak pusing, setiap saat setiap waktu selalu mengganggu konsentrasinya saat bekerja.
Nando yang tidak tahan lagi mengajak Nindi pulang, dia tidak mau kepalanya pecah saat ini. Didalam perjalanan pulang, Nindi tidak berhenti berbicara. Jika tidak dijawab atau ditanggapi oleh Nando. Nindi akan menangis histeris, seperti saat ini.
"Sayang, sebenarnya aku ini gendut tidak sih? Semua orang yang melihatku selalu bilang, sekarang badan kamu berisi ya" tanya Nindi. Tapi Nando tidak menanggapinya.
'Kamu memang berisi sayang, tapi malah terlihat sangat sexy' ucap Nando hanya dalam hati.
"Kenapa kamu tidak menjawab. Jadi kamu membenarkan ucapan mereka? Atau memang kamu sudah... Huuuaaa, kamu jahat! Huuuaaa" Nindi menangis dengan sangat kencengnya didalam mobil.
Hingga membuat Nando merasa gendang telinganya mau pecah mendengarkan tangisan Nindi yang sangat kencang. Melebihi kencengnya toak masjid.
"Sayang, tidak seperti itu. Aku kan sedang fokus mengemudi, jadi tidak mendengarnya. Maafkan aku ya" ucap Nando sambil mengusap kepala Nindi dengan sangat lembut.
'Ya tuhan, kuatkan hambamu... dan sabarkanlah hatiku, menghadapi sikap random istriku ya Robb' Nando berdo'a dalam hati.
"Apa kamu menginginkan es krim? Jika iya, didepan sana ada penjual es krim yang sangat enak" tanya Nando membujuk bumil supaya berhenti menangis.
"Kamu tau dari mana jika disana ada es krim yang enak?" tanya Nindi penuh selidik.
"Dulu jika aku sedang stres menghadapi sikap menyebalkan dari Tuan Louis aku akan datang kesana untuk memakan es krim" jelas Nando sambil tersenyum sangat manis. Melebihi manisnya gula jawa eyak💃💃
"Baiklah kita kesana, tapi jika tidak enak awas!!" jawab Nindi sambil menatap tajam Nando.
__ADS_1
Nando tidak bicara lagi, dia langsung mengemudikan mobilnya menuju kedai es krim yang sangat enak menurutnya. Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai didepan kedai es krim tersebut.
Nindi begitu antusias melihat berbagai jenis es krim dengan aneka rasa tentunya. Nando mengajak Nindi masuk kedalam kedai es krim, lalu memesan es krim yang diinginkan oleh Nindi.
"Kamu mau pesan yang mana?" tanya Nando memperlihatkan buku menu pada Nindi.
"Aku mau yang ini, yang ini, yang ini, yang ini dan yang ini" ucap Nindi menunjuk beberapa gambar yang tertera didalam buku menu.
Nando tidak mau bertanya, itu semua akan habis atau tidak. Dia tidak mau jika Nindi membuat ulah dan menangis histeris kembali.
"Itu semua langsung bawa kemari mbak, istri saya sedang menginginkan nya" ucap Nando pada pelayan wanita yang mencatat pesanan mereka berdua.
tidak menunggu waktu lama, pesanan mereka sudah datang. Lebih tepatnya pesanan Nindi, karena Nindi memesan begitu banyak es krim. Tidak apa lah yang penting mood Nindi menjadi bagus lagi setelah memakan es krim.
"Apa seenak itu sayang? Sampai-sampai belepotan seperti ini" tanya Nando sambil mengelap sisa es krim yang ada disudut bibirnya dengan ibu jarinya.
Nindi yang diperlakukan sangat romantis oleh Nando dibuat sangat bahagia, bahkan karena sangat bahagianya Nindi sampai menangis mombay.
Nando hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, inilah sikap Nindi semenjak hamil. Nando memang harus stok kesabaran yang sangat-sangat banyak. Karena tidak tahu kapan mood istrinya akan berubah.
Untung saja pengunjung kedai tidak lah ramai, jika tidak maka Nando akan sangat malu sekali.
"Sudah ya, aku kan sayang banget sama kamu. Makanya aku perhatian sama kamu" ucap Nando sambil mengusap kepala Nindi lembut.
Nindi menganggukan kepalanya, lalu mengelap ingusnya dengan baju yang sedang ia gunakan.
Sroottt
Sroottt
Nindi mengelapnya, lalu Nindi melanjutkan memakan es krim nya. Nando hanya dibuat melongo melihat Nindi yang mengelap ingusnya dengan baju, padahal dimeja sudah tersedia tisu. Bahkan berada sangat dekat dengannya.
Nando menghela nafasnya kasar lalu tak berselang lama es krim yang Nindi makan sudah habis tak bersisa. Nindi lalu berjalan menuju toilet untuk mencuci tangannya dan mengganti pakaian nya yang sudah terkena ingusnya.
Nando kadang dibuat takjub akan sikap kebersihan Nindi, tapi juga akan dibuat ilfil jika sifat joroknya keluar. Benar-benar Nindi dengan dua karakter yang berbeda.
__ADS_1