Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Zayd gabut


__ADS_3

Seperti biasa didalam mainson Edison memang selalu ramai oleh canda tawa anak-anak. Lebih tepatnya Zio dan Zayd yang memang selalu membuat suasana menjadi ramai.


Berbeda dengan Zico dan Zayn yang selalu menyukai keheningan dibandingkan keramaian. Tapi mereka berdua juga selalu ikut bergabung dengan para saudara nya yang lain.


Seperti sekarang, saat Zayn baru saja keluar dari tempat tersembunyi nya. Dia dihampiri oleh Zayd yang wajah nya sama persis tapi berbeda penampilan nya saja.


Juga bentuk tubuh mereka juga berbeda. Zayn yang memang hobi ngemil dan makan apa saja lebih terlihat montok berbeda dengan Zayn yang malah terlihat kurus. Tapi tidak kurus banget juga sih.


"Abang Z, dari mana?" tanya Zayd saat Zayn baru saja menutup pintu gudang.


"Dari gudang. Kenapa?" ucap Zayn dan juga bertanya pada Zayd.


"Tidak, aku hanya minta diajari soal rumus ini" ucap Zayd yang menyodorkan buku pelajaran nya.


"Sini aku bantu" ajak Zayn untuk duduk digajebo taman belakang.


"Thank you bang" ucap Zayd yang merasa bahagia karena bisa berdekatan juga dengan saudara kembar nya.


"Hmm" jawab Zayn datar tanpa ekspresi nya seperti biasa.


Zayn menerangkan semua nya pada Zayd. Zayd sangat senang belajar dengan abang nya yang satu ini, dia menerangkan nya dengan singkat dan jelas. Tidak terlalu banyak contoh yang membuat nya malah semakin tidak mengerti.


"Kamu sudah mengerti?" tanya Zayn saat melihat Zayd sejak tadi memperhatikan nya.


"Emm, sudah" jawab Zayd sambil menganggukkan kepala nya mengerti.


"Bisa kamu coba sekarang. Apa saja yang aku jelaskan tadi dan aku ingin melihat nya" ucap Zayn ingin Zayd mengerjakan nya dan dia akan mengoreksi.


Zayd dengan semangat mengerjakan semua yang Zayn minta. Ternyata semua nya dilakukan Zayd dengan sangat baik dan benar semua. Zayd memang sama pintar nya, tapi dia tidak bisa jika mendengarkan penjelasan dari guru yang terlalu banyak berbelit nya. Dia tidak akan mengerti dan faham.


"Kamu bisa mengerjakan soalan yang sulit seperti ini. Sedangkan dari guru yang soalan nya mudah kamu tidak bisa menjawab nya. Kamu ini aneh sekali Zayd" ucap Zayn panjang lebar.


Sedangkan Zayd hanya tersenyum saja, dia baru kali ini mendengar suara panjang lebar dari Zayn yang selalu dipanggil dengan sebutan abang Z.


"Kenapa kamu malah tersenyum?" tanya Zayn yang melihat adik nya tersenyum.


"Tidak, aku hanya merasa ini lebih dimengerti oleh otak ku. Sedangkan yang diterangkan oleh guru tidak ada yang menyangkut sedikit pun karena terlalu berbelit-belit" jawab Zayd masih dengan senyuman dibibir nya.


"Kamu harus bisa memahami semua nya Zayd, karena yang kamu pelajari adalah disekolah. Memang kamu tidak harus sesuai dengan guru cara-cara pengerjaan nya. Tapi setidak nya kamu bisa menguasai pelajaran kamu" jelas Zayn lagi memberi pengertian pada adik kembar nya.

__ADS_1


"Oke, aku akan berusaha sebaik mungkin. Karena otak ku ini sangat kecil" jawab Zayd dengan konyol nya.


Zayn hanya menggelengkan kepala nya, dia masih belum mengerti dengan jalan fikiran adik kembar nya yang selalu berfikiran konyol itu. Tapi Zayn sangat suka, karena Zayd bertindak sesuai dengan apa yang ada dalam hati dan fikiran nya.


Maka nya kadang terlihat sangat konyol dan juga membuat semua orang gemas akan tingkah nya itu. Kadang juga memang membuat pusing orang lain jika kekonyolan nya sudah keluar.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Zayn pergi dari gazebo taman belakang. Dan tentu nya diikuti oleh Zayd dibelakang nya, Zayn yang mengetahui hanya menghela nafasnya lalu berhenti berjalan, dan...


Duk


Zayd menabrak tubuh Zayn yang berhenti didepan nya, dan malah dia sendiri yang oleng lalu terjatuh dan hanya nyengir kuda.


"Kenapa kau jalan mengikutiku?" tanya Zayn dengan tatapan tajam dan juga dingin nya.


"Aku mau masuk kedalam, dan kenapa abang berhenti?" ucap Zayd balik bertanya pada Zayn.


Huh


Terdengar Zayn menghela nafasnya lalu pergi meninggalkan Zayd yang masih terduduk dilantai marmer yang dingin.


"Dasar abang aneh. Iya sih tadinya mau ngikutin abang Z, hihihi" ucap Zayd yang cengengesan tidak jelas.


Lalu dia bangkit dan celingukan mencari keberadaan abang nya yang sudah menghilang.


Malah dia bertemu dengan Zico yang berjalan melewati nya. Dengan gaya yang sangat cool abis.


"Abang Zi mau kemana?" tanya Zayd yang melihat Zico berjalan melewati nya.


"Kenapa? Apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Zico yang dipanggil oleh Zayd


"Tidak, aku hanya bertanya" jawab Zayd dan langsung berlari secepat kilat.


Zico hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah adik bungsu nya yang memang selalu absurd.


Zayd pergi kedalam kamar nya sendiri. Dia lalu meletakkan buku-buku yang dia bawa, lalu dia pergi lagi ke kamar kakak nya yang pertama. Siapa lagi jika bukan Zoya.


"Kak, boleh aku masuk?" tanya Zayd yang sudah mengetuk pintu kamar Zoya dan menyembulkan kepala nya kedalam, melihat apakah kakak nya ada didalam atau tidak.


"Kenapa Zayd? Masuklah" ucap Zoya pada Zayd yang masih berdiri mengintip.

__ADS_1


"Kakak sedang apa? Apa aku mengganggu mu?" tanya Zayd langsung duduk diatas ranjang kakak nya yang didominasi warna pink.


"Seperti yang kamu lihat Zayd" jawab Zoya yang tidak mengalihkan pandangan nya dari buku yang sedang dia baca.


"Kak, apa kakak tidak bosan membaca terus?" tanya Zayd lagi.


"Tidak" jawab Zoya singkat padat dan jelas.


"Ish, ayolah kak. Aku ingin bermain, aku tidak ada teman" keluh Zayd yang melihat kakak nya tidak bergeming.


"Kau bisa bermain dengan Zio dan Zia Zayd. Kenapa harus mengganggu kakak yang sedang membaca?" ucap Zoya yang sama sekali tidak menoleh sedikit pun.


"Kakak menyebalkan!" ucap Zayd yang langsung beranjak pergi sambil menghentakkan kaki nya dilantai.


Zayd benar-benar kesal hari ini, semua orang sibuk sendiri-sendiri. Dia tidak ada yang memperhatikan nya. Zayd melangkahkan kaki nya menuju taman samping, ternyata Mommy dan Daddy nya sedang ada disana.


Dia menghampiri Mommy dan juga Daddy nya untuk ikut bergabung. Mungkin saja Mommy dan Daddy nya mau dijak bermain, dia sangat bosan sendirian.


"Mommy... Daddy... Teriak Zayd sambil berlari menuju kearah Mommy dan Daddy nya.


"Jangan berlari nanti jatuh" ucap Vita memperingati putra bungsunya yang memang suka berlari.


"Ada apa boy?" tanya Louis langsung menghampiri Zayd dan mensejajarkan tinggi nya dengan Zayd.


"Mau main, abang sama kakak tidak ada yang mau bermain dengan ku" jawab Zayd dengan mengerucutkan bibirnya.


"Oke, kita bermain saja dengan Daddy disini. Bagaimana?" tanya Louis bersemangat mengajak Zayd bermain.


"Oke, itu yang aku inginkan" jawab Zayd dengan sangat antusias menjawab nya.


"Baiklah let's go" ucap Louis yang mengajak Zayd untuk bermain bola berdua berdua.


"Kalian ini jika bermain bola selalu saja kompak" gumam Vita saat melihat suami dan anak nya sedang bermain bola bersama.


Dan tiba-tiba Zia dan Zio datang ingin bergabung dan sekarang mereka bermain berempat. Mereka sangat semangat dalam bermain bola, lalu Zayn dan Zico datang membawa bola basket mereka.


Zayn dan Zico bermain basket berdua saja, mereka memang selalu menyukai sesuatu yang sama dalam hal apa pun.


"Kenapa mereka berdua sejak kecil selalu menyukai hal yang sama, aku takut nanti mereka juga menyukai perempuan yang sama" gumam Vita yang memperhatikan Zayn dan Zico sedang bermain basket.

__ADS_1


"Semoga saja tidak. Jika iya, mereka pasti salah satu nya akan mengalah untuk membiarkan salah satu dari mereka mendapatkan nya. Ya Allah, semoga yang aku khawatir kan tidak pernah terjadi. Aku hanya takut jika mereka akan saling menyakiti hati masing-masing" gumam Vita sambil memanjatkan do'a untuk kedua putra nya yang sangat genius itu.


Sedangkan kedua anak yang sedang diperhatikan oleh Mommy malah asik dengan permainan nya. Mereka berdua juga mengajak para bodyguard nya untuk ikut bergabung.


__ADS_2