Salahkah Menjadi Janda

Salahkah Menjadi Janda
Kamu memang keturunan Surya Pratama. Zayn


__ADS_3

Rudi memang kecewa karena ajakan makan siang nya ditolak oleh Danu. Tapi mau bagaimana lagi, memang seperti ini kenyataannya.


Saat Rudi sedang menikmati makan siang nya dia seperti melihat seseorang yang sudah sangat dia kenal sebelumnya. Rudi mengikuti orang yang dia curigai seperti mantan istrinya.


"Apa mungkin itu dia?" gumam Rudi masih belum yakin jika itu adalah dia.


"Biarkan saja lah. Mau itu dia atau bukan, aku tidak perduli" gumamnya lagi dan kembali ketempat nya semula. menikmati makan siang nya sendiri.


.


Kembali kepasangan yang sangat romantis Louis dan Vita. Melihat kondisi Zayn yang saat ini sudah semakin membaik. Vita menemani Zayn tidur, walau Zayn tidak mau.


Vita tetap menemani Zayn tidur. Bahkan Vita memperlakukan Zayn seperti waktu Zayn masih kecil dulu.


"Mom, aku bisa tidur sendiri" ucap Zayn yang tidak mau ditemani tidurnya apa lagi harus dipeluk-peluk saat tidur.


"Biarkan seperti ini Z. Mommy sangat merindukan situasi seperti ini. Abang sudah semakin besar dan dewasa, kapan lagi Mommy bisa memeluk abang lagi. Jika tidak sekarang" jawab Vita sambil terus memeluk tubuh Zayn yang sudah sangat lama tidak ia peluk seperti ini.


Mungkin terakhir kalinya Vita memeluk saat Zayn berusia satu tahun. Memeluk dalam artian ditemani tidur oleh Vita. Jika untuk keseharian walau Zayn menolak untuk dipeluk, Vita tetap memeluknya walau harus ada drama dulu. Jadi sudah lima tahun lebih dia tidak memeluk tubuh Zayn saat tertidur seperti ini.


"Baiklah Mom. Good night Mom" ucap Zayn dan memejamkan matanya. Sebenarnya Zayn sangat menyukai dipeluk oleh sang Mommy, tapi dia terlalu gengsi.


"Good night boy" jawab Vita sambil tersenyum dan mencium kening dan pucuk kepalanya dengan sangat sayang.


'Mommy tahu Zayn jika kamu memang ingin dipeluk seperti ini saat tidur. Tapi kamu pasti merasa gengsi dan malu jika memintanya. Kamu memang keturunan Surya Pratama Zayn. Kamu memang sangat mirip sekali dengan mendiang Daddy kamu. Semoga saja kamu selalu bahagia dan menjadi kebanggaan Mommy dan yang lainnya' ucap Vita hanya dalam hati. Dia tidak mungkin mengungkap nya langsung pada Zayn.


Mereka akhirnya terlelap bersama. Tanpa menyadari jika siambang pintu Louis sedang gelisah, karena istrinya malah tidur dengan putranya. Dia menjadi sangat frustasi.


Bagaimana nasibnya malam ini dan seterusnya jika istrinya tidak mau tidur dengan nya. Bukan hanya nasibnya saja yang kacau. Senjatanya juga akan sangat kesepian karena tidak bisa bertemu dengan soulmate nya.


'Ya Tuhan, kenapa Engkau menguji hamba begitu berat... Apa tidak bisakah menguji hamba dengan yang ringan-ringan saja' ucap Louis dalam hati.


Meratapi nasibnya yang sangat miris selama satu bulan kedepan. Bagaimana bisa satu bulan, satu malam saja sudah membuatnya tidak karuan seperti ini. Louis memikirkan cara supaya bisa membuat Vita meringankan hukumannya, bagaimana pun caranya.

__ADS_1


Saat sedang berfikir keras dan masih berdiri dibalik pintu kamar Zayn tiba-tiba ada seseorang yang bertanya "Dad, sedang apa Daddy disini?" tanya Zico.


Ternyata yang bertanya adalah Zico yang keluar dari kamarnya. Entah siapapun akan melakukan apa ditengah malam seperti ini.


"Emm, Daddy tidak sedang apa-apa. Daddy tadi habis melihat Zayn sudah tidur atau belum, dan ternyata memang sudah tidur" jawab Louis sambil memasang wajah datarnya.


"Benarkah?" tanya Zico dengan memicingkan matanya menyelidik.


"Iya. Ngomong-ngomong, kenapa belum tidur?" ucap Louis sambil mengalihkan pembicaraan mereka.


"Aku haus dan dikamar airnya sudah habis. Jadi aku akan mengambilnya" jawab Zico dengan tegas dan jelas.


"Oh, baiklah. Daddy juga akan turun kebawah" ucap Louis sambil melangkahkan kakinya menuju tangga.


"Aku tahu jika Daddy tidak bisa tidur karena Mommy tidak ada dikamar Daddy kan? Melainkan sedang berada dikamar bersama dengan Zayn. Nikmatilah hukuman Daddy, Dad karena jika sudah seperti ini Daddy akan sangat menderita" ucapan telak dari Zico untuk Louis.


Bahkan Louis tidak menjawab ucapan Zico. Sedangkan Zico sendiri hanya menyeringai melihat sikap Daddy nya yang seperti Zayd yang sangat manja pada Mommy nya.


Zico meninggalkan Daddy nya yang mematung diujung tangga. Dia ingin segera mengambil air untuknya minum, dia sudah sangat kehausan.


.


Betapa dia sudah sangat kepayahan untuk menahan gejolak ingin menerkam istrinya. Karena sikembar benar-benar memonopoli istrinya supaya tidak bisa dekat-dekat ditangan nya.


Nando benar-benar ingin segera mengungsikan kedua anaknya kesuatu tempat. Supaya dia bisa bermesraan dengan Nindi.


"Sayang, kalian kan sudah besar. Kenpa tidurnya ingin dengan Mami terus? Apa kalian tidak malu?" tanya Nando pada kedua anaknya.


"No Papi. Kami tidak malu" jawab Alex sambil memeluk tubuh sang Mami.


"Justru kami yang bertanya pada Papi. Apa Papi tidak malu selalu tidur dengan Mami? Papi kan sudah sangat besar. Masa takut sama hantu juga" tanya Lexa sambil mengejek Papinya.


Nindi yang mendengarnya hanya bisa tersenyum simpul. Dia sebenarnya juga mau bermesraan dengan suaminya juga, tapi anak-anak nya tidak bisa dikondisikan sekali.

__ADS_1


Apa lagi yang dibawah sudah gatal dan juga berkedut ingin ada yang memasuki nya. Tapi hanya bisa pasrah sampai anak-anak nya tertidur dengan lelap.


Nando juga dengan setia menunggu anak-anak nya tertidur sambil memainkan ponselnya. Dia melihat-lihat foto pada saat awal kenal dengan Nindi hingga pernikahan dan sampai Nindi dinyatakan hamil kembar.


bahkan Nando juga melihat berapa video yang sengaja dia abadikan, supaya dia bisa melihatnya disaat seperti ini. Nando tersenyum-senyum sendiri saat melihat isi video, dimana. Lexa dengan cekatan menyuapkan makanan pertama kedalam mulut kecilnya.


Nindi yang melihat Nando senyum-senyum seperti itu menjadi curiga. Dia langsung bangkit dari tidurnya dan menghampiri suaminya yang duduk disofa.


"Kamu melihat apa Pi?" tanya Nindi yang sudah berdiri berkacak pinggang didepan Nando.


"Aku sedang melihat foto-foto kita dulu sayang. Lihatlah, lucu sekali kan mereka?" ucap Nando sambil mempersilahkan beberapa foto jaman Nindi sedang hamil twins.


"Iya, lihatlah aku sangat besar sekali waktu hamil" jawab Nindi sambil melihat fotonya saat hamil.


"Tapi kamu tetap sexy sayang. Apa lagi jika tidak menggunakan apapun" ucap Nando sambil mengerlingkan sebelah matanya menggoda Nindi.


"Benarkah Pi? Jika begitu kita pindah kekamar kita. Aku sudah tidak tahah lagi" tanya Nindi, dan menyeret Nando menuju kamar mereka.


Nindi begitu tidak sabaran nya. Dia langsung mellumaat bibir Nando dengan sangat rakuuss dan penuh gairraah. Hingga terdengar suara decaaapan dari bibir mereka berdua.


Nando tidak kalah rakuuss nya. Dia membalas lumaattaann Nindi dengan sangat kasar, hingga membuat bibir Nindi bengkak akan ulahnya.


Hingga didepan kamar mereka, Nindi dan Nando saling melepaskan pakaian masing-masing hingga tanpa adanya selembar benang pun yang menempel ditubuh masing-masing.


Akhirnya suara desahhaan lolos dari bibir sexy Nindi. Karena tangan Nando sudah mendaki lembah yang rindang dan juga bukit kembar yang sangat menantang untuk dia daki.


Nafas keduanya sudah memburu ingin segera melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Nando benar-benar membuat Nindi tidak berdaya malam ini. Sudah cukup lama dia berpuasa, sekarang waktunya untuk berbuka dengan yang manis dan juga legit.


Nando tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia menggempur Nindi hingga pagi menjelang. Bahkan hingga adzan subuh berkumandang mereka berdua baru saja menyelesaikan permainan panas mereka.


Hingga Nindi terbaring lemah dan tidak berdaya. Nando hanya tersenyum melihat bagaimana liarnya dia dan istrinya. Melihat kamar yang sudah sangat berantakan disetiap sudutnya.


Nando membawa Nindi kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum melaksanakan sholat subuh. Lalu setelah sholat Nindi langsung tertidur lelap. Untung saja sikembar tidak bangun semalam. Jika terbangun maka tidak akan terjadi seperti sekarang ini.

__ADS_1


Nando langsung membereskan pakaian nya dan juga pakaikan Nindi yang berserakan dimana-mana. Juga sudah memakaikan baju pada Nindi. Dia takut nanti anak-anak nya akan tiba-tiba masuk dan menyaksikan Maminya tidak menggunakan apapun.


Dan, benar saja dugaannya. Anak-anak nya langsung masuk kedalam kamarnya sambil merengek karena Maminya tidak ada bersama mereka.


__ADS_2