
#DIRUMAHAJA - JAGA KESEHATAN, KITA LAWAN COVID - 19
"Sungguh, tak ada satu pun lelaki yang menghendaki perkelahian antara dua gadis karena dirinya"
.
.
.
.
Di dalam kamar kost, Mike sedang gelisah - seperti orang yang akan gila memikirkan hutang yang tidak bisa dibayar.
Dia mondar-mandir tak jelas sendirian di dalam kamar. Pikirannya kacau. Sesekali menggaruk-garuk kepalanya, melirik handphone dan kembali berjalan mondar-mandir mengitari meja di dalam kamar kost hingga beberapa kali.
Jika Anda pernah melihat seseekor binatang peliharaan yang dimasukkan ke dalam sebuah kurung, seperti itulah Mike saat ini.
Hari ini ia tidak masuk kerja, besok ia akan masuk shift malam. Mike mengira hari ini ia akan menghabiskan waktunya bersama Tania. Berjalan-jalan mengelilingi Jakarta, mengunjungi beberapa taman, dan mungkin singgah ke beberapa tempat makan jika lapar.
Bisa jadi juga mereka akan ke Ancol, membiarkan tubuh mereka terbakar oleh panas matahari yang menyengat, berjalan di pinggir laut dan Mike bisa mendapati pemandangan indah ketika angin menerpa dan menerbangkan rambut Tania.
Tapi itu semua nihil. Hanya ada dalam pikiran Mike seorang. Tania tak ada kabar sama sekali.
Gadis itu ternyata ada kelas kuliah pagi. Ia tak tega mengabaikan Mike yang menunggu kabar darinya. Mesk mereka baru kenalan, tak ada juga hubungan special apapun Tania tetap merasa bersalah membiarkan Mike menunggu. Ia tahu lelaki itu sedang berusaha mendekatinya. Dan tak salah jika ia menanggapinya.
"Nanti saja aku mengabarimu. Hari ini aku sedang sibuk. Mungkin lain kali jika tidak hari ini. Jangan pernah menyerah"
__ADS_1
Rasa-rasanya kepalanya akan pecah memikirkan Tania yang belum juga mengabarinya apakah dia ada waktu atau tidak sama sekali.
Ya, sama seperti orang lain yang sedang jatuh cinta dan berusaha dengan segala cara mendapatkan perhatian dari gadisnya.
"Seharusnya dia sudah mengabariku pagi ini. Dia sudah menyimpan nomorku, mungkin. Aku sudah mengirim pesan kepadanya tadi malam setelah aku sampai di kostku, mengabarkan padanya bahwa aku telah sampai dan mengingatkannya lagi untuk menjaga kesehatannya."
Mike berhenti sejenak ketika handphonenya berdering, suara getar handphonenya dapat ia dengar dengan jelas di atas meja. Ada pesan masuk. Mike tersenyum kecil berharap itu pesan dari Tania.
Segera ia meraih handphone, memencet tombol power di samping layar lalu mendapati satu notifikasi pesan whatsapp, dari Tania. Semangatnya seolah raib. Tatapannya redup. Apa yang ia lihat tidak sesuai harapannya. Tania yang mengirim pesan bukan Tania yang sedang membuatnya tergila-gila melainkan Tania adik Mega.
Mike memiliki tiga Tania dalam hidupnya jadi ia memberikan pembeda pada setiap nama kontak mereka di handphonenya. Tania1 untuk keponakan tante Mery, Tania2 untuk adik Mega dan Tania, tanpa ada tambahan huruf atau tanda apapun sesuai perintahnya sendiri adalah Tania, gadis yang kini menghantui pikiran Mike.
Dengan sedikit malas, ia membuka whatsappnya, mengklik pesan masuk dari Tania2 dan matanya membelalak seketika.
Darahnya serasa berhenti mengalir. Mike kembali berkecamuk dengan pikirannya sendiri. Jantungnya berdegup kencang, ketakutan menguasai dirinya.
Mike mematung seketika. Berpikir keras bagaimana caranya menghadapi ini. Bisa saja ia membalas pesan Mega bahwa ia sibuk dan tidak bisa menjemputnya tetapi itu tidak mungkin.
Mega tahu semua tentangnya dan ini alasan Mega pulang besok pagi karena dia tahu Mike libur dan akan masuk shift malam. Begitu dekatnya Mike dan Mega sehingga semua tentang Mike diketahui oleh Mega.
Belum selesai memikirkan Tania, kini Mike harus berhadapan pada situasi dimana Mega akan kembali. Seharusnya Mike tidak perlu takut dan mengkhawatirkan apapun. Mike dan Mega tidak ada hubungan special. Mega hanya teman, sahabat dan saudari bagi Mike.
Tapi Mike tetap saja harus menjaga perasaan Mega. Mega sudah dengan berani mengungkapkan perasaannya pada Mike meski ia tahu sulit bagi Mike untuk menerimanya. Mike tidak ingin Mega tahu bahwa ia sedang jatuh cinta dan berusaha mendekati gadis lain.
Mike lalu menunduk dan mengepalkan tinjunya di atas meja. Ia benar-benar bingung. Bukan sesuatu yang lucu apabila Mike dan Mega harus bertengkar karena Tania, atau sebaliknya Tania harus menjadi masalah bagi Mega.
Mega benar-benar suka pada Mike dan Mike tahu sifat keras kepala Mega. Mega tentu saja tak akan membiarkan Tania menjadi milik Mike begitu saja. Mega begitu mencintai Mike.
__ADS_1
Mike kembali melihat pesan Mega, mengetik sesuatu tapi menghapusnya lagi.
"Abaikan saja, anggap saja iya aku siap menjemputnya. Toh dia tahu aku sudah membaca pesannya," gumam Mike sedikit kesal dalam hati karena masih kecewa dengan ulah Mega yang membohonginya soal handphonenya yang hilang itu.
Mike kembali memikirkan Tania. Tidak ada sama sekali pesan dari Tania.
"Apakah Tania berusaha menjauhiku ? Apakah dia tidak akan datang lagi ke taman setelah tahu aku selalu datang ke sana ?" tanya Mike dalam hati. Ia mengernyitkan dahinya berpikir keras.
Kembali ia harus seperti orang yang akan gila, takut memikirkan Mega yang akan kembali dan menyadari bahwa Mike telah jatuh cinta pada gadis lain, takut bahwa Tania akan menghindar dari dirinya.
"Ahh, persetan dengan semua ini. Aku harus punya komitmen; Mega atau Tania," tanpa ia sadari ia mengacungkan tinju ke atas dan berteriak kecil seolah-olah seorang pahlawan atau pejuang yang berusaha memotivasi diri sendiri dan rekan-rekannya. Mike menjadi malu sendiri setelah menyadari tingkahnya yang mendadak aneh.
"Hehehehe," ia terkekeh sendiri.
"Semoga tidak ada pemandangan dua gadis saling menjambak rambut suatu saat nanti ketika mereka bertemu. Aku harus menjelaskan secara baik kepada Mega dan berusaha membuatnya mengerti," gumam Mike dalam hati.
"Tania, aku adalah orang yang sulit membiarkan sesuatu yang aku inginkan berpindah ke tangan orang lain. Apapun akan aku lakukan untuk bisa bersamamu, bahkan melawan dunia jika harus," Mike menyemangati dirinya sendiri sambil membayangkan senyum manis Tania dan rambutnya yang terbang tertiup angin semalam.
Mike telah jatuh cinta pada Tania sejak pertama kali melihat gadis itu. Kini ia tak akan pedulikan lagi perasaan Mega padanya. Mega layaknya jadi sahabat dan saudari baginya. Sejak pertama bertemu, Mike memang sudah memutuskan untuk tidak jatuh cinta pada Mega. Dan itu akan sulit baginya untuk membuka hatinya bagi gadis itu.
Puisi dan sepanjang jalan kenangan.
~Bersambung~
_pembaca yang budiman, terima kasih telah mampir dan membaca novelku. Jangan lupa meninggalkan komentar kritik dan saran, serta mohon dukungannya dengan tidak lupa untuk vote. Stay Home, jaga kesehatan selama masa pandemik virus Covid - 19.
Tuhan memberkati_
__ADS_1