SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR
Episode 40


__ADS_3

"Aku menginginkan dirimu seorang. Tak ada yang lain. Tak akan kubiarkan orang lain mengambilmu dari sisiku."


.


.


.


Subuh - jam 03.14 WIB - Kevin, Mega dan Mike tiba di Jakarta. Mereka tidak saling mengantar. Di perempatan lampu merah Matraman, mereka berpisah. Kevin dan Mike belok ke kiri, sedangkan Mike belok ke kanan menuju arah Salemba.


Kevin tidak memebelokkan sepeda motornya menuju kost Mega. Ia terus mengambil posisi jalan lurus menuju kostnya. Dia membawa Mega menginap ke kostnya. Uppss, lebih tepatnya singgah karena hari sudah pagi.


Hari ini adalah hari Minggu jadi ada baiknya Mega beristirahat saja di kostnya, pikir Kevin. Mega hanya diam saja mengikuti Kevin. Ia sudah benar-benar kelelahan.


Kevin menghentikan sepeda motornya tepat si sebuah gang, mematikan mesin lalu mendorongnya ke dalam halaman tempat parkir motor depan kost Kevin.


Mega menunggu Kevin dan mengikuti kekasihnya masuk ke dalam kost. Sebuah kamar kost berukuran besar. Semua fasilitas hampir lengkap. Yang tak ada hanyalah kompor dan peralatan masak karena Kevin tak pernah masak di kost, untuk makan ia selalu membelinya.


Dua buah speaker dan peralatan musik tertata rapi di dalamnya. Dindingnya dihiasi dengan gambar-gambar poster pemain musik kelas dunia - wajah Slash-lah yang paling banyak tampak.


Sebuah spring bed yang dilengkapi sprei berwarna perpaduan merah dan hitam - ada lukisan setangkai mawar berukuran besar terpampang tepat di tengah ranjang. Kevin memang hampir memiliki segala yang ia butuhkan. Alat record pun ia punya.


"Mandilah Mega, bersihkan tubuhmu. Ada kran air panas di kamar mandi," kata Kevin seketika pada Mega yang masih bengong di dalam kamar kekasihnya.


"Aku tak ada baju ganti, Vin," jawab Mega jujur.


"Pakai saja punyaku. Memangnya kamu pikir aku tak bisa meminjamkan bajuku ?" sahut Kevin cepat.


Mega diam. Ia membuka jaket dan tasnya lalu meletakkannya ke atas lantai sebelum Kevin memintanya untuk memindahkannya ke atas kursi.


Kevin memberinya handuk dan segera Mega melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Mega hendak menutup pintu namun tiba-tiba Kevin menahannya. Kekasihnya itu masuk ke dalam. Mega melotot tajam. Jantungnya seketika berdegup kencang.


"Ada sikat gigi baru disini, pakai saja. Sabun dan shampo semuanya ada," terang Kevin menunjukkan perlengkapan mandi.


Mega hanya tersenyum melihat kekasihnya yang sangat perhatian dan menyediakan semua keperluan mandinya.

__ADS_1


Kevin hendak melangkahkan kakinya keluae namun ia berhenti seketika ketika melihat senyuman Mega yang begitu manis dan menggodanya.


Setelah sempat mematung sesaat, Kevin memberanikan diri melangkan mendekati Mega dan berdiri di depan Mega, kekasihnya.


Tangannya meraih kepala Mega, mengelus rambut kekasihnya sejenak dan menghentikan gerakan tangannya tepat pada tengkuk kekasihnya.


"Kamu manis sekali, Mega," bisik Kevin lembut. Mega merasakan napas Kevin memburu dan menyapu wajahnya. Mega tak bergerak. Jantungnya serasa mau copot. Tentu saja, ketika berdua bersama seorang lelaki di dalam kamar mandi, apa yang akan dirasakan pertama kali kalau bukan debaran jantung yang begitu hebatnya ?


"Maafkan aku karena sifatku yang berlebihan tadi disana, aku mencintaimu. Aku tak mau kehilangan dirimu," bisik Kevin lagi.


Mega memberanikan diri menatap mata kekasihnya.


"Aku yang salah, Vin. Harusnya aku menjaga perasaanmu," kata Mega lembut.


Tanpa berkata-kata lagi, Kevin langsung menarik tengkuk Mega, mendekatkannya dan mendaratkan sebuah ciuman mesra pada bibir Mega. Ciuman pertama pada gadis yang ia cintai saat ini.


Mega seperti kesetrum arus listrik. Sama halnya dengan Kevin, ini adalah ciuman pertama di bibirnya, dan yang melakukan itu adalah lelaki yang baru saja ia sakiti perasaannya. Atas dasar rasa bersalahnya, Mega memejamkan mata dan merangkul dengan erat tubuh kekasihnya.


Kevin terus saja mengulum bibir kekasihnya itu. Sesaat terdengar desahan Mega lalu membalas ciuman Kevin. Kevin mendorong pelan tubuh Mega hingga terhenti dan bersandar pada dinding kamar mandi.


Kevin melepaskan ciumannya pada bibir Mega, lalu menatap tajam mata kekasihnya. Kedua tangannya melingkar erat di pinggul Mega.


Kalimat Kevin yang baru saja diucapkan seolah-olah membuat Mega samakin bergairah. Ia menatap Kevin dengan tatapan manjanya.


"Aku pun demikian. Jadilah satu-satunya untukku, Kevin," balas Mega pelan dan memeluk Kevin. Erat sekali.


"Aku mandi dulu, kamu keluarlah." Mega melapaskan pelukannya lalu tertawa kecil meminta kekasihnya untuk meninggalkannya sendirian.


Mega terperanjat ketika dengan cepat Kevin menarik tubuhnya dan memeluknya lagi.


"Kamu tak mau mengajakku untuk mandi berdua denganmu ?" tanya Kevin genit dan mengedipkan matanya.


"Nanti, kalau kamu sudah berhasil menjadikanku istrimu," balas Mega lembut dan mendorong dada Kevin pelan.


Kevin sama sekali tak melepaskan pelukannya. Malah semakin mengeratkan pelukannya dan sekali lagi mendaratkan ciuman hangat pada bibir Mega. Mega membalasnya mesra dan mereka membiarkan gejolak dalam diri mereka tercurahkan pagi itu - di dalam kamar mandi.

__ADS_1


* * * * *


Mega telah selesai membersihkan tubuhnya. Ia mengenakan sebuah baju kaos berwarna putih polos, sebuah celana pendek berwarna hitam. Kevin meminjami pakaiannya untuk kekasihnya itu.


Di dalam kamar mandi Kevin sedang membersihkan tubuhnya. Mega dengan cepat mengeluarkan handphonenya dari dalam tasnya ketika terdengar suara telepon - sebuah panggilan dari Mike.


Tanpa ragu-ragu, Mega menjawab telepon Mike. Ia tak memikirkan kejadian tadi lagi.


"Halo, Mike. Ada apa ?" tanya Mega setelah menjawab telepon dari Mike.


"Mega, aku memikirkanmu. Apakah kamu baik-baik saja ? Kevin tidak memarahimu, bukan ?" tanya Mike cepat.


"Aku baik-baik saja, Mike. Kevin tidak marah. Dia mengerti. Aku sedang berada di kostnya," jawab Mega pelan.


"Syukurlah kalau begitu, Mega. Titip salamku buat Kevin," sahut Mike cepat.


"Ya. Jangan lupa istirahat, Mike. Kamu masih harus bekerja," kata Mega mengingatkan sebelum Mike mematikan teleponnya.


Mega meletakkan kembali handphonenya ke atas meja Kevin. Tatapan matanya berhenti sejenak ketika matanya tertuju pada sebuah foto keluarga yang terletak di atas meja. Sebuah foto keluarga Kevin beserta keluarganya.


Mega meraih foto itu, melihat-lihat sejenak sebelum meletakkan kembali. Ayah dan ibu Kevin mengenakan seragam PNS.


"Apakah mereka akan menerimaku menjadi menantu mereka ? Keluargaku tidak seperti keluarganya, mereka sepertinya orang berada," batin Mega lalu meraih kembali handphonenya dan mencari foto ayah dan ibunya.


"Ayah, ibu, tetap sehat untukku ya. Aku bangga menjadi anak kalian. Semoga keluarga Kevin menerimaku," bisik Mega pada foto ayah dan ibunya. Tak terasa air matanya menetes.


Baru saja lelaki yang adalah kekasihnya itu menciumnya dan ia tak mau lagi ada lelaki lain yang menggantikan posisi Kevin dalam hidupnya. Ia berjanji untuk menyelesaikan kuliahnya tepat pada waktunya agar Kevin segera mengajakknya menuju singgahsana altar suci.


"Amin ya Tuhan," bisik Mega lagi lalu meletakkan kembali handphonenya.


Pintu kamar mandi terbuka dan kekasihnya itu keluar dari kamair mandi. Mega bergerak cepat berlari kecil ke arah Kevin dan memeluk lelaki itu. Tentu saja Kevin kebingungan. Dahinya mengernyit.


"Apakah keluargamu akan menerimaku ?"


Mega menempelkan kepalanya pada dada Kevin setelah menanyakan hal itu. Kevin kebingungan.

__ADS_1


"Apa maksudnya ?"


🙏 Jangan pernah bosan menunggu kelanjutannya ya. Stay home dan jaga kesehatan. Terima kasih sudah setia membaca Salam Terakhir. Tuhan memberkati. 🙏


__ADS_2