
Puisi ini adalah sebuah puisi yang sempat ditulis Tania untuk Mike. Tania tidak mempunyai keahlian dalam mengolah kata-kata puitis. Ia tak seperti Mega, ataupun Mike, kekasihnya.
Entah mengapa, terlintas dalam benaknya untuk merangakai puisi ini. Seolah-olah ia sudah dapat merasakan kepergian yang saat ini tengah ia alami.
Tania seperti menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Mike yang tak kembali. Namun ini bukan sebuah rencana manusia. Tania mungkin hanya terbawa suasana, sehingga lahir sebuah puisi ini.
Ketika Tania menemui Mega dan menceritakan tentang apa yang telah Mike lakukan secara diam-diam di belakangnya, pada saat itulah rasa inu muncul; ia ingin melepaskan Mike. Ia tak mau terluka.
"Puisi hampir selalu lahir dari setiap hati yang sedang goyah, yang sedang terluka, yang sedang menangis."
Akan tetapi waktu berkata lain; ia memberikan Tania kesempatan untuk memaafkan Mike dan menerima Mike beserta segala kesalahannya.
__ADS_1
Dan puisi ini hanya menjadi sebuah puisi tak bertuan. Tersimpan rapi dalam bilik jiwa Tania. Dalam hati yang hampir menyerah kala itu...
MATAMU
Hari ini aku melihat cinta
Pada matamu yang indah
Melambaikan tangan tanda perpisahan
Hari ini aku menemukan cinta
__ADS_1
Cinta yang memanggilku kembali
Setelah sekian purnama merintih tertahan di hati
Ah, aku tak mau terluka, sungguh.
Hari ini aku mendengar kata cinta
Dari tatapan matamu yang memberi seribu pesan
Waktu tak salah
__ADS_1
Aku yang tak berani untuk memilikimu.
Kalau saja puisi ini berhasil dikirim Tania kepada Mike, apa yang terjadi ? Akankah kisah mereka akan selesai pada saat itu juga ?