SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR
Episode 37


__ADS_3

"Ketika menyadari jarak masih memisahkan, rindu adalah sebuah luka."


.


.


.


Mike melepaskan pelukannya. Tania menunduk malu-malu. Ia tak sanggup menatap mata Mike, lelaki yang hari ini di hari ulang tahunnya telah menjadi kekasihnya.


Udara semakin dingin namun sama sekali tak menyurutkan keinginan Tania untuk segera beranjak pergi dari perkebunan teh. Ia meletakkan kedua tangannya pada dada bidang Mike, sedangkan Mike melingkarkan kedua tangannya pada pinggulnya.


Tanpa berkata apa-apa, Tania menggerakkan kepalanya lalu membiarkan kepalanya menempel pada dada Mike. Mike lagi-lagi memeluknya dan memainkan rambut gadis yang telah menerimanya menjadi kekasihnya.


Di sebelah, Kevin dan Mega pun demikian. Mega memeluk Kevin erat karena tak kuasa menahan dingin yang mulai menyerang mereka. Mereka masih menunggu - mereka akan pulang jika Mike dan Tania sudah memberi tanda kepada mereka untuk kembali ke rumah ibu Icha.


"Aku akan merindukanmu malam ini, Mike," kata Tania memecah keheningan.


"Aku telah merindukanmu pada hari-hari sebelumnya, Tania," jawab Mike lembut, tepat di telinga kekasihnya itu.


Mereka lalu diam. Mike masih membiarkan kepala kekasihnya menempel di dadanya.


"Kita pulang ya. Perjalanan kami masih jauh," kata Mike berbisik.


Tania mengeratkan pelukannya beberapa saat lalu mendongakkan kepala menatap kekasihnya dan mengangguk pelan. Mike melambaikan tangan pada Mega dan Kevin yang sedari tadi menunggu tanda dari mereka.


* * * * *


Sebentar lagi suara adzan akan berkumandang. Keempat remaja itu masih duduk dan tak ada satu pun dari mereka yang berbicara.


Di dekat pintu, Mega duduk terdiam - kekasihnya duduk tepat di sampingnya. Ia masih terpukau memikirkan lelaki yang dulu pernah ia cintai, Mike, yang hari ini berhasil menyatakan cintanya pada gadis yang ia cintai.


"Dulu aku mengungkapkan perasaanku dengan menuliskan puisi untukknya. Tapi hari ini, dia melakukan hal yang lebih menakjubkan. Tania beruntung mendapatkan Mike. Semoga cinta mereka kekal selama-lamanya," gumam Mega dalam hatinya.


"Bro, ayo kita pulang. Perjalanan kita masih jauh. Aku besok bisa tidur sepuasnya tapi kamu harus bekerja, kan ?" kata Kevin memecah keheningan.


Mike mengangguk dan memandangi Tania. Kekasihnya itu membalas menatapnya. Dalam hatinya ia benar-benar terkesan dengan perjuangan Mike.


"Aku pamit dulu sama ibu, ya," kata Mike tiba-tiba.

__ADS_1


Tania mengikuti langkah kekasihnya yang berdiri dan berjalan menuju dapur.


"Bu, terima kasih ya. Kami pamit, mau pulang ke Jakarta. Maaf merepotkan," kata Mike pada ibu Icha.


"He'e aman wae Ibu mah, hampura teu aya nanaon. Beginilah keadaan rumah Ibu," jawab ibu Icha lembut dengan bahasa campurannya.


"Tidak apa-apa Bu, senang bisa sampai disini. Titip Tania ya, Bu," kata Mike lagi sambil menyalami tangan ibu Icha.


Mike kembali ke ruang tamu diikuti ibu Icha dan Tania. Mega dan Kevin berdiri dan menyalami ibu Icha. Mereka berpamitan.


Tania mengantar mereka menuju tempat Mike dan Kevin memarkirkan sepeda motor. Tania memeluk Mega dan berulang-ulang kali mengucapkan terima kasih.


"Kalian hati-hati ya, semoga selamat sampai Jakarta," pesan Tania.


Mike hanya mengangguk, tidak mengatakan apa-apa. Tania melepaskan pelukannya pada Mega dan mendekati kekasihnya itu.


"Mike, hati-hati ya. Jaga keselamatanmu untukku. Aku cuma akan bisa menjaga hatimu, bukan nyawamu," bisik Tania pelan.


Mike menatap sesaat gadis yang telah menjadi kekasihnya itu dan tersenyum. Dengan cepat, ia memeluk kekasihnya itu dan mendaratkan sebuah kecupan mesra di kepala gadis itu.


"Aku akan merindukanmu, Mike," bisik Tania lagi.


"Daaa Tania, jaga dirimu ya," kata Mega sambil melambaikan tangan pada Tania.


Tania membalas melambaikan tangan - bahkan sempat menyentuh tangan sahabatnya itu.


"Tania, jaga dirimu ya. Aku mencintaimu," kata Mike lalu menarik gas sepeda motor dan meninggalkan Tania.


Tania hanya mengangguk kecil. Rona wajahnya menampakkan kesedihan setelah kekasihnya dan kedua sahabatnya itu pergi.


Ia masih berdiri dan memandangi sepeda motor mereka hingga hilang di balik rumah tetangga.


Tania kembali ke dalam dan langsung menuju dapur. Ia memeluk ibu Icha dan mengucapkan terima kasih pada ibu Icha yang telah mengizinkan Mike dan sahabatnya itu mengunjunginya.


* * * * *


Kevin menghentikan sepeda motornya ke pinggir jalan. Mike mengikuti mereka dan menghentikan motornya di belakang motor Kevin. Mereka turun dan berdiri di pinggir jalan.


Pandangan mereja tertuju pada pemandangan desa dan lampu-lampu rumah yang berada di lembah. Mereka tidak kembali lewat Cibadak. Mike sengaja meminta Kevin mengambil jalur puncak agar membayar lelah kedua sahabatnya itu dengan pemandangan indah sepanjang jalan dari Puncak menuju Jakarta.

__ADS_1


"Kita istirahat sebentar ya. Pemandangan disini indah," kata Kevin sambil tersenyum. Mega dan Mike mengangguk kecil.


Di dekat mereka pun ramai orang-orang yang berpasangan menghabiskan malam Minggu mereka. Kevin berjalan menuju sebuah pondok kecil, disana ada seorang bapak yang sedang mengipas api, seorang penjual jagung bakar. Ia membeli tiga buah jagung bakar dan memberikan kepada Mega dan Mike.


"Masih pukul delapan, kamu tidak apa-apa kan, bro ?" tanya Kevin pada Mike.


"Santai, pulang pagi pun aku akan tetap berangkat kerja," jawab Mike.


"Kamu gak capek ?" tanya Mega cepat.


"Tidak mungkin capek. Tania kan sudah menerima cintanya," sahut Kevin dengan nada bercanda.


"Hehehehe, bukan soal itu, bro. Komitmen harus tetap dijaga. Aku harus menggantikan posisi rekanku yang sudah menggantikanku hari ini," jawab Mike menjelaskan.


"Kamu gila ya, aku dan Kevin panik dengan apa yang kamu lakukan tadi," sela Mega seketika.


"Kalau aku tahu itu hanya permainan kamu, aku tak peduli," sahut Kevin sambil mengunyah jagung bakarnya.


"Hehehehe, sudah kukatakan sebelumnya. Kalian akan tahu nanti," jawab Mike sambil tersenyum ke arah kedua sahabatnya.


Mereka mengobrol hingga jagung bakar di tangan mereka habis. Kevin dan kekasihnya tak henti-hentinya memuji dan sesekali mengumpati Mike setelah apa yang telah ia lakukan tadi sore.


"Bro, apakah ada rencana untuk menjemput Tania jika ia telah menyelesaikan penelitiannya ?" tanya Kevin tiba-tiba sambil membuka bungkusan rokoknya dan mengeluarkan sebatang dari sana.


"Aku belum memikirkannya,,,,"


"Kalau dia libur pasti dia melakukannya," kata Mega memotong perkataan Mike.


Mike hanya tersenyum. Pikirannya kembali tertuju pada Tania. Mega dan Kevin seperti biasa, disamping Mike mereka sibuk selfie. Sesekali mereka meminta Mike bergabung.


Mereka tampak sangat bahagia hingga tanpa mereka sadari, sudah hampir dua jam mereka bernostalgia disitu.


"Ayo berangkat," kata Kevin mengajak Mike untuk pulang. Mike mengangguk kecil.


Baru saja mereka hendak bergerak meninggalkan tempat itu, hujan turun dengan derasnya dan memaksa mereka untuk mengurungkan niat mereka. Mike dan Kevin kembali menghentikan sepeda motor dan mencari tempat berteduh di bawah pohon.


"***Jaga keselamatanmu untukku. Aku cuma akan bisa menjaga hatimu, bukan nyawamu."


🌼Terima kasih untuk tetap setia menunggu kelanjutan cerita Mike dan Tania. Dukung terus dan jangan lupa like, vote dan komen. Tetap jaga kesehatan. Tuhan memberkati. 🌼***

__ADS_1


__ADS_2