
"Masa lalu; aku ingin berdamai denganmu"
.
.
.
Setiap orang pasti mempunyai masa lalu. Entah itu membahagiakan, menyakitkan ataupun biasa-biasa saja. Dalam kisah cinta pun demikian. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada masa lalu yang tiba-tiba muncul kembali dan kita secara tahu dan mau untuk masuk kembali ke masa lalu itu ?
Ketika berbicara tentang masa lalu, mantan kekasih misalnya - yang perlu kita lakukan ialah mengikhlaskan, bukan melupakan karena melupakan itu sulit bagi siapapun. Sekeras apapun kita berusaha, kenangan sekecil apapun pasti akan tetap hidup dalam ingatan kita.
Inilah yang dialami Mike saat ini. Masa lalunya bersama Laura kini datang kembali, menyiksa batin dan mengganggu konsentrasi kerja dan kuliah Mike tentunya.
Adalah sebuah kesalahan baginya karena telah sekian lama mengikhlaskannya namun ia masuk kembali ke dalam kehidupan masa lalunya itu. Laura, gadis yang pernah sangat ia cintai itu kini tengah bergulat hebat dengan apa yang ia khawatirkan.
Lalu bagaimana dengan Tania, gadis yang masih dalam hitungan hari menjadi kekasihnya ? Akankah Tania ikhlas menerima jika Laura sungguh-sungguh mengandung anak dari Mike, kekasihnya ?
Dengan wajah terlihat kusut, Mike bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Pikirannya kacau, tak tenang. Pengakuan Laura malam tadi masih terus mengiang di telinganya.
Ia berusaha melupakannya agar bisa berkonsentrasi untuk mengikuti kuliahnya hari ini. Ia melangkah menuju ke tempat sepeda motornya diamankan lalu dengan cepat mengeluarkan sepeda motornya.
Ia harus menuju ke kostan Mega untuk menjemput sahabatnya itu. Ya, Mega, satu-satunya tempat yang mungkin bisa menampung keresahannya saat ini. Ia sudah meminta izin Kevin untuk menjemput Mega dengan alasan ada hal penting yang mau mereka bicarakan sehingga Kevin mengiyakan. Tentu saja Kevin pasti akan penasaran.
Mike membunyikan klakson motornya setelah tiba di kostan Mega. Dengan segera Mega keluar dari kamar kostnya. Mukanya kelihatan lusuh, mungkin karena kelelahan.
"Kamu kelihatan sangat letih. Semua baik-baik saja, bukan ?" tanya Mike spontan.
Mega tidak langsung menjawab. Ia hanya memberikan senyum kepada Mike lalu mengisyaratkan kepada Mike agar mereka segera berangkat.
"Sebentar aku menunggumu di kantin. Temui aku disana," ujar Mike cepat ketika mereka meninggalkan parkiran kampus.
"Ada masalah serius ? Aku pikir kamu akan jaga jarak denganku setelah kejadian kemarin," sahut Mega seketika.
"Aku harus melakukan ini. Aku sudah memberitahu Kevin," jawab Mike santai dan terus berjalan memasuki ruangan kelas.
* * * * *
__ADS_1
"Ayo, ikut aku." Kata Mike tegas ketika mereka keluar dari ruangan kelas. Mega menuruti permintaan Mike, berjalan mengikuti sahabatnya itu menuju parkiran sepeda motor.
"Bukannya di kantin ?" tanya Mega seketika.
"Disini tidak kondusif. Kita ke tempat biasa saja," sahut Mike serius.
Mega naik ke sepeda motor dan duduk di belakang Mike. Mereka langsung melaju menuju tempat biasa, sebuah taman yang telah menjadi saksi seluruh kisah Mike.
Tidak ada percakapan sepanjang perjalanan menuju taman. Mega pun ikut terdiam mematung di belakangn Mike.
"Apakah Mike sedang berada dalam masalah serius ?" tanyanya dalam hati.
Tidak butuh waktu lama untuk tiba di parkiran taman. Seperti biasa, penjaga parkir selalu menyapa Mike karena sudah tidak asing lagi dengan Mike dan Mega.
Mike membalas salam penjaga parkir itu seadanya lalu mengajak Mega untuk masuk ke taman.
"Ada apa, Mike ? Sepertinya ada yang sangat serius," tanya Mega cepat ketika mereka duduk di bangku yang sudah menjadi tempat langganan mereka.
"Aku melakukan sebuah kesalahan besar, Mega," jawab Mike datar.
"Maksudnya ?" tanya Mega lagi sambil mengernyitkan dahinya.
Mike sejenak terdiam. Ia menarik napas dalam-dalam.
"Katakan, apa masalahmu, Mike ?"
"Aku bertemu dengan gadis yang pernah berada di masa laluku."
Mike kembali diam. Mega pun demikian. Ia menunggu Mike melanjutkan apa yang ingin ia katakan.
"Beberapa waktu lalu saya menemuinya di sebuah hotel,,,,,"
"Stop. Jangan lanjutkan lagi. Kamu benar-benar memalukan. Berani-beraninya kamu melakukan itu ?" potong Mega cepat dengan nada langsung meninggi.
"Dengarkan aku dulu, Mega,,, "
"Tidak. Aku tak mau mendengarkan apa-apa lagi. Kamu benar-benar memalukan." Lagi-lagi Mega menyambar tak mau meberikan kesempatan pada Mike untuk melanjutkan pembicaraannya.
"Aku kecewa sama kamu, Mike. Berani-beraninya kamu melakukan ini. Apakah kamu memikirkan perasaan Tania jika ia tahu apa yang kamu lakukan ?"
__ADS_1
"Aku belum menjadi kekasih Tania ketika aku menemui Laura,,, "
"Oh, jadi nama gadis itu Laura ?"
"Ya, namanya Laura. Dia mantan kekasihku. Dia telah menikah dan memiliki seorang anak. Tapi ia telah bercerai dengan suaminya," jelas Mike pelan.
"Janda ? Kembalilah saja dengan janda kesayanganmu itu. Jangan sakiti Tania. Dia masih polos." Nada suara Mega semakin jelas terdengar bahwa ia sedang kesal. Mike hanya diam kali ini.
"Entah kamu sudah menjadi kekasih Tania atau belum pada waktu kamu menemui janda itu, kamu tetap salah. Kamu telah memberikan harapan pada Tania. Kamu memberinya perhatian, dan yang jelas kamu sedang menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanmu pada Tania. Betul begitu, bukan ?" tanya Mega tajam. Tak ada jawaban dari Mike. Ia tampak gusar.
"Jangan bilang kalau janda itu tengah mengandung anakmu," tanya Mega cepat. Mike membelalakan matanya dan menatap Mega lekat dengan tatapan penuh rasa bersalah.
"Dia sedang telat datang bulan,"
"Prrraaaakkkk..."
Mike kaget. Mega memukul dengan keras botol aqua di depannya ke atas meja yang terbuat dari batu.
"Dasar ******** kamu, Mike."
"Mega,,,,, "
"Diam. Jangan mengatakan apapun." Kali ini nada suara Mega benar-benar tegas dan lantang, bahkan sampai menunjukkan jari telunjuknya ke wajah Mike.
"Tolong jangan katakan ini pada Tania, Mega. Aku belum siap dia mengetahui hal ini."
Mega hanya membisu tak mau menggubris sedikitpun apa yang Mike katakan. Ia benar-benar kesal, tak menyangka ternyata Mike bisa sekejam ini.
Sejenak ia memikirkan bagaimana rasanya dikhianati seperti ini apabila dia berada di posisi Tania. Tanpa ia sadari air matanya mulai menetes membasahi pipinya.
Entahlah, ia masih menyimpan rasa terhadap Mike sehingga ia pun ikut merasakan sakit atau karena ia saat ini sedang memnayangkan bagaimana perasaan Tania jika ia tahu hal ini.
"Aku memintanya untuk memastikan lagi apakah ia benar-benar hamil atau hanya terlambat datang bulan," kata Mike memecah keheningan. Suaranya terdengar melemah.
"Aku mau pulang. Kamu urusi saja dulu jandamu itu," sahut Mega tiba-tiba sambil berdiri dan mengambil tasnya.
"Mega, tolong dengarkan aku dulu. Aku membutuhkan dirimu. Tolong jangan tinggalkan aku. Suasana hatiku sedang kacau saat ini," pinta Mike cepat menahan kepergian Mega.
"Antar aku pulang, atau aku akan pulang sendiri." Kata Mega tegas. Ia benar-benar ingin pergi.
__ADS_1
Mike pasrah lalu menuruti permintaan Mega. Ia berdiri dan berjalan dengan langkah kaki setengah gemetar.
"Terima kasih masih menunggu kelanjutan kisah Mike dan Tania. Sempat mengalami beberapa kendala sehingga tidak update episode baru, kali ini kembali lagi dengan semangat baru. Terima kasih para pembaca setiaku. Tuhan memberkati."