
Mike baru saja tiba di tempat kerja. Setelah serah terima shift jaga, ia mengambil alih tugas di meja utama pintu masuk hotel. Jam-jam seperti ini memang banyak tamu yang berkunjung - ada yang sendiri, ada yang membawa pasangan. Ia menyapa satu per satu tamu yang berkunjung dan memeriksa setiap mereka yang datang.
Hal seperti ini ia lakukan sudah hampir tiga tahun semenjak ia diterima bekerja disini sebagai security. Mike bersyukur bahwa pekerjaan ini dapat membantu kehidupannya dan juga kini membantu biaya kuliahnya. Mike mencintai pekerjaannya.
Tidak seperti malam-malam sebelumnya, malam ini ia lebih fokus pada pekerjaan. Pikirannya tidak terbagi antara Mega dan juga Tania. Setelah pertemuannya tadi pagi dengan Kevin, ia sudah memutuskan untuk mengenalkan Mega kepada Kevin. Ia bisa memanfaatkan kesempatan ini - Kevin pintar bermain musik; bermain gitar dan piano. Sedangkan Mega, gadis yang berbakat menulis puisi, ia nanti bisa menyandingkan mereka pada sebuah proyek musikalisasi puisi. Bukan saja hanya Mega, Mike juga bisa memakai tenaga temannya itu untuk membantunya menyatakan perasaanku pada Tania - ya, nanti, setelah Mega sudah jatuh cinta pada Kevin dan tidak lagi berharap lebih padanya.
Ditinggal pergi oleh Cindy, memang masih menyisakan luka yang mendalam bagi Kevin. Tidak mudah baginya untuk jatuh cinta pada seorang gadis, apalagi pada gadis yang baru saja ia kenal. Mungkin Mike akan sulit membuat Kevin jatuh cinta pada Mega tetapi Mike yakin, jika sudah ada benih perasaan suka pada diri Mega terlebih dahulu, itu akan terasa lebih mudah. Tambah lagi, Mega adalah gadis yang nekat - apapun yang ia inginkan pasti akan ia perjuangkan. Dia sama seperti Mike tetapi dalam hal ini, Mike tidak bisa membalas cintanya. Mega berusaha dengan keras untuk mendapatkan cinta Mike sedangkan Mike akan berusaha dengan keras agar Tania takluk padanya.
Mike menyapa dan memeriksa sepasang kekasih yang baru saja datang ke hotel. Tampaknya mereka tidak menetap di Jakarta, maksudnya mereka ke Jakarta hanya berlibur. Mike dapat memastikan itu dari aura mereka ketika membalas salamya. Mereka tampak seperti ketakutan bahwa hotel tempat Mike bekerja tidak bisa menerima sepasang tamu yang belum sah menikah ketika sang pria bertanya padanya persyaratan menginap di hotel. Mike hanya tersenyum dan meminta mereka masuk setelah memastikam mereka bukan tamu yang berbahaya dan menyuruh bertemu dengan resepsionisnya.
Mike kembali duduk di meja setelah menjalankan tugas pemeriksaan tamu hotel. Ia tiba-tiba merasakan getaran di saku celananya, handphonenya bergetar tanda ada pesan masuk. Ia segera merogoh ke saku celana lalu mengeluarkan handphonenya. Dengan cepat Mike membukanya dan melihat pesan dari siapa yang masuk. Mega. Sebuah pesan whatsapp dari Mega. Ibu jarinya bergerak membentuk beberapa garis pola di layar untuk membuka lockscreen. Lalu dengan cepat mengklik pada notifikasi pesan masuk dan membacanya.
"Apakah kamu masih marah padaku ? Maafkan aku. Aku hanya mau bilang, aku merindukanmu," Mike tersenyum sendiri membaca isi pesan dari Mega. Sejenak pikirannya langsung mengingat pada niatnya untuk mengenali Mega pada Kevin.
"Lupakan saja. Aku tidak mau mengingatnya lagi. Aku akan menemuimu jika sedang tidak sibuk," jarinya mengetik beberapa saat lalu mengirim balasan kepada Mega. Ia tidak pedulikan lagi apakah Mega masih akan membalasnya atau tidak sama sekali. Ia merogohkan tangannga kembali dan memasukkan handphone pada saku celananya
__ADS_1
*****
"Mega, ada seorang temanku waktu SMA, dia pintar bermain musik. Jika kamu mau, kalian bisa bekerja sama membuat sebuah musikalisasi puisi," jari Mike mengetik pada layar androidnya beberapa saat lalu mengirimya pada Mega. Ia baru saja tiba di kostnya setelah melepas piket jaga. Mike meletakkan handphonenya ke atas meja dan berjalan mendekati lemari pakaian, mengeluarkan sepasang baju dan celana santai.
Mike merebahkan tubuhnya hendak beristirahat tapi handphoneku tiba-tiba berdering. Sebuah panggilan masuk dari Mega. Tanpa berpikir panjang ia langsung menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan Mega.
"Halo, Mike. Kamu sudah di kost ? Tanya Mega segera setelah Mike menjawab panggilannya.
"Ya, baru saja tiba di kost," jawab Mike sekenanya.
"Ada apa, Mega ?" Mike berbalik bertanya lagi.
"Boleh yah Mike," kata Mega lagi sambil memohon.
"Aku mau istirahat. Nanti malam saja, aku libur besok," jawab Mike tenang menolak Mega. Ia memang benar-benar tidak mau diganggu jika sudah lepas piket jaga shift malam.
__ADS_1
Dulu, sebelum Mega datang ke kehidupannya, tidak ada yang mengganggu waktu istirahatnya. Kini, semenjak Mike masuk kuliah dan bertemu dengan Mega, pikirannya selalu dibuat pusing dengan urusan hati, urusan perasaan, urusan cinta.
"Yasudah kalau begitu. Maaf mengganggu. Aku menunggumu menjemputku sebentar malam," sahut Mega ketus. Mega kecewa. Tetapi Mega sama sekali tidak merespon pesan Mike tadi. Ahh, nanti sajalah baru dijelaskan, batinnya.
"Jangan marah Mega. Aku benar-benar ingin istirahat," katanya cepat sebelum Mega mematikan teleponnya tanpa mengatakan apa-apa lagi.
Mike meletakkan kembali handphonenya di atas meja, memutar kipas angin ke arahnya lalu kembali ke ranjang dan memeluk bantal guling. Mike memikirkan sikapnya barusan. Mungkin Mega kecewa dengan penolakannya. Memang sangat jarang Mike menolak permintaan Mike. Semuanya berubah setelah Mike mengetahui isi hati Mega dan Mike berusaha untuk menghindarinya. Apalagi untuk saat ini, sudah ada Tania yang telah ia bawa masuk dalam kehidupan pribadinya.
"Semoga saja Mega mau menerima tawaranku. Cepat atau lambat aku pastikan, Mega akan jatuh cinta pada Kevin, pada sosok pria yang hemat berbicara, humoris dan sangat pandai meainkan jarinya pada toots-toots piano, dan juga memainkan jemarinya memetik senar gitar."
Kenangan pahit Kevin bersama Cindy semoga lekas sembuh agar Kevin dapat membuka hatinya bagi gadis lain. Mike percaya, Kevin adalah tipe pria penyayang. Ia telah terlanjur menyayangi Cindy dengan sungguh hingga ia tak menyadari bahwa Cindy tidak sepenuh hati mencintainya. Cindy diam-diam memiliki kekasih lain selain Kevin. Sakit hati yang sudah lama sekali ia pendam dalam hatinya membuat ia menjadi tertutup dan tidak memiliki pacar sejak ia putus dengan Cindy.
Sekarang dia sudah disini, di Jakarta bersama dengan Mike setelah lama mereka tidak berjumpa dan tak ada kabar sedikitpun. Mike ingin melanjutkan hubungan persahabatan yang telah mereka bangun di masa putih abu-abu mereka. Mike akan berusaha membantunya untuk menyembuhkan lukanya yang telah lama ia dapatkan dari Cindy dan Mega-lah gadis yang ia rasa tepat untuk Kevin.
🌹Pembaca yang budiman. Terima kasih sudah membaca karyaku. Mohon dukungannya untuk like, komentar untuk perbaikan dan jangan lupa vote.
__ADS_1
Jagalah kesehatan, stay home dan patuhi setiap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah selama masa pandemi ini.
Tuhan memberkati.🌹