SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR
Episode 45


__ADS_3

Enam Bulan Kemudian


.


.


.


"Jangan menyembunyikan apapun lagi padaku, sekecil apapun itu. Aku sudah terlanjur mencintaimu."


Senja telah berlalu pergi meninggalkan lelah tiada taranya bagi Tania. Hari yang benar-benar melelahkan bagi dirinya - setelah sibuk dengan urusan kampus, ia harus dibuat sibuk lagi untuk menjaga hati dan perasaannya.


Kejujuran memang sesuatu yang wajib namun tak bisa dipungkiri, ada hati yang akan terluka setelahnya. Apalagi jika itu adalah masalah perasaan.


Tania tak bisa memejamkan matanya meski hampir sejam lebih berjuang keras menutup matanya - berharap lelah yang ia rasakan hari ini dapat membuatnya terlelap dalam sekejap agar ia mampu melupakan sejenak permasalahan hatinya.


"Maaf, aku telah menduakanmu meski waktu itu kamu belum menjadi kekasihku. Aku telah melukai hatimu."


Apa yang telah Mike, kekasihnya itu katakan tadi masih terngiang dengan sangat jelas di telinganya. Bagaimana mungkin lelaki yang kini berada di dalam bilik hatinya, yang telah berhasil menumbuhkan rasa cinta di dalam hatinya ternyata masih berhubungan dengan mantan kekasihnya ?


"Aku akui salah. Harusnya aku menjaga perasaanmu dan tidak menemuinya waktu itu karena aku memang sedang menunggu waktu untuk menyatakan perasaanku padamu. Maafkan aku, Tania."


Tanpa ia sadari, perlahan satu per satu air matanya mulai menetes membasahi pipinya. Tania memeluk erat boneka panda hadiah ulang tahun pemberian Mega.


Saat ini, yang bisa ia lakukan hanyalah menangis. Ia tak tahu harus berbuat apa. Ingin ia mengakhiri saja hubungannya dengan Mike yang baru beberapa bulan namun berat ia lakukan; ia telah mencintai lelaki itu dengan hatinya.


Seketika bayangan Mega, sahabatnya menyelinap masuk ke dalam pikirannya. Tanpa berpikir sekali dua kali, Tania meraih handphonenya, memainkan jarinya pada layar androidnya dan mencari nama Mega pada kontak whatsappnya.


"Halo, Tania. Ada apa ? Kamu belum tidur ?"


Pertanyaan Mega tak mendapat jawaban dari Tania. Yang terdengar hanya suara isak tangis dari Tania.


Mega tahu betul, Tania bersedih lantaran apa yang telah dilakukan Mike. Mungkin saja Tania telah mengetahuinya, pikirnya.

__ADS_1


"Ada apa denganmu, Tania ? Kamu baik-baik saja, bukan ?" tanya Mega berpura-pura tidak tahu.


"Aku baik-baik saja, Mega. Tapi hatiku sedang tidak baik," jawab Tania lembut setelah lama terdiam.


Tania tak tahu harus memulai dari mana untuk menceritakan kepada Mega, sahabatnya itu. Ia mengusap air matanya, menarik napas dalam-dalam lalu berusaha menenangkan dirinya sejenak.


"Aku tak menyangka Mike akan melakukan ini padaku," lanjut Tania lagi. Kali ini Mega terdiam membiarkan Tania berbicara.


"Aku sudah terlanjur mencintainya. Tapi mengapa Mike tega melakukan ini padaku ?"


"Janda itu hamil ?" potong Mega.


"Kamu sudah mengetahuinya ?" tanya Tania cepat.


"Maafkan aku, Tania. Bukan bermaksud merahasiakan ini padamu namun aku pun membenci Mike. Sejak aku mendengarnya, aku memutuskan untuk tidak menghubunginya lagi. Di kampus pun aku selalu menghindarinya," jelas Mega.


"Aku tak tahu harus membencinya atau tidak sama sekali," kata Tania pelan.


"Janda itu mengandung anak Mike ?" tanya Mega lagi.


Jelas terdengar disana ada penyesalan dalam diri Tania. Andai saja Mike memilih untuk menutupi ini dan tidak menceritakan pada Tania apa yang terjadi antara Mike dan Laura, mungkin saja Tania tak akan merasa dikhianati seperti ini.


Namun harus diakui sikap jujur yang Mike lakukan - tidak semua lelaki sama seperti dirinya, benar bukan ?


Meskipun akan menyakitkan bagi Tania, Mike tetap memilih untuk mengatakannya pada Tania. Ia sadar betul Tania pasti akan merasa sedih. Beruntung bahwa mantan kekasihnya itu hanya terlambat datang bulan dan Tania masih memaafkannya.


Andai saja tidak seperti itu kenyataannya, mungkin saat ini ia bukan lagi kekasih Tania - Tania mungkin saja langsung mengakhiri hubungan mereka.


"Lalu, kamu memaafkannya ?" tanya Mega memecah keheningan.


"Aku harus bagaimana, Mega ? Aku sudah terlanjur mencintainya."


Kedua sahabat itu sama-sama diam. Serba salah memang. Memilih bertahan atau mengorbankan perasaan. Toh apa yang dilakukan Mike itu jauh sebelum Tania menjadi kekasihnya.

__ADS_1


"Semoga Mike tidak lagi berhubungan dengan janda itu," lanjut Mega lagi masih dengan kata janda yang melekat di dalam benaknya - rasa kesal dan kecewa masih membekas ketika pertama kali mendengar pengakuan Mike.


"Aku pun berharap demikian. Aku memaafkannya bukan berarti aku bodoh tapi karena aku menghargai kejujurannya. Lagipula itu ia lakukan sebelun ia menjadi kekasihku."


"Aku yakin Mike akan berubah. Percayalah padaku, Tania."


Kali ini Mega pun ikut luluh. Tak ada lagi kemarahan dalam dirinya. Mike melakukan hal yang tepat. Ia jujur mengakui apa yang telah ia lakukan bersama gadis masa lalunya itu.


Tania kembali memeluk boneka pandanya setelah mengucapkan terima kasih dan mematikan teleponnya. Dengan cepat ia membuka galeri dan memandangi foto Mike.


"Jangan menyembunyikan apapun lagi padaku, sekecil apapun itu. Aku sudah terlanjur mencintaimu," bisik Tania.


* * * * *


Sama halnya dengan apa yang dilakukan Tania, Mike pun demikian. Disana, ia tak bisa memejamkan matanya.


Raut wajah kecewa Tania setelah mendengar pengakuannya masih terus membayanginya. Ia tahu betul Tania kecewa dengan kejujurannya namun ia tak ada pilihan lain.


Rasa cintanya pada Tania pun semakin besar. Ia menunggu hingga beberapa bulan setelah memastikan bahwa Laura hanya terlambat datang bulan.


Harusnya ia tak usah mengatakan ini pada Tania, toh ia yakin Mega pun tak akan mengatakan ini pada Tania. Ia tahu betul siapa Mega, gadis yang dulu pernah sangat mencintainya.


Mike meraih handphonenya, mencoba untuk menelepon Tania namun ia mengurungkan niatnya. Ia tak mau mengganggu Tania yang saat ini sedang terluka karena kejujurannya.


"Maafkan aku, Tania. Aku mengatakan ini padamu karena aku mencintaimu. Aku hanya ingin kamu tahu apa yang telah aku lakukan sebelum aku menjadi kekasihmu agar tak ada yang aku sembunyikan padamu. Maafkan aku. Aku mencintaimu," gumam Mike.


Ia berusaha memejamkan matanya namun ia tak bisa melakukannya. Mike lalu bangun dari ranjangnya, berjalan menuju dispenser dan mengambil segelas air. Barangkali segelas air mampu menenangkan pikirannya agar ia dapat memejamkan matanya malam ini.


Jika kejujuran tetap saja melukai hati seseorang, bagaimana dengan kebohongan ?


Rasa cinta yang semakin besar pada Tania lah yang memaksanya untuk jujur mengatakan apa yang telah terjadi antara dirinya dan Laura, mantan kekasihnya yang kini menjanda dan mengurusi sendiri putrinya.


Ia telah berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga perasaan Tania. Ia tak akan lagi berhubungan dengan masa lalunya yang hanya akan merusaki hubungannya dengan Tania.

__ADS_1


Laura pun sudah mengatakannya bahwa biarlah semuanya berlalu dan menjadi kenangan. Ia menghargai keputusan Mike untuk tidak lagi menghubunginya.


🙏 "TERIMA KASIH MASIH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN KISAH CINTA MIKE DAN TANIA. DUKUNG TERUS "SALAM TERAKHIR" 🙏


__ADS_2