SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR
Episode 22


__ADS_3

Hari ini Mike tidak kemana - mana. Sejak bangun pagi, ia hanya diam di kost - membaca beberapa buku dan melanjutkan menulis beberapa puisi yang belum usai.


Mike memanfaatkan waktu kosongnya sebelum sebentar malam ia akan kembali bertugas shift malam sebagai seorang security.


Tidak ada bayangan yang menghadirkan wajah Tania ataupun Mega. Mega kini tengah sibuk menjalani hubungan asmaranya bersama Kevin.


Pertemuan Mega dengan Tania sudah memberikan titik terang pada Mike - tak ada lagi keraguan - Mike hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan isi hatinya dan Tania akan menerimanya, menjadi kekasihnya.


Tania sudah mengatakan bahwa dia merasa nyaman ketika berada bersama Mike semenjak pertemuan pertama dan beberapa kali pertemuan mereka. Dia sudah memberikan tanda dan Mike telah mendengarnya sendiri.


Mike menyelesaikan satu buah puisi yang telah ia mulai beberapa minggu lalu namun baru bisa diselesaikan hari ini - sebuah puisi tentang masa lalu yang telah ia kubur dalam-dalam beberapa tahun terakhir.


Mike tak pernah mengisahkannya pada Mega, Kevin bahkan Tania - mereka tidak ada yang tahu tentang masa lalu Mike. Toh tidak ada juga yang bertanya.


Mike sengaja menulis puisi itu agar kelak, ketika Tania sudah menjadi kekasihnya, ia tak akan lagi melakukan kesalahan yang sama.


Semuanya telah ia gambarkan dalam puisinya yang berjudul Cinta dan Luka; mengisahkan seorang gadis yang mengajarinya apa itu cinta dan gadia itu sendirilah yang mengajari bahwa di dalam cinta ada hal-hal yang harus menjadi konsekuensi dan harus kita ikhlaskan.


*****


Mike duduk di meja tempat ia biasa duduk berjaga sepanjang malam ketika bertugas. Ia memeriksa beberapa tamu hotel yang akan masuk dan menginap di dalam hotel tempatnya bertugas menjaga keamanan.


Waktu di jam tangannya sudah hampir pukul sepuluh malam. Mike baru saja mengantar seorang tamu hotel ke meja resepsionis ketika tamu itu meminta Mike mengantarnya - seorang bapak setengah tua yang menjalani tugas bisnisnya ke Jakarta.


Bapak itu dari luar Jakarta dan akan berada di Jakarta selama beberapa hari kedepan untuk menjalankan tugas bisnisnya.


Bapak itu menelepon seseorang dan mengatakan bahwa ia telah menemukan hotel untuk menginap. Ia juga mengatakan bahwa ia telah menyewa satu kamar lagi dan dia mengirim alamat hotel kepada orang yang ia telepon. Mike sejenak berpikir bahwa bapak itu tidak sendirian, ia datang dengan seseorang lagi.


Mike baru saja duduk beberapa menit, lalu ada suara yang menyapanya - suaranya tidak asing. Mike mengangkat wajahnya dan matanya beradu pandang sesaat - tanpa berkata-kata satu kata pun. Ia mematung sesaat.


Gadis yang berada di depannya saat ini ikut mematung. Tak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulutnya - hanya sebuah sapaan selamat malam - sebelum Mike mendongakan kepala melihat wajahnya.


Laura, gadis yang pernah mendiami hati Mike kini berada di depan mantan kekasihnya yang ia tinggalkan tanpa berita apapun. Keadaan keluarganyalah yang membuatnya meninggalkan Mike.


Rambutnya yang panjang terurai, lentik bulu matanya dan sorot matanya yang tajam tak berubah sedikitpun. Hanya lesung di bagian kiri pipinya yang belum tampak.


Kaki Mike gemetar sesaat. Rasanya ia ingin kembali menjatuhkan tubuhnya ke kursi. Mike tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


Gadis yang telah mengajarinya apa itu cinta lima tahun lalu ketika ia berada di bangku SMA kelas tiga. Gadis yang kemudian membawa kebahagiaan sesaat sebelum membuatnya menguburkan semuanya dalam-dalam ketika ia menghilang tanpa pesan apapun.


Kabar terakhir yang ia dengar adalah Laura sudah menikah dengan anak seorang Camat salah satu kecamatan di propinsi Nusa Tenggara Timur.

__ADS_1


Laura kini berada di hadapannya dengan pesonanya yang masih belum berubah, hanya berat badannya yang sudah bertambah - karena sudah memiliki anak.


"Maaf, ada yang bisa saya bantu, Nona ?" tanya Mike tiba-tiba, berusaha menyembunyikan apa yang kurasakan saat ini.


Sejenak Laura merasakan sakit yang teramata dalam ketika mantan kekasihnya itu menyapanya santun dengan sebutan nona.


"Oh, hmm. Aku mencari penginapan dan sudah ada yang memesannya untukku di hotel ini," jawab Laura setengah gugup.


Pikiran Mike mulai kemana - mana setelah mendengar Laura mengatakan kamarnya sudah ada yang booking. Ia memikirkan bapak tadi.


"Lalu siapa dia bagi Laura ? Ah tidak. Aku tidak boleh memikirkan yang tidak baik tentang Laura," gumamnya seketika.


"Oh ya. Aku akan mengantarmu," jawab Mike cepat.


Laura hanya diam dan menurut. Namun ia tak mau langsung pergi begitu saja. Ini kesempatan pertama setelah lima tahun berpisah dengan Mike. Ia masih ingin menatap Mike lebih lama lagi.


"Mike, maafkan aku. Aku tidak tahu aku harus memulai dari mana," kata Laura tiba-tiba mencegah kaki Mike untuk melangkah.


Mike berhenti dan membalikkan badannya dan menghadap Laura lagi. Tatapannya diarahkan persis hingga menatap Laura dengan tajam. Darahnya mendidih dengan sangat cepat ketika mendengar Laura mengatakan maaf.


"Semudah itu setelah kau hancurkan hatiku, Laura ?"


Mike masih belum mengalihkan pandangannya, tatapannya masih lekat menatap tajam matanya.


Laura semakin tak bisa menahan air matanya. Ia mulai gemetar. Kakinya tak luat menahan dirinya.


"Aku dijodohkan waktu itu karena hutang ayahku tidak bisa dibayar. Aku terjerat cinta paksa yang mengharuskanku menikah muda. Ayahku tidak bisa membayar hutang pada bapak Camat dan aku terpaksa menikahi anaknya," terang Laura. Suaranya gemetar, air matanya perlahan mulai menetes dengan cepat.


Sejenak Laura mengingat kembali kenangan pada masa itu. Air matanya tak bisa ditahan lagi. Ia tak peduli dimana ia berada sekarang, diperhatikan oleh orang di sekitar pun ia malas tau.


Mike pun tak sanggup berdiri sehingga ia menjatuhkan tubuhnya pada kursi. Tak ada satu katapaun yang keluar dari mulutnya.


Gadis yang dulu sangat ia cintai, cinta pertamanya yang nengajarinya apa itu cinta kini kembali dan menampakkan pesonanya di hadapannya setelah ia berhasil mengikhlaskannya.


"Mike, maafkan aku. Aku tau ini sudah terlambat, dan kamu mungkin tidak memaafkan aku," kata Laura memelas setelah Mike belum juga mengatakan apapun.


Laura menghampiri Mike dengan cepat dan memegang tangan Mike. Beruntung bahwa tak ada yang melihat pemandangan itu, teman kerja Mike tak ada - ia sedang ke seberang jalan memesan kopi. Mike hanya diam membiarkan Laura melakukannya.


"Mike, maukah kamu memaafkanku ?" Laura bertanya lagi dengan nada memohon. Wajahnya menunjukan segala pengesalannya.


"Aku tahu aku sudah tak pantas lagi untukmu. Aku sudah memiliki satu anak, aku mengurusnya sendirian. Aku resmi berpisah dengan suamiku setelah aku berhasil membayar semua hutang ayahku. Aku bekerja sebagai assisstant pribadi seorang pengusaha sekarang. Dia berada di hotel ini dan menghubungiku untuk menginap disini karena telah membooking kamar untukku. Tadinya aku ingin menginap bersama saudaraku tetapi bosku tidak mengizinkannya," Laura berusaha menjelaskan semua tentangnya.

__ADS_1


Mike merasa lega setelah tahu ia bukan gadis panggilan atau apapun itu. Ia berusaha membuang jauh-jauh pikiran negatif itu lalu memberanikan dirinya menatap Laura lagi.


"Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf. Aku memahami kondisimu sekarang," kata Mike tenang sambil menebar senyum, berusaha kuat menghadapi apa yang ia alami saat ini.


Laura mengusap air mata di pipinya lalu membalas senyum Mike. Lesung di pipi kirinya kini tampak sangat jelas.


"Lesungmu masih tetap indah," kata Mike memuji, berusaha menghilangkan kesedihan di mata Laura. Mike tak punya cara lain, ia sudah mengikhlaskan Laura dan mengubur dalam-dalam rasa cintanya yang pernah ada.


Baru saja Mike menyelesaikan sebuah puisi tentang Cinta dan Luka yang digoreskan Laura dalam hatinya dan malam ini Laura berada di hadapannya.


Betapa dahsyatnya rencana Tuhan. Ini tentung mengajarkan kepada kita bahwa dalam sebuah hubungan yang telah berakhir, yang harus kita lakukan ialah mengikhlaskan. Melupakan mungkin tak akan bisa bagi siapapun itu.


Laura kini kembali tersenyum dan menampakan pesonanya yang masih belum hilang.


"Aku sudah mengikhlaskanmu Laura. Berbahagialah. Kamu pantas mendapatkannya. Tak usah lagi memikirkanku. Aku baik-baik saja. Aku sudah lega, kamu sudah menjelaskan alasanmu. Aku turut prihatin atas apa yang kamu alami. Setidaknya aku bahagia Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk bertemu disini. Jangan menyalahkan dirimu. Aku akan selalu mendukungmu. Berbahagialah Laura," kata Mike panjang lebar menenangkan Laura.


Laura kembali tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada Mike. Tangan kanan Mike tiba-tiba bergerak sendiri mengelus pipi Laura. Laura hanya diam. Mike menebarkan senyumnya sekali lagi.


"Masuklah, bosmu menunggumu," kata Mike lagi sambil menyilakannya masuk.


Mike berjalan di depannya menuju resepsionis, berbincang sebentar dengan salah satu resepsionisya dan meminta cardlock kamar nomor 21 untuk Laura.


"Terima kasih Mike," kata Laura setelah menerima cardlock kamarnya. Mike hanya tersenyum.


Laura hendak melangkah pergi meninggalkan Mike karena takut bosnya menelepon lagi. Bosnya memang bukan seorang yang gampang marah. Ia baik dan banyak membantu Laura. Laura menghentikan langkahnya.


"Mike, bolehkah aku bertemu denganmu lagi ?" Tanya Laura. Mike tersenyum lagi.


"Aku selalu standby di depan Nona Laura," jawab Mike bercanda padanya sambil sedikit membungkuk padanya. Laura ikutan tersenyum. Ia lalu melangkah pergi meninggalkan Mike. Mike pun segera keluar dan kembali ke meja jaganya.


Mike menyenderkan tubuhnya pada kursi, mendongakkan kepela keatas, memejamkan matanya , membayangkan kembali apa yang baru saja terjadi.


Sungguh tak ada lagi rasa sakit di hatinya. Ia sudah mengikhlaskan semuanya. Laura harus berbahagia dan tak boleh lagi merasa bersalah pada Mike. Dia sudah melakukan hal yang benar.


"Tuhan, semoga Laura selalu bahagia dan tak ada lagi masalah berat yang menghampirinya," Mike membatin mendoakan Laura.


🌹Pembaca yang budiman. Terima kasih sudah membaca karyaku. Mohon dukungannya untuk like, komentar untuk perbaikan dan jangan lupa vote.


Jagalah kesehatan, stay home dan patuhi setiap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah selama masa pandemi ini.


Tuhan memberkati. 🌹

__ADS_1


__ADS_2