SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR
Episode 39


__ADS_3

"Tiada hal lain yang istimewa dalam cinta selain menyadari bahwa aku semakin mencintai dan takut kehilangan."


.


.


.


Mike berdiri di depan villa dan memandangi titik-titik air hujan yang menetes dari atap villa. Tatapannya kosong. Benar, Kevin cemburu dengan apa yang ia lihat baru saja.


Di dalam, Kevin mencoba melepaskan pelukan Mega. Ia meminta kekasihnya itu untuk tetap berdiri dan menghangatkan tubuhnya disitu, di dekat pendiangan.


"Kita akan pergi kalau kamu sudah tak kedinginan lagi," bisik Kevin.


Mega mengangguk dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Kevin. Lalu dengan langkah gontai, Kevin menghampiri Mike di depan pintu.


"Mau rokok, Bro?" tanya Kevin menawarkan rokoknya kepada Mike.


"Tidak. Terima kasih, Bro," jawab Mike cepat setelah menyadari Kevin telah berdiri di sampingnya.


Mereka lalu diam. Kevin menyulutkan rokoknya. Ia menyemburkan asap yang sangat tebal pada tarikan pertamanya.


"Aku rasa kamu harus tau dan sekarang waktunya, Bro," kata Mike memecah keheningan. Kevin melirik ke arah sahabatnya itu dengan wajah kebingungan.


"Sejak aku masuk kuliah, aku sudah mengenal Mega. Kami dekat sekali. Aku selalu mengantar dan menjemputnya di kostnya," kata Mike lagi menjelaskan.


Menurutnya, Kevin memang harus tahu. Kini ia menyesal telah mengenali Mega kepada Kevin tanpa menjelaskan pada Kevin apa sebenarnya yang telah terjadi.


Mega mungkin pernah menjelaskan pada kekasihnya tetapi belum sedetail mungkin sehingga Kevin masih merasa cemburu sampai hari ini.


"Mega memang pernah mencintaiku. Dia kecewa denganku karena aku tak membalas cintanya," lanjut Mike lagi. Kevin masih diam menikmati sebatang rokonya.


"Sesungguhnya aku juga mencintai dia, tetapi aku tidak bisa menerima dia sebagai kekasihku. Aku hanya bisa mencintai dia sebagai sahabat, sebagai saudariku." Kali ini Mike mencoba melirik ke arah Kevin.


"Aku senang jika kamu cemburu. Itu artinya kamu benar-benar mencintai Mega sekarang," lanjut Mike sambil tersenyum.

__ADS_1


Kevin masih tetap diam tak merespon penjelasan Mike.


"Sampai hari ini, aku dan Mega masih sangat dekat karena Mega pun telah mengikhlaskanku dan mau mencintaiku sebagai sahabat dan saudaranya."


Mike masuk lagi ke dalam villa dan meraih jaketnya. Mega masih diam dan menghangatkan tubuhnya di dekat pendiangan.


Mike tak menyapanya sama sekali. Lelaki itu keluar lagi dan menemui Kevin yang masih berdiri di luar.


"Maafkan aku, Bro. Aku pikir wajar jika aku cemburu. Aku sudah sangat mencintai Mega. Aku tidak mau kehilangan untuk kedua kalinya, Bro," kata Kevin sambil melirik ke arah Mike ketika sahabatnya itu kembali berdiri di sampingnya.


"Aku yang harus minta maaf. Aku yang memintanya. Aku yang salah," sahut Mega tiba-tiba. Gadis itu telah berdiri di belakang mereka.


Mike menoleh ke belakang tapi Kevin tetap kokoh berdiri pada posisinya. Mega melangkah maju lalu memeluk lagi kekasihnya.


"Aku tidak mau hubunganmu sama Mike akan hancur, Vin," kata Mega lagi.


"Kalau aku marah, aku sudah pergi dan meninggalkan kalian ketika aku melihat kalian berpelukan tadi," balas Kevin cepat.


Mike tersentak kaget dengan ucapan Kevin yang menyambar ucapan Mega. Ia melirik sesaat sahabatnya itu.


"Tolong jangan berdebat lagi. Aku yang salah," sela Mega tiba-tiba.


"Aku tidak akan lagi berpelukan dengan Mike seperti tadi. Maukah kamu memaafkan aku ?" tanya Mega pada kekasihnya.


Kevin menyemburkan asap terakhirnya dan membuang puntung rokok itu sembarangan. Toh pasti akan dimatikan oleh air hujan. Ia melirik kekasihnya dan tersenyum.


"Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf. Sudah kukatakan, kalau aku marah aku sudah pergi dan meninggalkan kalian. Maaf jika cemburuku ini terkesan berlebihan, karena aku mencintaimu Mega," bisik Kevin pada kekasihnya.


Mega tersenyum dan memeluk Kevin. Kevin melirik ke arah Mike yang sedang menatap kosong ke luar. Dalam hatinya ia merasa bersalah masih bersikap seperti itu tepat di depan kekasihnya.


"Bro, maafkan aku," katanya lagi pada Mike. Mike menoleh ke arah Kevin dan tersenyum.


"Santai, Bro. Aku juga minta maaf. Semoga setelah ini tak ada lagi salah paham di antara kita," balas Mike.


Mike berjalan masuk kembali ke villa dan mengambil jaket Kevin dan Mega. Kedua sahabatnya itu ia biarkan saling berpelukan di depan pintu.

__ADS_1


Mike kini lega, setidaknya dengan kejadian ini memberinya pelajaran untuk tidak lagi terlalu dekat dengan Mega, apalagi sampai berpelukan seperti tadi.


Hari ini Kevin, mungkin saja besok atau lusa Tania yang akan cemburu. Benar, cemburu memang bukan melulu pada orang lain. Cemburu bisa kepada siapa saja. Kepada saudara sekalipun, apalagi sahabat.


Mike menarik napas panjang dan melepaskannya lalu keluar dan menemui kedua sahabatnya itu.


"Mega, kamu sudah siap untuk melanjutkan perjalanan ?" tanya Mike tiba-tiba.


Mega melepaskan pelukannya. Ia menoleh ke arah Mike.


"Ya, aku rasa sudah. Bajuku akan kering sendiri di jalan jika terkena angin," jawab Mega.


Mike menyerahkan jaket kepada Kevin dan Mega lalu mereka bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali.


Hujan memang selalu menuliskan kisahnya sendiri. Ia tak saja meninggalkan genangan, namun juga kenangan. Dulu, hujan memberikan kesempatan Mega hampir tertidur di dada Mike. Dan hari ini, hal itu terjadi lagi. Akankah masih ada lagi atau hari ini menjadi pelajaran terakhir setelah diketahui Kevin benar-benar cemburu ?


"Bro, maaf soal tadi. Aku harap ini tidak membangun sebuah tembok di antara kita. Aku memang harus belajar untuk tidak cemburu jika itu kamu. Maaf jika aku berlebihan." Kevin mencegat langkah Mike.


Mike berhenti dan menatap Kevin, sahabatnya.


"Bro, aku ikut senang kalau kamu cemburu. Aku yang akan menjaga sikapku jika berada di dekat Mega. Hari ini kamu cemburu, besok atau lusa bisa saja Tania," jawab Mike .


"Aku bahagia kamu sudah melupakan Cindy dan cintamu kini hanya untuk Mega, Bro," bisik Mike pelan meledek sahabatnya. Tentu saja Mega tak mendengarnya.


"Hehehehe, jangan membahas itu lagi. Aku ingin Mega sekarang," sahut Kevin sambil tertawa kecil dan berlalu pergi menuju sepeda motrnya.


Mereka mengencangkan tali helm bersamaan. Kevin merapikan kembali jaketnya, begitu juga Mega.


Sudah tengah malam. Mereka harus buru-buru tiba Jakarta agar Mike bisa beristirahat karena ia harus bekerja.


"Semoga tidak ada lagi halangan di jalan ya, kita harus sudah tiba di Jakarta sebelum pagi," kata Mike sebelum mereka meninggalkan villa.


Mega mengencangkan pelukannya pada Kevin. Mereka berdua mengambil posisi di depan dan membiarkan Mike mengikuti mereka dari belakang.


Mereka menyempatkan diri mengucapkan terima kasih kepada bapak penjaga villa dan melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju Jakarta. Mereka tak peduli lagi pemandangan indah lampu-lampu desa di lereng bukit. Hujan telah mengacaukan segalanya.

__ADS_1


🌼Stay Home and Keep Strong. Jaga kesehatan masing-masing. Terima kasih masih setia membaca dan menunggu kelanjutan "Salam Terakhir". Tuhan memberkati. 🌼


__ADS_2