SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR
Episode 72 - 2


__ADS_3

^^^"Entahlah, aku merasa Mike masih selalu ada di dekatku. Mengikutiku kemanapun aku pergi."^^^


Tania langsung menuju cafe Kevin dan Mega setelah selesai bekerja. Kali ini ia benar-benar ingin bertemu dengan kedua sahabatnya itu. Ia ingin menceritakan semua kejadian aneh yang akhir-akhir ini membuatnya bingung dan merasa bahwa Mike masih hidup.


Tania langsung mendorong pintu cafe setelah ia tiba disana. Ia tak peduli dengan tatapan kaget sebagian pengunjung yang sedang menikmati hidangan mereka. Tania langsung menemui Mega dan Kevin yang sedang sibuk.


"Aku tak tahu harus memulai dari mana. Tapi... Aku butuh kalian. Kalian harus tahu ini... ."


"Tan, tenang dulu. Kamu minum dulu ya, baru cerita." Mega memberikan Tania segelas air mineral dan memberikan kode kepada Kevin untuk meninggalkan kesibukannya sebentar dan menemui mereka berdua.


Tania menenggak segelas air mineral yang diberikan Mega lalu menarik napasnya dalam-dalam. Matanya terlihat jelas hendak menjatuhkan air mata.


"Kalian harus katakan apakah aku salah, atau sudah waktunya untuk mengikhlaskan Mike."


Mega dan Kevin saling berganti pandangan. Bingung, belum memahami apa yang sedang dikatakan Tania. Kevin kemudian mengambil tempat duduk di sisi Tania, mengelus punggungnya dan memeluk kekasih sahabatnya itu.


"Masih ada aku dan Mega disini. Kamu tidak sendiri, Tania. Apapun yang kamu lakukan, kami tak mungkin menyalahkanmu. Memang ini berat bagimu tapi kamu tak harus terlalu lama berlarut dalam kehilangan."


Kata-kata Kevin seketika membuat Tania langsung menangis. Mega tak tega melihatnya, ia lalu ikut memeluk Tania. Ia dan Kevin benar-benar menjadi sandaran terakhir Tania saat ini atas semua yang telah terjadi sejak kepergian Mike.


"Aku memeluknya. Lelaki itu, entah dimana aku pernah bertemu dengannya, kapan pertama kali bertemu dengannya, tapi aku merasa sudah sangat dekat dengannya. Aku merasa dia pernah ada dalam kehidupanku. Aku merasa sangat nyaman berada dalam pelukannya."


Tania memulai ceritanya sambil mengusap air mata yang sudah mengaliri kedua pipinya. Mega dan Kevin masih tampak bingung, belum memahami cerita Tania. Satu hal yang mereka yakini bersama ialah Tania telah bertemu dengan seorang lelaki.

__ADS_1


"Namanya Nathan. Aku tak sengaja bertemu dengannya. Dia memelukku. Aku membalas pelukannya. Semuanya terjadi begitu cepat. Aku tak tahu apa yang terjadi di antara kami tapi aku merasakan kenyamanan saat ia memelukku. Aku merasa tak asing dengan dirinya."


Mega dan Kevin masih diam. Saling beradu pandang. Bergantian. Mereka membiarkan Tania menceritakan semuanya.


"Entahlah, aku merasa Mike masih selalu ada di dekatku. Mengikutiku kemanapun aku pergi."


Kevin nampaknya ingin mengatakan sesuatu tentang apa yang ia pikirkan setelah Tania mengatakan kalimat terakhir. Mungkinkah Nathan adalah reinkarnasi Mike?


"Aku ingin keluar dari masalah ini. Aku tidak ingin terus dihantui rasa bersalahku pada Mike," kata Tania lagi sambil sesenggukan.


"Hei, hei, Tania, kamu harus ikhlas. Mike sudah tiada. Kamu berhak melanjutkan hidupmu tanpa terus-terusan memikirkan seolah Mike masih ada," potong Kevin cepat. Tania hanya menunduk mendengar apa yang diucapkan Kevin baru saja.


Hancur hati Tania ketika sekali lagi ia disadarkan bahwa Mike memang sudah tiada lagi. Ia ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Mike telah tiada, lalu siapa dia yang kehadirannya terasa seperti Mike?


Tania tak menjawab apa-apa. Begitu juga Kevin. Apa yang dikatakan Mega ada benarnya. Bagaimana jika benar bahwa Nathan adalah Mike yang kembali untuk terus bersama-sama dengan Mega?


"Maaf aku telah mengganggu kesibukan kalian. Aku tidak punya siapa-siapa lagi sekarang. Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana. Saat ini, aku hanya merasa bersalah pada Mike setelah aku dengan berani memeluk lelaki yang baru saja kutemui di jalanan. Aku benar-benar merasa mengkhianati Mike."


Tania lagi-lagi menitikkan air matanya. Mengikhlaskan begitu saja lelaki yang dicintai, menghapus semua tentangnya, rasanya menjadi dosa paling berat. Hatinya benar-benar hancur. Ia sendiri belum sepenuhnya yakin dengan perasaannya saat ini. Benarkah Nathan adalah Mike? Benarkah Mike kembali dalam diri Nathan?


Mega seketika berdiri dan meninggalkan Tania dan Kevin. Ada pengunjung yang baru masuk dan ingin memesan sesuatu sehingga ia harus melayani tamunya tersebut.


"Tania, aku tak bermaksud memintamu untuk melupakan Mike. Tapi alangkah baiknya jika kamu membuka hatimu untuk Nathan. Biarkan dia mengisi hari-harimu. Setelah mendengar ceritamu, aku yakin Nathan adalah reinkarnasi Mike. Percaya tidak percaya, reinkarnasi itu ada. Dan aku yakin Nathan adalah Mike."

__ADS_1


Kevin mencoba meyakinkan Tania. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Ia sendiri masih meragukan apa yang dikatakan Kevin.


"Percayalah padaku. Ini pilihan yang terbaik sementara untuk saat ini sampai kamu mengetahui yang sebenarnya tentang Nathan."


Kevin menepuk lembut pundak Tania lalu memintanya untuk berhenti bersedih. Tania mengusap lagi air matanya dan mencoba tersenyum.


"Terima kasih, Vin. Maaf sudah mengganggu kesibukan kalian berdua," kata Tania setelah berhasil tersenyum.


"It's okay. Kamu tak sendiri. Kami akan selalu ada untukmu. Sampai kapanpun."


Keduanya lalu berpelukan. Tania beruntung masih memiliki sahabat Mike yang kini masih peduli dengan keadaan dan suasana hatinya. Ia tak dapat membayangkan apa jadinya jika tak ada Kevin dan Mega.


"Jadi,,, aku harus menerima Nathan dan mengenal lebih jauh lagi tentang dirinya?" tanya Tania lagi setelah berpelukan dengan Kevin. Kevin hanya memberikan sebuah senyuman dan anggukan kecil.


Namun mata Tania tak memandangi senyuman dan anggukan yang diberikan Kevin. Bola matanya sama sekali tak bergerak. Matanya tak berkedip. Tatapannya tiba-tiba tertuju pada sosok lelaki yang sedang melangkah hendak memasuki area cafe.


Dari balik kaca, Tania melihat dengan sangat jelas. Lelaki itu mengenakan kaos oblong berwarna putih bertuliskan "Amor Vincit Omnia" dalam bahasa Latin yang berarti "Cinta Mengalahkan Segalanya", celana panjang warna hitam dan sepatu berwarna putih.


Kevin berbalik dan mencari tahu siapa yang membuat mata Tania tak berkedip sama sekali. Dan benar, seperti dugaannya bahwa Mike ber-reinkarnasi. Ia pun seketika merasa seperti telah mengenal lelaki itu. Sangat dekat. Kevin berbalik lagi memandangi Tania dan memainkan ekor matanya penuh tanda tanya.


"Nathan?"


Tania dan Kevin sama-sama menyebut nama itu. Lelaki yang baru saja mereka bicarakan itu benar-benar muncul. Lelaki yang kehadirannya membuat Tania semakin terluka dan merasa bersalah pada Mike. Kali ini ia benar-benar muncul di hadapan mereka bertiga. Sebenarnya, siapa Nathan?

__ADS_1


__ADS_2