
"Aku mencintaimu. Aku ingin menjadi bahu ternyaman bagimu. Selamanya. "
.
.
.
Tania menyadari rasa yang ada dalam dirinya saat ini. Ia telah benar-benar merasakan kenyamanan yang lelaki itu berikan padanya. Ia telah sungguh-sungguh jatuh cinta pada Mike. Begitu pun Mike, namun ia masih menunggu waktu yang tepat. Dan hari inilah saatnya.
"Terima kasih telah melakukannya untukku, Mike," balas Tania.
Mike masih diam di posisinya. Tania melirik lagi dan memandangi lelaki itu. Sedangkan disana, Mega dan Kevin sibuk sendiri - sama sekali tak pedulikan mereka.
"Terima kasih juga untuk kejutannya hari ini, Mike," lanjut Tania lagi.
Mike menurunkan tangannya, lalu dengan lekat memandangi Tania yang berdiri di sampingnya. Ia mendekati Tania. Kini jarak mereka hanya tinggal lima senti.
Tania gugup. Juga Mike, ia terlihat begitu percaya diri namun sesungguhnya dalam hatinya ia pun merasa gugup. Jantungnya berdegup kencang. Namun lelaki itu berusaha menutupi kegugupannya.
Matanya erat memandangi mata Tania. Dekat sekali. Tania mendongakkan kepala dan membalas tatapan Mike.
"Tania,,,, "
Mike diam sesaat, tidak melanjutkan kalimatnya. Tangan kanannya bergerak dan meraih rambut Tania, lalu dengan lembut memainkan tangannya - membelai rambut gadis itu.
"Terima kasih sudah menjadi teman bagiku selama ini. Sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku telah merasakan sesuatu dalam diriku. Mungkin saja itu cinta."
Lagi-lagi Mike menghentikan perkataannya. Tangannya terus saja memainkan rambut Tania. Sedangkan Tania, ia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Ia seperti tersengat aliran listrik.
Belum pernah sekalipun ada seorang lelaki yang menyentuh rambutnya seperti saat ini. Sifatnya yang dingin semenjak masa SMA-nya, membuat tak satu pun lelaki yang berani mendekatinya. Padahalnya ia manis.
"Tolong jangan membunuhku, Mike. Kamu bisa saja membuat jantungku berhenti bila kau terus seperti ini."
Mike menghentikan sejenak gerakan tangannya tapi masih membiarkan tangannya tetap melekat di kepala gadis itu.
"Hari ini, di hari ulang tahunmu aku tak memberikan apa-apa. Tapi aku akan meminta sesuatu darimu." Mike melanjutkan kata-katanya yang sempat terhenti sebelumnya.
"Akankan semesta menjadi saksi, Mike ? Apakah kau benar-benar akan mengatakannya ?"
Seketika mata Tania membelalak ketakutan. Ia panik. Mike melepaskan tangannya dengan tiba-tiba dan ia terjatuh di hadapan Tania.
__ADS_1
Dengan rasa paniknya, Tania berteriak histeris. Lelaki yang baru saja memainkan rambutnya kini tergeletak di hadapannya. Entah apa yang terjadi, Mike tiba-tiba saja terjatuh.
Mega dan Kevin segera berlari ke arah Tania ketika mendengar teriakkan gadis itu.
Dengan segera Kevin mengangkat tubuh sahabatnya itu. Mereka tak tahu apa-apa dengan keadaan Mike sebelumnya. Entah Mike ada penyakit bawaan atau apapun itu, selama ini ia kelihatan baik-baik saja.
Mega mencoba menggoyangi tubuh Mike, berusaha membangunkan sahabat sekaligus saudaranya itu. Sedangkan Tania, ia sudah menitikkan air matanya. Ia telah menangis sedari tadi.
Kevin mencoba menyadarkannya namun sia-sia. Sahabtnya itu tidak bergerak sama sekali.
"Mike, ayo bangun. Ada apa denganmu ? Kenapa tiba-tiba kamu terjatuh seperti ini ?" panggil Tania dengan isak tangisnya. Ia menggoyangi tubuh Mike berulang-ulang kali.
"Mike, kamu kenapa ?" tanya Kevin cepat ketika mata Mike bergerak dan terbuka. Mega dan Tania diam seketika melihat Mike kini telah tersadar.
"Kamu kenapa, Mike ? Kamu baik-baik saja, bukan ?" tanya Mega dengan wajah muram. Gadis itu hampir menangis.
"Ta... Tania," kata Mike dengan suara putus-putus. Suaranya sangat kecil dan terdengar sangat lemas.
"Tolong ambilkan obat di saku celanaku, aku membawanya," kata Mike lemas.
Tanpa menunggu aba-aba lagi, Tania bergerak cepat. Ia mengusap air matanya lalu tangannya merogoh ke dalam saku celana Mike. Ia menggerakkan tangannya sesaat di dalam saku celana, namun tangannya tak menemukan obat apapun. Hanya kertas kecil.
Matanya melotot ketika berhasil membuka kertas itu. Tak ada obat apapun. Mike sengaja menggulungnya membentuk bulatan - tak ada obat apapun. Tania kini mematung membaca tulisan yang ada pada kertas itu.
"Kamu menangis, Tania ?" tanya Mike cepat lalu bangun.
Kevin melepaskan pelukkannya di kepala Mike. Mega sedikit mundur dan membiarkan Mike duduk tepat di depan Tania. Gadis itu masih mematung. Matanya melotot kebingungan.
"Apakah Mike hanya berpura-pura pingsan ?" Tania berpikir keras.
Tania menurunkan kertas itu lalu menatap tajam Mike yang duduk di hadapannya.
"Harusnya aku sudah tau sejak awal," gerutu Mega lalu berdiri dan menarik tangan Kevin. Ia mengajak kekasihnya untuk menjauh.
"Sialan,,,," umpat Kevin lalu berdiri dan mengikuti Mega.
"Apakah kamu mau, Tania ? Aku ingin menjadi bahu ternyaman bagimu," tanya Mike berbisik.
Tania membaca lagi tulisan yang ada pada kertas itu.
"Pada pertemuan pertama di taman malam itu, aku telah jatuh cinta padamu. Aku menyimpan rasa itu dalam hatiku. Hari ini, aku ingin mengeluarkannya tepat di hari ulang tahunmu. Aku mencintaimu, Tania. Jadilah kekasihku."
__ADS_1
"Kamu pikir ini lelucon ?" tanya Tania kesal sehingga moment romantisnya hilang.
Tania kini berbalik marah dengan apa yang Mike lakukan. Ia tak menjawab pertanyaan lelaki yang tengah duduk di hadapannya, yang baru saja berpura-pura pingsan hanya untuk menyatakan perasaannya.
"Karena aku mencintaimu. Aku hanya ingin hari ini menjadi hari yang tak akan terlupakan dalam hidupmu, Tania," bisik Mike lagi, pelan. Ia sama sekali tak terpengaruh dengan kemarahan Tania.
"Tapi apa yang kamu lakukan itu membuatku panik. Aku pikir kamu benar-benar pingsan, Mike," kata Tania lirih. Ia memelankan suaranya.
"Maafkan aku, Tania. Tapi aku butuh jawabanmu," bisik Mike genit.
Tania mendorong dada Mike hingga lelaki itu hampir tertidur lagi. Ia berdiri dan memalingkan tubuhnya membelakangi Mike.
Mike berusaha bangun lalu dengan cepat meraih tangan Tania. Tania tertunduk malu karena ia telah benar-benar menangis untuk lelaki yang sedang menunggu jawabannya.
"Tania, aku mencintaimu. Aku telah lama menunggu hari ini tiba. Aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku ?" tanya Mike lembut. Kedua tangannya masih memegangi tangan Tania dengan erat.
Tania mendongakkan kepalanya, menatap lelaki itu. Ia diam sesaat. Tak tahu apa yang harus ia katakan. Ia pun menunggu waktu ini namun setelah Mike mengungkapkan perasaannya di hadapannya, ia justru tak tahu harus menjawab apa.
Ia berusaha mengumpulkan keberanian dalam dirinya. Ia memejamkan matanya sejenak, menarik napasnya dalam lalu menghembuskannya pelan.
"Mike, setelah pertemuan kita aku memang telah merasa nyaman berada di dekatmu. Selama ini, aku tak pernah sedekat ini dengan lelaki lain. Aku selalu menghindar dan menjauhkan diriku sejak aku masih SMA." Tania memberanikan dirinya untuk mengutarakan isi hatinya.
"Hari ini, aku tak menyangka kamu menjawabi tantanganku. Aku tak berpikir akan seperti ini kejutan yang akan kamu berikan untukku. Aku pun mencintaimu," lanjut Tania lembut.
Mike mengangkat kedua tangan Tania lalu mendaratkan sebuah ciuman lembut pada punggung tangan gadis itu. Lalu Mike tersenyum. Tania diam membiarkan lelaki itu menciumi tangannya.
"Terima kasih, Tania," kata Mike lembut.
"Tolong jaga kepercayaan ini. Aku mau menjadikanmu kekasihku dan aku mau hanya kamu, dan hanya aku bagimu," kata Tania lagi. Itu seolah-olah sebuah wasiat, sebuah harapan yang Tania berikan pada Mike.
Mike mengangguk, lalu dengan cepat menarik tubuh gadis itu dan memeluknya. Tania membisu dan membiarkan tubuhnya berada dalam pelukan hangat lelaki yang kini menjadi kekasihnya.
Di seberang, Mega ternyata mengabadikan momen terindah itu. Ia merekam semua yang terjadi antara Mike dan Tania dan kebun teh menjadi saksi bisunya. Mega lalu memeluk Kevin kekasihnya.
Tanpa mereka sadari, hari sudah sangat sore. Kabut telah menari bebas menuruni gunung dan mengubah tempat mereka berada saat ini menjadi sangat dingin.
" Aku mencintaimu**. *****J********adilah satu-satunya untukku***."
🌼 Terima kasih untukmu semua pembaca nan budiman. Dukung terus karya ini. Jangan lupa like, vote dan komentar.
Stay Home dan tetap jaga kesehatan. Tuhan memberkati. 🌼
__ADS_1