
Meysa sangat membenci pacar Dion yang tidak lain adalah Allena. Meysa merasa cemburu saat Dion mengenggam tangan Allena. Meysa berencana akan mengungkapkan perasaannya kepada Dion saat istirahat nanti. Meysa juga akan membuat rencana agar Dion menjauh dari Allena.
Meysa saat ini berada di toilet, ia mencuci mukanya berkali kali. Setelah itu ia memakai make up nya. Kecantikan Meysa sangat terkenal di seluruh SMA Atlanta. Ia di juluki sebagai 'Princess of Atlanta'.
Terdengar suara sering ponsel Meysa, ia segera melihat siapa yang menelponnya pagi pagi begini. Ia melihat nama sepupunya di layar ponsel itu.
"Ya ada apa Han? " Tanya Meysa kepada Farhan yang berada di seberang telepon.
"Lo udah ada rencana nggak nyingkirin si culun itu? " Farhan penasaran dengan reaksi Meysa, karena orang yang di sukai Meysa telah di rebut perempuan culun.
"Udah, tenang aja. Yaudah, gue tutup ni ya, " Meysa langsung menutup panggilan dari farhan tersebut.
Tanpa sepengetahuan Meysa, ada yang mendengarkan percakapannya dengan Farhan. Orang itu adalah Angga, sahabat Dion.
*
Bel tanda istirahat pertama telah berbunyi, Alle dan Citra segera ke kantin untuk mengisi perut keroncongan mereka.
Mereka berjalan bersama sepanjang perjalanan menuju kantin. Orang orang melihat mereka, namun Alle dan Citra mengabaikannya.
Sedangkan Dion sedang berada di pekarangan belakang sekolah. Ia duduk menikmati angin sepoi sepoi di bawah pohon yang rimbun dan asri.
Jarang orang ke taman belakang, karena hanya geng BADALYKAS yang mempunyai kekuasaan di sana.
Dion hanya duduk sendiri di sana, sampai seorang wanita cantik juga duduk di sampingnya. Siapa lagi, kalau bukan Meysa. Dion mengalihkan pandangannya ke arah Meysa. Namun Meysa menutup matanya dan menikmati angin sepoi sepoi itu.
"Lo ngapain di sini? " Tanya Dion sambil menaikkan Alisnya. Meysa perlahan membuka matanya. Dion yang melihat itu terpesona.
Meysa tersenyum, "Gak ada gue cuman nemanin lo aja yang sendirian. Pacar lo itu di mana, kok kalian gak barengan? Padahal gue pengen kenalan loh sama dia! " Ujar Meysa.
"Sama temannya mungkin, " Sahut Dion sambil menatap kembali ke depan.
Meysa yang melihat itu tersenyum sinis, "Mana mau Dion sama si culun itu, " Batin Meysa.
__ADS_1
"Yaudah gue pergi dulu ya Mey, " Ucap Dion sembari berdiri lalu menepuk pantatnya yang terkena pasir tanah dan dedaunan yang berguguran.
"Eh tunggu yon! " Tukas Meysa sambil menahan tangan Dion. Dion menaikkan sebelah alisnya.
*
Sedangkan di kantin, Alle dan Citra menyantap lontong yang sudah tersedia di meja mereka. Meja mereka bersebelahan dengan meja geng BADALYKAS.
"Oiy, nona Alpha! Kok gak sama pasangannya sih? " Teriak Glenn dari meja sebelah Alle.
Sontak seluruh pengunjung kantin melihat ke arah meja Alle dan Geng BADALYKAS. Sedangkan Alle dan Citra berakting menunduk sambil gugup .
"Heh, mulut lo bisa diem nggak? " Ujar Gio. Glenn hanya menggelengkan kepalanya.
"Enggak, hehe soalnya kalo diem. Nih kantin jadi sarang hantu, duhh... " Ucap Glenn sambil cengengesan lalu mulut Glenn di tampar dengan sedikit milik Jenry.
"Gue tadi liat Dion ke belakang, lo susul aja si Dion ke sana, " Ujar Angga. Alle terdiam, semua orang yang di kantin itu membicarakannya.
"Fyehh... Mana mau si Dion yang ganteng itu sama Si culun, ya malu lah si Dion. Mungkin Si culun jual dirinya kali ke si Dion makanya Si culun jadi pacarnya si Dion, " Dan banyakan lagi cemoohan dan hinaan yang di lempar ke Alle.
Sesampainya di belakang sekolah, Alle melihat Meysa dan Dion sedang berduaan. Alle tidak langsung menghampiri nya, melainkan menguping apa yang sedang mereka bicarakan.
"Yon tunggu dulu! " Tukas Meysa sambil memegang tangan Dion.
Dion pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. Dion menatap wajah Meysa dan menaikkan sebelah alisnya.
"Gue cuma mau tanya, gue masih ada tempat nggak di hati lo? " Tanya Meysa gugup.
Dion memejamkan sebentar matanya, lalu menatap dalam Meysa. Ada keraguan di hati Dion, namun jika ia mengatakannya pada Meysa mungkin akan meringankan sedikit beban hatinya.
Dion dan Meysa tidak mengetahui kalau seseorang sedang mengintai dan menguping pembicaraan mereka berdua.
"Gue memang suka sama lo, gue juga pacaran sama Alle... karena gue pengen buat lo cemburu.... " Jawab Dion.
__ADS_1
Alle yang mendengarnya membulatkan penuh mata bulatnya itu. Alle merasa hatinya di hantam sejuta tusuk jarum bertubi tubi. 'Terluka namun tak berdarah' Batin Alle.
Alle tidak ingin berlama lama di sana, ia segera pergi daripada mendengarkan perkataan yang membuat hatinya lebih terluka lagi.
Alle berlari sambil menahan air matanya. Ia berjalan dengan cepat cepat menuju kelasnya. Kini Alle sadar atas kecurigaannya tersebut, ternyata Alle hanya di gunakan sebagai pacar agar Meysa cemburu.
'Mana mungkin Dion mau sama gue yang culun dan item, ternyata ini alasannya' Batin Alle.
Sesampainya di kelas, Alle melihat Citra sedang menungkupkan kepalanya ke meja.
Alle sekarang bingung, ia harus melakukan apa?
Alle sadar, orang ketiga di antara Dion, Meysa dan dirinya adalah dirinya sendiri. Meysa dan Dion saling menyukai sedangkan dia? Hanyalah gadis yang di jadikan Dion sebagai pacar agar gadis yang di cintai Dion cemburu kepadanya dan Dion.
***
Selama ini, Alle hanya menyembunyikan sakit hatinya. Dion dan Alle masih seperti biasa, belum ada konflik yang mencuat. Namun, Alle merasakan konflik itu seorang diri.
Sepanjang hari, Dion dan Meysa yang sedang berduaan selalu terlihat oleh Alle. Walaupun Alle diam dan tidak mengumbarnya. Tantangannya yang sedang berlangsung satu bulan itu harus lancar tanpa ada pertengkaran. Ingin sekali Alle menampar wajah mulus Meysa, namun Alle juga sadar. Alle adalah orang yang ketiga di antara lingkup percintaan mereka.
Malam minggu sudah tiba, di mana seluruh Badgirl dan Badboy akan berduet balapan liar di tengah malam. Malam ini adalah malam yang sangat spesial bagi seluruh Badgirl dan badboy seluruh kota itu. Karena Queen dan King Racing akan berduet malam ini.
Setiap balapan liar mereka akan memakai topeng, karena jika tidak memakai topengwa wajah mereka akan tertangkap CCTV jalan itu.
Semua orang bersorak ria karena kedatangan Queen dan king racing mereka. King racing sudah datang duluan. Mereka tinggal menunggu Queen racing nya datang.
Pruummm... Prummm.... Bruummm
Suara mobil balap itu menggema di seluruh area balapan liar. Mobil itu adalah milik Allena Cahyara. Alle datang bersama Karibnya yang tidak lain adalah Citra Ayudia.
Seluruh orang bersorak menyambut Queen Racing mereka.
Alle dan Citra turun dari mobil masing masing dengan kesan yang sangat anggun dan seksi. Para kaum adam mulai melihat dan menggoda para Queen racing itu.
__ADS_1
**** -_____- TBC_______-