Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 5 - RUANG UKS


__ADS_3

Saat ini, Dion sedang di kejar oleh begal. Dion takut? Tentu tidak. Ia hanya menghindar, ia tidak mau urusannya bertambah lagi. Pagi pagi ada begal? Ya seperti itulah, mungkin begal itu adalah sekutu SMA Lagaruda.


Dion memanjat pagar belakang sekolahnya dan sekelompok begal itu hampir menangkap Dion, namun gagal karena gerakan Dion yang sangat cepat dan lincah. Setelah turun dari pagar, ia berjalan ke dekat pohon mangga yang belum berbuah. Dion ngos-ngosan karena pagi pagi belum makan dan di kejar kejar sekelompok begal Sekutu SMA Lagaruda. Dion mengetahuinya karena ia melihat salah satu wajah yang tidak asing baginya.


Setelah cukup duduk duduk di bawah pohon, ia menelpon Angga dan yang lainnya agar segera datang ke sekolah. Dion berdiri dan berjalan sembari memasukkan tangannya ke dalam saku celananya agar kelihatan cool. Ia berjalan melewati gudang dan lorong yang sepi.


Mata Dion menangkap pemandangan yang aneh, ia melihat seorang perempuan berbaju seragam SMA Atlanta berjalan pelan dan sedikit sempoyongan. Awalnya, Dion acuh namun ketika ia melihat perempuan itu berhenti dan menekan perutnya. Dion mendekati perempuan itu dan tubuh perempuan mulai lengser dan...


happp!


Dion menangkap perempuan itu agar tubuhnya tidak jatuh ke lantai. Ia menangkapnya seperti memeluk perempuan itu dari belakang. Dion segera membalikkan tubuh perempuan itu. Betapa terkejutnya dia saat perempuan yang di peluknya adalah wanita culun berkulit gelap namun wajahnya seperti tidak asing di ingatan Dion.


Dion segera menggendong perempuan itu ke UKS. Saat itu masih pagi sekali, jadi tidak ada yang melihatnya sedang menggendong perempuan culun itu. Dion mempercepat langkahnya dan sampai di ruang UKS. Untung saja pintu ruangan itu terbuka. Awalnya, Dion mengira ada yang menyelinap masuk diam diam untuk mencuri, kenyataan nya tidak. Dion melihat seorang dokter muda yang sedang merapikan obat obat yang di beli.


Dion mengetu pintu itu, dan dokter itu menoleh ke arahnya. Dokter itu melihat ke arah perempuan yang di gendong Dion.


"Dia kenapa Dion?" Tanya dokter itu. Dion diam dan meletakkan perempuan itu ke atas kasur UKS.


"Dia tadi pingsan di lorong dok, " Sahut Dion singkat. Dokter itu menganggukkan kepalanya.


Dokter itu mulai memeriksa keadaan perempuan itu. Sedangkan Dion, ia membuka ponselnya dan mengirim pesan kepada grup kalau dia berada di UKS. Dion masih berpikir pikir tentang perempuan yang di gendong nya tadi. Biasanya ia hanya cuek bebek kalau tentang urusan perempuan, namun kali ini ada yang aneh dengan dirinya.


"Dion, apa kau mengenal perempuan ini?" Tanya Dokter itu. Dokter itu kelihatan penasaran dengan perempuan yang di bawa Dion ke UKS.


Dion menggelengkan kepalanya, " Tidak dok,". Sahut Leon. Tiba tiba seorang perempuan cupu datang ke UKS dengan wajah yang sangat cemas.


"Maaf dok, teman saya di mana dok?" Tanya perempuan cupu itu kepada dokter. Perempuan cupu itu belum menyadari ada Dion yang sedang duduk di sofa dekat lemari penyimpanan obat obat UKS. Dion menyadari ada yang datang, namun ia tidak melihat wajahnya.


"Apakah ini temanmu?" sebelum menjawab pertanyaan gadis itu, dokter itu bertanya balik. Dan perempuan cupu itu menganggukkan kepalanya.


"Dokter, dia sakit apa? Kenapa tiba tiba Alle di ruang UKS?" Gadis cupu itu tidak berhenti bertanya tanya kepada dokter itu.

__ADS_1


"Dia hanya sedang menstruasi," Jawab dokter itu. Perempuan cupu itu menghela nafasnya lega.


"Siapa yang membawanya kemari dok?" Tanya perempuan cupu itu.


"Siswa yang duduk di sana, " Sahut dokter itu sembari menunjuk Dion. Dion yang merasa di tunjuk pun mendongakkan kepalanya dan melihat seorang perempuan cupu yang melototkan mata kepadanya. Ia bingung kenapa perempuan cupu itu melototkan mata kepadanya.


"Dion? " Lirih perempuan cupu itu, dokter itu mengangguk. Perempuan cupu itu terlihat syok melihat Dion di sana. Entah apa yang membuatnya kaget dan syok saat melihat Dion membawa temannya ke UKS.


Tidak lama kemudian, anak inti BADALYKAS masuk ke dalam UKS. Angga, Jenry, Glenn dan Gio menghampiri Dion yang duduk di sofa UKS. Sedangkan dokter tadi pergi ke kamar mandi karena tiba tiba kebelet.


"Kenapa lo ada disini?" Tanya Glenn. Dion yang menyadari temannya sudah berada di hadapannya pun mematikan ponselnya.


"Tadi si culun pingsan, yaudah gue bawa ke sini, " Sahut Dion.


Perempuan cupu tadi bertambah syok saat melihat seseorang yang membuat hatinya bergetar. Yup, perempuan cupu itu adalah Citra dan yang membuat hatinya bergetar adalah Jenry. Lalu yang pingsan karena menstruasi? Tentu Alle yang menyamar dan membuat kulitnya gelap dan menguncir rambut nya ke belakang agar tidak ada yang mengenalnya.


"Culun? siapa ?" Tanya Angga. Dion mengarahkan tangannya ke kasur UKS yang di tiduri Alle. Jenry membelalak kan matanya, walaupun Alle menyamar. Jenry tetap tahu kalau tentang wajah Alle. Jenry juga melihat ke arah Citra yang berpenampilan cupu.


"Heh cupu! " Panggil Dion kepada Citra, Citra yang mendengarnya lansung mendongakkan kepalanya.


"Apa?" Tanya Citra sambil memandangi seluruh inti BADALYKAS.


"Gue dan yang lain mau keluar, lo aja yang jaga teman lo yang culun itu! Yok gengs kita keluar!" Ujar Dion sambil mengajak teman temannya keluar dari ruang UKS.


Citra hanya terus fokus pada Jenry, sedangkan Jenry hanya menatap sekilas pada Citra. Hati Citra sedikit perih melihat Jenry yang tidak terlalu memperhatikannya.


"Kenapa gue berharap, belum tentu dia mau sama gue kan! Gue gak boleh berharap lagi sama Jenry! " Batin Citra.


Bel tanda masuk sudah berbunyi, dari tadi Citra mengompres perut Alle dengan air hangat. Setelah Bel, Citra bergegas ke kelas meninggalkan Alle yang masih belum siuman.


***

__ADS_1


Alle perlahan membuka matanya, lalu ia melihat yang aneh dengan ruangan itu. Ruangan bernuansa putih dan beraroma obat obatan, apakah ini rumah sakit? benak Alle bertanya tanya untuk mendapatkan jawaban. Kepalanya masih pusing dan perutnya juga masih keram dan sakit namun tidak sesakit yang tadi.


"Apakah perutmu sudah lebih baik? " Tanya seorang dokter yang kira kira usianya masih 26 tahun.


"Dimana aku?" Sebelum menjawab pertanyaan dokter itu, Alle langsung mempertanyakan apa yang ada di pikirannya.


"Kamu di ruang UKS, apakah kamu siswi baru? " Tanya dokter itu. Alle menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"Bagaiamana? Apakah kamu sudah merasa lebih baik? " Tanya dokter lagi.


"Sudah dok, saya sudah merasa lebih baik daripada yang tadi, " Ujar Alle dengan suara yang lesu.


"Jangan terlalu banyak pikiran, jaga pola makan dan ini, ini vitamin supaya tubuh kamu tidak mudah lemas, " Alle menerima vitamin yang di berikan dokter itu.


"Nama kamu siapa?" Dokter itu menanyakan nama Alle.


"Alle dok, " Dokter itu mengangguk, lalu tersenyum.


"Perkenalkan nama dokter, Sri Murtiani. Panggil saja dokter Murti" Kata dokter Murti.


"Oh iya dok, siapa yang membawa saya kemari? " Tanya Alle kepada dokter Murti.


"Dion, " Mata Alle membelalak dan saat dokter itu menyebut namanya tiba tiba dadanya bergetar entah kenapa.


"No no, gue gak boleh punya perasaan sama dia, pokoknya gak boleh! " Batin Alle.


"Yaudah kamu istirahat dulu, sebentar lagi jam istirahat. Mungkin teman mu akan menjenguk mu.


Alle mengangguk, " Baik dok, Terima kasih dok, " ucap Alle kepada dokter Murti. Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.


Tidak lama kemudian, sesorang datang ke UKS dengan menenteng kresek yang entah apa isinya. Alle terkejut melihat orang itu.

__ADS_1


*~*~*~*


__ADS_2