
**HAPPY READING!!! JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENNYA BIAR AUTHOR MAKIN RAJIN DAN SEMANGAT UPDATE.
SEMOGA TERHIBUR**....!!!
__________________________
"Kamu cemburu ya?" Tanya Allena ragu – ragu.
Dion masih tidak bergeming dan terus saja diam menghadap ke belakang. Dion sebenarnya cemburu jika Allena merespon gombalan Angga tadi. Dion tahu jika Angga itu hanya menggombali Allena. Tapi yang Dion tidak suka adalah Allena merespon gombalan dari Angga.
Greeppp.....
Allena tiba-tiba memeluknya dari belakang, "Kalo aku ada salah bilang, biar aku nggak mengulanginya lagi, " Ucap Allena lirih di punggung Dion. Entah darimana keberanian Allena datang saat memeluk Dion.
Dion juga ternyata merasa nyaman di dekapan Allena. Tapi Dion mengingat kejadian yang di kantin tadi. Hatinya panas lagi mengingat hal itu.
"Maafin aku kalau aku senyum pas di gombalin Angga. Bagaimanapun juga, aku itu gadis yang gampang baper jadi tersipulah, " Sambung Allena lagi.
Dion masih diam tanpa membuka suaranya sama sekali. Bukan karena cuek, tapi menikmati pelukan Allena padanya. Nyaman dan hangat, itulah yang di rasakan Dion sekarang.
"Dion, plisss jangan cuekin aku... " Rengek Allena.
__ADS_1
Dion membalikkan tubuhnya dan menjauhkan tubuh Allena darinya. Ia takut akan menerkam gadis itu lagi. Allena sedikit memundurkan tubuhnya saat Dion berbalik.
Allena menatap wajah Dion yang masih datar dan dingin. Allena mengatupkan bibirnya sambil berpikir bagaimana meluluhkan Dion supaya Dion tidak merajuk lagi.
"Dion, maafin aku yaa, " Ucap Allena sambil mengeluarkan puppy eyes-nya.
Dion ingin sekali tertawa melihat wajah Allena yang seperti kucing itu. Tapi Dion menahan tawanya untuk menjaga imagenya. Dion menganggukkan kepalanya.
Allena yang melihat anggukkan Dion tersenyum lebar dan langsung menghambur ke pelukan Dion. Ia memeluk erat Dion seakan tidak pernah melepaskannya lagi.
"Makasih udah maafin aku, " Kata Allena di dekapan Dion.
Dion lagi – lagi hanya menganggukkan kepalanya. Dion lalu membalas pelukan Allena dan membelai rambut coklat madu Allena. Jantung Dion sudah berdisko – disko saat Allena menghambur memeluk tubuhnya.
"Aroma vanilla ini.... aroma gadis itu juga... jangan – jangan... ahh tidak mungkin! Bukan Alle saja yang memakai minyak rambut aroma vanilla ini," Teriak Dion dalam hati.
Dion kembali menghirup aroma rambut Allena, bahkan Dion sesekali mengecup rambut itu. Allena tersenyum samar di dekapan Dion. Allena bahkan merasakan detak jantung Dion yang berdetak kencang.
"Astaga, apakah dia sudah mulai suka padaku?" Batin Allena.
Pelukan mereka berhenti saat bel masuk kelas berbunyi. Mereka melepaskan pelukan masing – masing dan salah tingkah.
__ADS_1
"Emm, kalau gitu aku duluan ke kelas ya, " Kata Allena gugup.
Dion menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis. Allena pun beranjak dari sana dan melangkah menuju kelasnya.
***
Pulang sekolah, Allena langsung pergi ke parkiran mobil mewahnya yang jaraknya 50 meter dari parkiran sekolah. Itupun berada di belakang ruangan kepala sekolah. Jadi, tidak akan ada yang curiga terhadap Allena. Citra juga kadang menempatkan mobilnya di sana jika ia sedang membawa mobil ke sekolah.
Allena melajukan mobilnya. Saat di tengah jalan, Allena melihat beberapa anak buah Farhan yang sedang melaju entah kemana. Allena akhirnya mengikuti 3 motor itu.
Motor itu tidak terlalu cepat melaju karena jalan sedang sedikit macet. Allena hampir saja kehilangan jejak anak buah Farhan itu.
"Kemana mereka akan pergi?" Gumam Allena dalam hati.
Para anak buah Farhan berhenti di suatu sungai yang di kelilingi rumah yang terbuat dari kayu. Allena memarkirkan mobil mewahnya di dekat semak – semak dan pohon – pohon agar tidak ada yang bisa melihatnya.
Allena segera mengikuti para anak buah Farhan itu. Allena melihat banyak pohon pisang di sekitar sungai dan rumah – rumah itu.
Para anak buah Farhan itu memasuki sebuah rumah yang berada di antar pohon mangga dan pohon pisang. Allena memelankan langkahnya karena pijakannya terbuat dari kayu.
Allena segera bersembunyi di celah – celah rumah itu karena ada orang yang akan lewat. Allena mengintip dari celah papan itu apa yang ada di dalam rumah itu.
__ADS_1
Allena membulatkan matanya saat melihat Farhan hendak menembak seseorang tepat di mulutnya.
~To Be Continued~