
Cemoohan dan hinaan terlontar dari mulut-mulut semua siswa dan siswi yang mengelilingi Allena. Allena menundukkan kepalanya. Bukan berarti ia takut, hanya saja ia ingin mengontrol emosinya.
Tiba-tiba Dion datang menghampiri Allena yang sedang menundukkan kepalanya. Allena menyadari seseorang datang menghampiri dirinya. Bahkan ia mengetahui siapa yang ada di depannya ini.
"Kenapa dia di sini? Mau hina gue juga?!" Gumam Allena sedih bercampur marah.
"Lo nggak pa pa, 'kan?" Tanya Dion.
Allena mendongakkan kepalanya, ia melihat wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Dion.
"Semuanya gue suruh bubar! Jangan ada lagi yang ada di lapangan ini! Kalau ada, siap-siap berurusan sama gue!" Bentak Dion.
Semua siswa-siswi yang mengerubungi Allena tadi pun bubar dan pergi ke tempatnya masing-masing. Para siswi-siswi itu menggerutu karena most wanted mereka malah membela Allena yang mereka anggap pembunuh.
Tiba-tiba, Meysa datang dengan wajah kesalnya. Meysa menghampiri Allena dan Dion yang berada di tengah lapangan.
"Yon! Kenapa lo malah bela si pembunuh itu!" Tanya Meysa kesal.
"Gue tahu kalo dia itu nggak bersalah." Jawab Dion.
"Darimana lo tahu kalo dia nggak salah, orang yang dia tembak itu paman aku." Bantah Meysa.
Allena diam saja dan melihat drama yang di pertontonkan Dion dan Meysa. Allena merasa senang karena Dion membelanya. Walaupun ia tidak tahu sebenarnya isi hati Dion.
".... "
Dion tiba-tiba terdiam, Allena dan Meysa bingung kenapa Dion malah terdiam.
"Udah, lo pergi aja ke kelas! Bukannya jam pelajaran udah mulai 20 menit lalu?"
Meysa langsung pergi setelah mendengar perkataan Dion. Meysa tidak akan tinggal diam kali ini.
Sedangkan Allena bingung saat ini. Ia tidak tahu mau melakukan apa lagi. Dion secara tiba-tiba menarik tangan Allena ke suatu tempat. Allena hanya mengikuti saja kemana Dion akan pergi.
__ADS_1
***
"Kamu nggak apa – apa, 'kan?" Tanya Dion.
Allena mengangguk lalu balik bertanya pada Dion.
"Kenapa kamu belain aku?" Tanya Allena yang penasaran dengan sikap Dion. Allena berpikir bahwa Dion akan membencinya karena ia di tuduh – tuduh menembak polisi. Akan tetapi, Dion malah membelanya di depan semua orang secara terang – terangan.
"Karena kamu pacar aku." Jawab Dion tersenyum tipis tapi manis.
Allena tersentak saat Dion mengganti gaya bahasanya menjadi aku – kamu. Allena menjadi heran kenapa Dion mengubah gaya bahasa padanya.
"Kenapa kamu nggak ikutin kata Meysa?" Tanya Allena.
"Loh, emangnya Meysa siapa aku?" Tanya balik Dion.
Allena beralih memutar kepalanya ke samping menghadap Dion, "Bukannya kamu suka sama Meysa, ya?"
Dion sedikit kaget saat Allena mengatakan dirinya suka pada Meysa. Dion menjadi bingung mau menjawab apa. Dion merasa dirinya seperti tertangkap basah sedang selingkuh di belakang wanitanya.
"Aku dengar cakap – cakap kalian."
"Sorry ya udah buat perasaan kamu sakit."
"Ehh, siapa yang cemburu?" Tanya Allena. Ia harus meninggikan egonya saat ini. Ia tidk mau dianggap cemburu oleh Dion.
"Loh, emangnya aku bilang kamu cemburu?" Tanya Dion menggoda.
"Matilah! Salah ngomong gua!" Batin Allena berteriak.
Allena memalingkan wajahnya, pipinya saat ini sudah memanas dan merah seperti tomat. Ia jadi malu karena salah bilang.
Krekk....
__ADS_1
Allena dan Dion menoleh ke belakang melihat apa yang sedang terjadi. Allena dan Dion melihat Jenry yang sedang jongkok dan menginjak ranting kayu pohon.
"Ups, gue cuma mau bilang kalo si Alle di panggil ke ruang BK. Oke, cuma itu gue pergi dulu ya."
Jenry dengan tergesa-gesa berlari meninggalkan Allena dan Dion yang sedang berdua-duaan.
"Yaudah, yuk ke ruang BK!"
"Kamu kan nggak di panggil, kenapa harus ikut?" Tanya Allena yang bermaksud ingin pacarnya itu agar tidak ikut ke ruang BK.
"Emm, nemanin kamu lah." Balas Dion yang sudah gugup. Allena yang melihat Dion seperti itu menahan tawanya. Apalagi saat Dion berbicara memakai aku-kamu.
"Gak usah, kamu nggak usah ikut, aku aja ke ruang BK. Lagipula aku yang di panggil bukan kamu."
Author : Hai para pembaca setia novel ini. Aku ucapkan banyak Terima kasih pada kalian yang sudah ikhlas memberi like , vote serta komen semangat yang kalian ketik. Jujur, aku sangat senang walaupun novelku ini tidak sepopuler novel yang lainnya. Komen kalian juga aku baca baca kok, alhamdulillah saat ini belum ada yang komen aneh\-aneh atau yang bikin hati sakit. Walaupun aku nggak respon komen kalian, tapi aku usahain buat crazy up karena saat ini memang sudah lebih banyak waktu senggang yang aku miliki. Jadi kalau esok\-esok up\-nya cuma satu bab jangan langsung emosi ya, itu mungkin karena akunya sibuk atau lagi istirahat atau lagi nggak ada kuota. Emm, segitu dulu aja deh. Sekali lagi aku sangat berterima kasih sama kalian yang udah mau baca nih novel. Sebenarnya novel ini aku buat karena halusinasi atau fantasiku aja.
Jadi jangan lupa like vote dan komen semangatnya biar aku makin semangat dan rajin update ya. Yang like aku do'ain biar apa yang ia inginkan tercapai, itu aja. Soalnya aku nggak tahu saat ini apa yang kalian inginkan, hehe.
Oke, tetap ikuti perjalan Allena Dion dan teman\-temannya ya!
From AlDi, Thanks anda see you tomorrow 😊
__ADS_1
~**To Be Continued**~