
HAPPY READING AND ENJOY... 💙💙💙
SELAMAT MEMBACA GESS... 😜😜😜
_________________
Allena kini sudah selesai memakai gaun berwarna hitam elegan dengan model bagian bahu terbuka(Sabrina) dan juga high heels berwarna senada. Mungkin sebagian orang akan mengatakan warna hitam adalah warna yang menyeramkan, tapi tidak bagi Allena. Bagi Allena, warna hitam adalah warna yang sangat elegan dan mewah.
"Cucu nenek sangat cantik," Ujar Nenek Susi.
Allena tersenyum, "Makasih Nek. Allena 'kan udah cantik dari dulu."
Kakek Agus tiba-tiba berdehem, "Ehm. Kakek yang ganteng ini kayaknya di kacangin. Sepertinya kacang lagi murah," Ujar Kakek Agus.
Allena dan Nenek Susi tertawa mendengar perkataan kakek Agus.
"Sebenarnya kita mau ke mana sih, Kek, Nek?" Tanya Allena lagi.
"Udah! Kamu cukup diam dan ikuti kemana kita akan pergi. Ya, 'kan kek?" Ujar Nenek Susi.
"Benar. Allena cukup diam dan ikuti kemana Nenek dan Kakek membawamu, oke!" Sahut Kakek Agus.
"Allena nggak mau di jodohkan kaya di novel novel itu, 'kan Kek?" Tanya Allena sambil menatap tajam Kakek Agus.
"Tenang saja... kakek nggak bakalan jodohin kamu kok."
Allena akhirnya menganggukkan kepalanya pasrah dan mengikuti kemana Kakek Agus dan Nenek Susi membawanya pergi.
__ADS_1
Allena berjalan menuju mobil yang telah di siapkan untuknya. Kakek Agus dan juga Nenek Susi sudah menaiki mobil mereka. Kini Allena yang menaiki mobil itu. Setelah Allena masuk ke dalam mobil, dua mobil itupun meninggalkan mansion dan menuju suatu tempat yng sama sekali tidak di ketahui Allena.
***
"Apakah semuanya sudah siap?" Tanya Dion.
"Sudah bos! Kami sudah mempersiapkannya dengan matang!"
Dion menganggukkan kepalanya, "Baiklah. Kembali ke pekerjaan kalian masing-masing!"
Dion mematikan panggilan ponselnya dan memasukkannya ke saku celananya. Tidak lama setelah itu, Jenry dan Angga serta Glenn menghampirinya.
"Gimana Yon, udah beres?" Tanya Angga.
"Udah," Jawab Dion singkat.
Dion tersenyum tipis mendengar perkataan Glenn, " Tenang aja. Gue nggak bakalan lupa kok sama kalian. Kalian kan teman terdebes gue," Ujar Dion sambil merangkul Angga dan Angga.
"Woy! Gue kok nggak ikut dipeluk?!" Protes Jenry.
"Lo bulan depan mah mau nikah. Jadi, minta sama calon istri lo aja kalau mau peluk," Balas Glenn.
Jenry langsung mengubah mimik wajahnya menjadi datar. Dion dan Angga sudah mengerti kenapa Jenry seperti itu. Sedangkan Glenn, seperti biasa dia tidak akan peka.
"Dea, Citra sama Arin di mana? Kok nggak keliatan?" Tanya Dion.
"Lagi nyiapin kado katanya," Ujar Angga.
__ADS_1
"Glenn. Kalo lo ada niatan mau lamar Arin nggak?" Tanya Dion.
"Ada. Tapi tahun depan," Jawab Glenn.
"Kenapa nggak bulan depan aja tuh. Biar resepsinya barengan sama Dion," Sahut Angga.
"Masih banyak kerjaan," Jawab Glenn singkat.
"Ck. Paling cuma mau cewek baru. Ya, 'kan?" Tebak Jenry.
"Beneran.. gue mau kerja dulu. Habis itu baru nikah sama Arin baru punya anak yang unyu unyu..."
Dion, Angga dan Jenry memutar bila matanya malas.
***
Allena kini sudah di tutup matanya dan di tuntun oleh Nenek Susi untuk berjalan menuju suatu tempat yang Allena tidak ketahui.
"Nek. Kok mata Allena di tutup sih?"
"Udah! Kamu diam aja! Jangan banyak omong!" Tegur Nenek Susi.
Allena hanya bisa menganggukkan kepalanya dan pasrah ke mana Nenek Susi akan membawanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG~~