
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi, seluruh siswa dan siswi SMA Atlanta bergegas merapikan bukunya dan berhamburan untuk pulang. Begitu pula dengan Alle dan Citra, mereka memasukkan buku pelajaran dan buku latihan mereka ke dalam tas masing masing.
Alle dan Citra berencana pulang bersama ke mansion Alle. Alle menghubungi asisten kakeknya untuk menjemput mereka di depan gerbang sekolah. Mereka bergegas keluar dari kelas, SMA Atlanta kelihatan sudah sepi karena sudah lebih dari tiga puluh menit Alle dan Citra berbicara di kelas.
Saat di depan gerbang, Alle dan Citra melihat Dion dan teman temannya lewat di depan mereka sambil mengendarai motornya. Alle melihat salah satu wajah yang tidak asing di matanya.
"Cit, bukannya itu Jenry ya?" Tanya Alle sembari menunjuk laki-laki yang mengendarai motor berwarna hijau. Citra pun melihat ke arah yang Alle tujukan.
Citra mengangguk, "He'eh Jenry itu katanya otaknya Badalykas sih gue denger." Alle membuatkan matanya.
Kalian pasti penasaran kenapa Alle dan Citra bisa mengenal Jenry. Jenry Adrian adalah sahabat Deo anak Samuel, bahkan Jenry dulu bertetangga dengan mansion Samuel. Mereka bisa berkenalan karena Alle dan Citra sering bermain ke mansion Samuel.
Tidak lama kemudian, asisten kakeknya Alle datang menjemput Alle dan Citra. Asisten kakeknya Alle bernama Amran dan biasa di panggil kak Ran oleh Alle. Kak Ran berusia Tiga puluh dua tahun, tergolong masih muda sih bahkan tampan. Namun sayang, dia sangat dingin bahkan terhadap Alle.
***
Alle dan Citra sudah sampai di mansion Alle tepatnya milik Agus. Citra pun mendahului Alle, Alle hanya berdecak dan menggelengkan kepalanya. Alle tahu, kalau Citra sangat rindu dengan kakek dan neneknya.
Alle masuk ke dalam mansion nya sambil mengucapkan salam. Sedangkan Citra yang sudah tidak sabar bertemu dengan Agus dan Susi langsung masuk tanpa mempedulikan Alle yang di belakangnya.
"KAKEK... NENEK!! CITRA YANG CANTIK UDAH DATENG!!!" Citra berteriak sangat keras, Alle yang mendengarkan itu menutup telinganya.
"Woy, suara lo bisa di pelanin nggak sih. Kayaknya itu bukan suara manusia lagi deh, tapi toa!" Ucap Alle sambil melototi Citra.
"Hehe, sory le. Soalnya gue rinduuu banget sama kakek Agus." Citra cengengesan, tidak lama setelah itu Agus dan Susi datang dan memeluk Citra dan Alle secara bergantian.
"Halo Citra, bagaimana kabarmu?" Tanya Susi basa basi sembari memberi senyum khasnya.
Citra membalas senyuman Susi, "Alhamdulillah baik nek." Jawab Citra.
"Ekhem, yang ganteng di anggurin nih." Deheman Agus membuat semuanya menatap dirinya. Alle memutar bola matanya. Astaga sudah tua masih di bilang ganteng, ganteng dari hongkong kali ya? Seperti itu lah yang ada di pikiran Alle. Memang kakeknya kelewat narsis.
Citra terkekeh melihat Agus yang sedang pura pura merajuk seperti anak kecil, eh memang si kakek perangainya kayak anak kecil kok.
"Kakek jangan merajuk dong, sini Citra peluk!" Bujuk Citra kepada Agus, Agus langsung memeluk Citra.
__ADS_1
Sedangkan Alle dan neneknya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kakek tua itu.
Setelah acara peluk pelukan itu, Alle dan yang ada di ruang tamu itu berbicara sembari bersenda gurau. Tidak lama kemudian suara kucing terdengar dan menjadi pusat perhatian mereka.
Meow.. meong.. miauu...
Citra mengernyit melihat kucing berbulu kuning ke orenan yang tidak lain adalah Leon, "Le, lo punya kucing?" Alle mengangguk. Leon langsung melompat dan memeluk Alle posesif. Agus dan Susi yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
"Le sejak kapan lo suka kucing?" Citra bertanya lagi. Alle menaikkan alisnya sambil berpikir kapan ia menemukan kucing yang ada di pangkuannya itu.
"Kayaknya tiga bulan lalu deh, ehh salah deng satu bulan lalu. Gue ketemu ni kucing di taman belakang, awalnya sih gue terkejut. Tapi dianya negelus negelus kaki gue, gue jadi nyaman di elus dia." Ujar Alle.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul Lima sore, Alle dan Citra hanya menonton Film aksi pilihan mereka. Leon berkeliaran entah ke mana. Alle dan Citra mulai merasa bosan.
"Le, gue bosen nih?" Ucap Citra. Alle menganggukkan kepalanya, "Gue juga. Bagaimana kalo kita balapan mobil, itung itung latihan juga. Minggu depan ada lomba balapan di jalan S," Sahut Alle.
Mata Citra berbinar, "Yaudah yok kita balapan, siapa yang kalah harus nerima tantangan dari lawannya dan harus di lakukan! Bagaiman?"
Alle dan Citra sekarang ada di jalan yang sepi, mereka mulai bersikap siap untuk balapan tanpa ada yang meng hitung mundur.
Mereka berbalapan dengan suara mobil yang sangat berisik. Wajarlah, mereka kan pernah jadi Bad Girl.
Dan saat menghampiri finish, Alle sudah di depan namun ia tidak sengaja melihat polisi yang tidak jauh dari arena jalan sepi itu. Alle melambat sedangkan Citra melewati garis finish, akhirnya Citra yang menang.
Namun Alle membuka jendela mobilnya dan berteriak kepada Citra yang di depannya, "CIT, CABUT..!! ADA POLISI DI SANA".
Citra yang mendengarnya langsung melihat ke penjuru arah dan tidak sengaja Citra melihat ke arah utara yang ada polisi dan saat itu juga polisi itu melihat ke arah mereka.
Polisi itu berteriak dan mengejar Alle dan Citra. Alle dan Citra langsung ngebut melarikan diri dari polisi itu.
Terjadilah kejar kejaran di antara polisi dan mereka. Mereka sudah melewati area jalan sepi itu dan memasuki jalan raya. Namun, polisi itu masih berada di belakang mereka.
Alle berpikiran bahwa polisi itu mungkin pernah balapan kali ya, sampai sampai Alle dan Citra masih terkejar. Padahal Alle dan Citra adalah Queen Racing.
__ADS_1
"UNTUK MOBIL BERWARNA SILVER DAN BIRU TOLONG BERHENTI!!! " Polisi itu terus terusan mengejar dan menyuruh Alle dan Citra agar berhenti, namun mereka tidak mempedulikannya.
Suara sirine mobil polisi itu terdengar di seluruh jalan raya yang mengejar Queen racing. Warga sekitar hanya melihat, dan saat itu hampir saja Alle menabrak tiang lampu namun Alle masih mengendalikan mobilnya.
Hari sudah hampir maghrib, para mobil polisi tidak terlihat lagi di kaca spion mobil Alle dan Citra. Mereka bergegas pulang ke mansion Alle.
***
Sesampainya di mansion, Alle dan Citra langsung masuk ke dalam mansion itu dan melihat Agus dan Susi yang menatap mereka berdua tajam.
"Kalian dari mana saja? Apakah kalian balapan lagi?" Tanya Susi.
Alle dan Citra langsung menciut saat melihat kedua lansia itu menatap tajam dan bicara pada mereka.
"Maaf nek, soalnya tadi kami bosan. Jadi balapan deh...hehe" Ujar Alle gugup plus Cengengesan.
"Oh," Sahut Agus, Semua orang itu tercengang dan terkejut melihat sahutan Agus.
"Sayang udahlah, gausah marah lagi. Toh, kita juga kan pernah muda." Ujar Agus menggoda Susi sambil menaikkan Alisnya.
Susi mencubit lengan Agus, "Awhh.. duh sakitnya." Agus meringis menerima cubitan dari bini nya.
"Balapan boleh sih, tapi jangan pas maghrib. Setan berkeliaran, kalian mau dianggap setan. Huh?" Alle dan Citra menggeleng.
"Maaf nek, " Cicit Alle dan Cita bersamaan.
Susi menghela nafasnya, dan tersenyum kepada dua anak gadis nakal di hadapannya itu.
"Yaudah, sana mandi! kalian udah bau bunga taik ayam! " Alle dan Citra yang mendengarnya langsung menganggukkan kepalanya lalu naik ke atas untuk mandi.
Sedangkan Agus tertawa mengejek Alle dan Citra, Alle dan Citra membalasnya dengan tatapan tajam.....
**Yuhuu.... Jangan lupa Like komen and subscribe ehhh salah, dan vote yaaakk!!
Ikuti terus Kisah Perjalanan Dion dan Allena serta Geng BADALYKAS...
__ADS_1
SEE YOU**...