
H A P P Y R E A D I N G G E S S... 💙💙💙
____________
Allena kini telah sampai di apartemen Citra. Ia pun berjalan ke dalam apartemen Citra itu.
“Tumben lembur le,” Ujar Citra sambil meletakkan camilan di depan televisi. Citra ternyata saat itu sedang menonton sinetron ala anak muda sambil memakan camilan.
“Yah, seperti yang lo tau... kayaknya ada yang ngincer nyawa gue deh Cit.”
“Iya, udah gue pikir selama ini kalau ada yang ingin nyelakain loe. Tapi siapa?” Tanya Citra.
Allena mengedikkan bahunya, ia langsung menyambar cemilan yang tersedia di apartemen Citra dan memakannya.
“Ck, lo belum makan malam?” Tanya Citra.
“Belom.Tau juga gue lembur.”
“Yaudah, sana ambil nasi di dapur! Nanti magh lo kambuh lagi. Kebetulan masih ada sisa sayur sama ikan mas goreng,” Perintah Citra pada Allena. Untuk kesehatan memang Citra yang paling perhatian pada Allena.
“Tumben juga lo masak makanan rumahan Cit,” Kekeh Allena.
__ADS_1
“Like - like ay lah.”
•
•
•
•
•
Keesokannya, Allena sudah membuat janji dengan Titan untuk mengajarinya beladiri. Allena akan menemui Titan pada pukul 3 sore nanti.
“Yank! Aku ada cerita nih,” Ujar Allena.
“Apa?” Tanya Dion yang matanya masih saja tertuju pada berkas.
Allena tahu kalau Dion masih sibuk, ia hanya menceritakan apa yang ia alami semalam. Allena menceritakan semuanya pada Dion tentang ia yang melawan para preman mesum dan menyelamatkan pemuda yang hampir berusia 20 tahun itu. Ia juga menceritakan tentang ia akan mengajari pemuda itu beladiri.
Dion berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menuju Allena. Ia mendudukkan bokongnya tepat di samping Allena.
__ADS_1
“Lalu kamu nggak apa-apa, 'kan?” Tanya Dion seraya mengelus rambut coklat Allena.
Allena menggeleng, “Enggak kok. Kan kamu udh liat kalau aku baik-baik aja.”
Dion mendekatkan wajahnya ke wajah Allena dan menempelkan bibirnya ke bibir Allena. Allena pun membalas ciuman Dion serta mereka saling ******* bibir pasangannya masing-masing. (Ehm, dedek kurang tahu soal tututu... wkwk😜😜)
Dion mulai melepaskan pagutannya dari bibir Allena. Allena masih memejamkan matanya dan dadanya yang naik turun. Dion melap bibir Allena yang masih basah. Ia tersenyum melihat Allena yang menundukkan wajahnya.
Dion pun menarik tubuh Allena ke pelukannya dan mengelus -elus punggung kekasihnya itu.
* * *
“Ikuti ke mana saja Allena pergi, dan kalau bisa culik dia. Tapi aku tidak yakin kalau kau akan berhasil menculiknya. Seperti yang kau tahu kalau dia bukan gadis yang biasa. Bahkan saat SMA ia hampir membunuh orang yang aku cintai,” Ujar wanita tersebut sambil menatap tajam wanita yang ada di hadapannya.
“Tenang saja. Walaupun aku tidak berhasil menculiknya, aku akan membuat senjata yang akan membuatnya pada titik terendah.”
“Baiklah, sepertinya kau belum mengunjungi adikmu,” Ujar Wanita itu.
“Ya, aku akan menyelesaikan masalah ini dulu lalu bertemu dengan adikku,” Jawab wanita yang ada di hadapannya.
“ Baiklah kalau begitu, kita harus cepat-ceoat memusnahkan kedua kedua orang itu dari bumi ini.”
__ADS_1
Mata kedua wanita itu saling mlempar tatapan tajam dan tersenyum smirk yang penuh kelicikan.
B E R S A M B U N G ~~