Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 50(S2)


__ADS_3

HAPPY READING... 💙💙💙


SELAMAT MEMBACA... ✨✨✨


________


Allena dan Dion kini duduk di kursi tepi danau. Danau ini di kelilingi lampu-lampu yng terang, sehingga nuansanya juga terkesan terang dan... romantis.


“Kamu nggak percayakan sama berita yang tadi,” Ujar Dion sembari menggenggam tangan Allena.


Allena yang merasa tangannya di pegang pun menoleh dan mengulum senyumnya pada Dion.


“Aku nggak sebodoh itu.”


“Vanessa nggak tahu kalau aku yang megang kendali perusahaan ayahnya, jadi aku tinggal seingkirin mereka aja.”


Allena lalu menatap ke atas, menatap betapa indahnya langit malam ini. Dion yang mendengar perkataan Allena bernafas lega.


“Kita kaya anak SMA ya, Yank.”


Allena menatap Dion kembali lalu mencubit lengan Dion sambil menatap kekasihnya itu tajam.


“Duh,” Rintih Dion.


“Dasar! Mulutnya nggak bisa di jaga apa!” Gerutu Allena.

__ADS_1


Dion terkekeh lalu menyenderkan kepalanya ke pundak Allena.


“Yank... kita nikah yuk.”


“Aku rasa belum waktunya Yon,” Jawab Allena halus.


“Meysa masih mengintaiku saat ini, kamu tahu nggak? Dia bahkan ancam aku supaya aku pisah sama kamu,” Ujar Allena sambil mengelus pipi Dion.


“Belum ada kapoknya tuh cewek, ” Dion membuang nafasnya kasar lalu memejamkan matanya.


“Kamu juga hati-hati ya, Yon.”


“Kenapa?” Dion kembali duduk seperti semula saat mendengar nada serius yang keluar dari mulut Allena.


•


•


•


•


“Vanessa! Apa yang kamu lakukan ha!” Bentak Ando pada putri semata wayangnya itu.


Vanessa yang sedang mencat kukunya pun terkejut karena bentakan ayahnya. Vanessa tidak terbiasa di bentak-bentak orang, apalagi kalau itu adalah anggota keluarganya.

__ADS_1


“Apa sih pi? Gangguin aku aja! ”Gerutu Vanessa.


“Kamu kenapa bikin berita yang nggak benar! Memangnya kamu tunangan sama Tuan Muda Alpha? Kamu ingin perusahaan kita bangkrut karena berita ini?! Jawab Papi Nessa!” Bentak Ando.


Ibu Vanessa yang tidak lain adalah Nani pun berlari ke ruang tamu. Ia heran kenapa suaminya itu kini berteriak dan membentak-bentak. Karena selama ini, Ando sangatlah lembut pada keluarganya.


“Ada apa sih pih? Kok bentak-bentak sama Vanessa?” Tanya Nani.


“Lihat kelakuan putri kamu! Dia menyebarkan ke media kalau dia bertunangan sama Dion!”


“Memangnya kenapa pih? Kan itu bagus, kita akan berbesanan dengan keluarga Lesson dong pih.”


“Tapi sayangnya mih... calon menantu keluarga Lesson adalah cucu tunggal dari Agus Arijaya! Bisa-bisa perusahaan kita bangkrut dalam satu hari! Asalkan kalian tahu saja, perusahaan papih itu di bawah kendali cucunya Agus!” Bentak Ando pada istri dan putrinya itu.


Nani terkejut dan membulatkan matanya, sedangkan Vanessa yang tidak tahu apa-apa tentang dunia bisnis hanya bersungut-sungut dan tersenyum sinis.


“Loh, bukannya perusahaan papih yang terbesar di Washington ya Pih? Kok malah takut sama perusahaan mereka?” Tanya Vanessa sinis.


“Vanessa... kan papih udah bilang kalau perusahaan papih itu cuma cabangnya aja Nes! Perusahaan terbesar di Washington itu sebenarnya Arrian Group.”


“Pokoknya kita harus temui Nona Allena besok dan meminta maaf padanya. Papih nggak mau kehilangan pekerjaan papih lagi. Dan kau, Vanessa! Kau harus meminta maaf pada atasan papih besok!” Titah Ando kepada istri dan putrinya.


Nani kesal karena tidak menjadi besan keluarga Lesson, sedangkan Vanessa hanya mengabaikan perkataan papih nya dan melangkah ke kamarnya.


BERSAMBUNG... ~~~

__ADS_1


__ADS_2