
HAPPY READING... 💙💙💙
______
Dion membukakan pintu untuk Allena, Allena tersenyum manis pada Dion dan keluar dari mobil itu. Dion menutup kembali pintu mobilnya dan menghampiri Allena. Ia menyodorkan lengannya pada Allena. Allena dengan senang hati menggandeng tangan Dion.
“Kaya mau nikah aja.” Ujar Allena.
“Bentar lagi kita 'kan nikah.” Balas Dion sambil mengedipkan matanya pada Allena yang sudah tersipu Malu.
Mereka berdua berjalan bergandengan hingga ke pintu masuk restoran. Para pelayan membukakan pintu untuk sepasang kekasih itu. Dion dan Allena menghampiri tempat duduk mereka dan mendudukkan bokongnya masing-masing.
“Kamu mau mesan apa?” Tanya Allena.
“Ehm, samain seperti kamu aja.” Jawab Dion.
Allena mengangguk pelan dan memanggil pelayan itu. Pelayan itu menanyakan makanan dan minuman yang mereka pesan. Allena pun mengatakan apa yang dia inginkan.
Pelayan itu pergi, Allena melihat suasana Restoran yang tidak terlalu ramai karena masih jam setengah tujuh malam.
“Datang juga kalian.”
__ADS_1
Allena dan Dion mengalihkan perhatiannya pada suara itu. Suara cempreng yang tidak lain adalah suara milik Citra.
“Ciee, yang lagi kasmaran.”
Citra menghampiri Dion dan Allena yang sedang duduk. Sahabat Allena itu mengambil kursinya dan duduk di sebelah Allena.
“Kalian udah mesan?” Tanya Citra.
Dion dan Allena mengangguk, “Kami makan gratis ya.” Pinta Allena.
Citra memutar bola matanya malas, “Kalau gak ada Dion, nggak bakal gue bikin lo makan gratis.” Cetus Citra.
”Ya elah, sahabat sendiri juga. Kan lo yang punya nih restoran, kasih makan gratis sama sahabat juga pelit.” Balas Allena tidak kalah cetus.
“Yey, makasih Citra syantik...Sahabatku Citra paling debes deh..” Allena bersorak riang karena dapat makan gratis.
Dion yang melihat tingkah Allena hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dion melihat keluar, ia melihat seorang wanita yang tidak asing di matanya. Tapi nggak mungkin dia di Indonesia, gumam Dion dalam hatinya.
Para pelayan pun berdatangan membawa makanan dan minuman yang di pesan oleh Allena tadi. Mata Allena berbinar melihat banyaknya makanan yang lezat.
“Oke, kalau gitu gue ke ruangan gue dulu ya. Selamat makan.” Citra pun berdiri dari tempat duduknya dan mmengembalikan kursi yang di duduknya ke tempat semula. Lalu ia melangkahkan kakinya meninggalkan Dion dan Allena.
__ADS_1
***
“Aaaa...”
Dion membuka mulutnya dan Allena pun memasukkan daging steak ke dalam mulut Dion.
“Enak?” Tanya Allena.
Dion menganggukkan kepalanya sambil mengunyah daging steak itu. Allena tersenyum sumringah lalu ia memasukkan steak ke dalam mulutnya.
Tiba-tiba Allena merasa perutnya mulas dan ingin buang air besar. Padahal selama ini ia tidak pernah makan makanan yang pedas.
“Duh, aku ke toilet dulu bab. Kamu tungguin aku aja ya.” Ujar Allena.
Dion mengerutkan dahinya, ia hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makannya.
Allena pun pergi ke arah toilet wanita untuk ritual bung air besarnya. Saat di toilet ia melihat wanita berambut hitam panjang membelakanginya dan memakai baju berwarna coklat sedang berkaca. Ia tidak terlalu jelas melihat wajah wanita itu. Allena mengabaikannya dan langsung masuk ke dalam toilet wanita.
Wanita berambut hitam tadi ternyata diam-diam memperhatikan gerak-gerik Allena. Setelah Allena masuk ke dalam toilet, ia pun melangkah keluar untuk mengambil sesuatu.
***
__ADS_1
BERSAMBUNG ~~~