Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 61(S2)


__ADS_3

HAPPY READING AND ENJOY... ❀❀❀


SELAMAT MEMBACA GESS... 😜😜😜


___________


Kini Allena di tuntun oleh Nenek Susi, tidak lupa matanya juga di tutupi oleh kain berwarna merah agar Allena tidak melihat suasana tempat itu. Allena menebak kalau Neneknya akan memberi kejutan padanya.


"Kamu tunggu di sini ya. Nenek mau ngambil sesuatu dulu," Ujar Nenek Susi.


Allena hanya bisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Nenek Susi pun meninggalkan Allena yang sedang berdiri tepat di tengah-tengah taman.


Allena sesekali menendang nendang udara dengan kaki kanannya karena tidak tahan berdiri. Sudah setengah jam Allena berdiri di sana, namun Nenek Susi sama sekali belum mendatanginya.


Tiba-tiba ada yang memegang ke dua tangannya. Allena awalnya terkejut dengan pegangan yang di berikan seseorang yang Allena tidak ketahui itu. Namun, Allena sepertinya mengenal sepasang tangan itu milik siapa.


"Dion?" Tanya Allena dengan kening yang berkerut.


Dion tersenyum. Ia tidak menyangka kalau Allena mengetahui bahwa tangan yang memegang tangan Allena adalah tangannya.


"Iya. Ini aku sayang, Dion."


Dion langsung menarik tubuh Allena ke dalam pelukannya dan mengusap rambut Allena.


"Kamu kok bisa ada di sini?" Tanya Allena.


Dion tidak langsung menjawab pertanyaan Allena. Dion malah membuka kain merah yang menutupi mata Allena itu.


"Nanti kamu bakalan tahu kok," Tutur Dion.


Allena perlahan membuka matanya dan melihat seluruh orang yang ada di sekitarnya. Ada Kedua Kakek dan Neneknya, orang tua Dion, Paman Samuel dan istrinya, tidak lupa Deo dan Dea, Angga, Citra, Jenry, Arin, Glenn, Tamara, Titan dan juga Viora calon istri Jenry.


"Kenapa mereka semua ada di sini?" Tanya Allena dengan dahi yang berkerut.


"Kan aku mau lamar kamu, Yank," Jawab Dion.


"Lamar aku?" Tanya Allena memastikan.


Dion menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis, "Iya Allena sayang. Aku mau lamar kamu."


Dion berlutut di hadapan Allena dan mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya.


"Allena.. Will you marry me?"


Mata Allena berkaca-kaca. Allena tahu kalau Dion tidak romantis padanya. Tapi, Allena tahu kalau cinta yang di berikan Dion padanya itu tulus.

__ADS_1


"Yes, I will."


Semua orang yang ada di sana ada yang tersenyum, ada yang menyoraki, ada juga yang saling berpelukan.


Dion memasangkan cincin itu ke jari manis Allena dan langsung memeluk Allena dengan perasaan bahagia. Ia memeluk Allena sambil berputar-putar. Tidak di pungkiri, Allena juga sangat senang saat ini. Dion dan Allena tanpa sadar menjatuhkan air mata kebahagiaan.


***


Allena membuka pintu kamar mandi dengan pelan agar tidak terdemgar oleh seseorang. Ia melihat ke kiri dan ke kanan sambil mengawasi apakah ada orang di sana.


Allena bernafas lega karena tidak melihat siapapun berada di sana. Ia melangkahkan kakinya dengan pelan tanpa bersuara sama sekali. Lalu berjalan menuju ruangan ganti.


Tapi, langkahnya berhenti tiba-tiba saat tangan kekar itu merengkuh nya dari belakang. Allena menegang, ia tidak tahu kalau Dion ternyata sudah berada di belakangnya.


Allena menghembuskan nafasnya perlahan dan menetralkan degupan jantungnya yang sudah seperti DJ itu.


"Kamu kenapa peluk aku? Aku mau ganti baju dulu, awas!"


Dion nampak tersenyum menyeringai, "Kenapa kamu gitu yank? Ini kan malam pertama kita."


"******! Dia minta haknya! Tapi kalau dipikir pikir dia kan udah jadi suami aku. Kalo nggak di kasih, gue juga dapat dosa."


"Kamu minta?" Tanya Allena sambil memejamkan matanya.


Dion menganggukkan kepalanya, "Iya. Tapi kalo kamu belum siap, kita bisa lakuin kapan aja kok."


"Aku... mau.." Cicit Allena pelan.


Dion yang mendengarnya pun langsung kembali sumringah.


"Beneran yank?" Tanya Dion memastikan.


Allena kembali menganggukkan kepalanya seraya tersenyum malu-malu. Dion bersorak dan beriyes di dalam hatinya.


"Nggak bisa di tarik lagi loh ucapannya," Ujar Dion menyeringai.


Dion langsung mencium bibir Allena demgan rakus dan menuntunnya ke ranjang mereka. Dan mereka pun melakukan apa yang seharusnya suami istri lakukan di malam pertama mereka.


***


Kini Allena sedang berada di kafe milik Citra. Kafe ini sudah ada sejak mereka Sekolah menengah atas.


Allena sedang menenangkan Citra yang menangis karena Jenry dan Viora bertunangan.


"Shuut.. jangan nangis lagi donk cit... gue yakin lo bisa move on kok dari Jenry.." Ujar Allena.

__ADS_1


Citra menggelengkan kepalanya, "Mungkin jalan terbaik aku lupain dia adalah pergi sejauh mungkin dari hidupnya, Le."


Citra masih terisak begitu mendengar pertunangan Jenry dan Viora yang tidak lain adalah putri bibinya yang selama ini sudah baik padanya.


Allena hanya bisa menenangkan dan memberi kata-kata semangat buat Citra.


***


"Kamu kenapa yank?" Tanya Dion yang selalu tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Huuhh... tentang Citra. Citra pasti sakit hati banget liat Jenry dan Viora bertunangan," Tutur Allena yang masih saja menatap langit malam.


"Kalau mereka jodoh. Mereka nggak bakalan di pisahin kok, kamu nggak usah terlalu mikirin urusan mereka lagi. Aku yakin, Citra bakalan ngikhlasin Jenry kok," Saut Dion.


Allena menganggukkan kepalanya, "Semoga aja Citra dapat cinta yang baru, yang menerimanya apa adanya."


"Kita bikin Dion junior yuk!"


Allena langsung mencubit perut Dion.


"Kamu ya! Itu itu aja pikirannya!"


Dion terkekeh, "Unchh... istri aku gemesin banget sih!"


Allena mengelus pipi yang di cubit oleh suaminya itu. Lalu mencebikkan bibir mungilnya. Dion yang tidak tahan pun langsung menyerang bibi Allena.


Di sela-sela ciuman itu, Dion menatap Allena penuh cinta dan kasih sayang. Dion menyatukan keningnya dengan kening Allena.


"You know Allena? I love you so much."


Allena tersenyum, "Yes, I know. I love you too my Husband."


...................... TAMAT.................


Cerita Allena dan Dion sampai sini aja yaaa...


Iyaa... aku tahu kalau ceritaku Ini nggak sebagus cerita yang lain🀧🀧🀧. Tapi aku tetep usaha up tengah malam buat kalian yang baca. Aku sangat berterima kasih banget sama kalian yang udah like komen dan vote karya pertamaku ini. Seperti biasa, aku cuma bisa do'ain kalian aja.


Jangan unfav dulu ya. Tanggal 1 November jam 05.30,aku bakalan publish karya baru yang berjudul Love Of Secretary. Ingat tanggal satu November ya, bukan satu Oktober wkwk


...


Nanti aku bakalan kasih tahu detail nya sama kalian...


Okey... cuma itu aja yang mau aku bilang.

__ADS_1


See you next story.. by by... 😘😘


__ADS_2