Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 52(S2)


__ADS_3

HAPPY READING... 💙💙💙


SELAMAT MEMBACA... ✨✨✨


________


Hujan dengan derasnya membasahi daratan bumi. Allena berjalan ke arah apartemennya memakai payung. Sedangkan mobilnya mogok di tengah jalan tadi. Ia akhirnya memilih jalan kaki dan memakai payung yang selalu Allena tinggalkan di mobilnya.


Mata Allena tidak sengaja melihat seorang wanita yang sedang memperhatikannya yang entah sejak kapan. Wanita yang serba berpakaian hitam itu langsung berbalik lalu berlari.


“Siapa dia?”


Karena penasaran, ia pun mengikuti langkah wanita itu. Wanita itu terus berlari dan melewati pepohonan serta gudang-gudang yang tiada di pakai lagi.


Allena tidak sadar kalau ia telah jauh dari lokasi apartemennya. Ia juga telah basah kuyup karena payungnya yang sudah robek akibat ranting-ranting dan cabang-cabang pohon yang tadi ia lewati.


Kini ia telah terjebak di tengah-tengah hutan.


“Ck! Sialan, kayanya gue udah di jebak.”


Tiba-tiba ada yang menyumpal hidung dan mulut Allena dari belakang dengan saputangan yang sudah di basahi obat bius. Tubuh Allena pun roboh dan jatuh ke tanah yang berlumpur itu.


“Aku sudah mendapatkannya, lanjut ke rencana B,” Ujar Wanita itu ke sebrang telepon yang tidak lain adalah Meysa.

__ADS_1


“Kerja bagus... baiklah besok adalah pertunjukannya,” Balas Meysa sambil tersenyum licik.


•


•


•


•


“Terimakasih atas kerjasamanya, Tuan Muda. ”


Dion menganggukkan kepalanya dan tetap mempertahankan raut wajah datarnya itu. Ia dan orang yang bekerjasama dengannya itu saling berjabat tangan.


“Ya,” Jawab Dion singkat dan menganggukkan kepalanya.


Setelah pertemuan itu, Dion berencana untuk pergi ke apartemen Allena. Saat ini ia sedang merindukan kekasihnya itu. Namun, entah kenapa perasaannya tidak enak.


Dion mencoba menghubungi Allena, namun hanya suara operator yang terdengar di telinganya. Sudah lebih 3 kali Dion mencoba menghubungi Allena, namun sama sekali tidak di angkat.


“Allena kenapa tidak mengangkat panggilan ku?” Tanya Dion dengan Gumaman.


Dion akhirnya mengirim pesan pada Allena, kalau ia akan mendatangi apartemen Allena.

__ADS_1


“Moga aja nggak terjadi apa-apa sama Allena,” Gumamnya lagi.


Karena datang hujan, Dion pun harus memakai kembali jasnya. Suhu yang dingin membuat Dion kedinginan tentunya.


Dion membuka pintu apartemen Allena dan langsung masuk ke dalam. Tapi matanya sama sekali tidak melihat seseorang yang ia cari saat ini. Ia menjadi heran dan penasaran.


“Allena di mana? Tidak mungkin dia keluar pas ujan-ujanan begini.”


Dion duduk di sofa dan mengambil ponselnya lalu membuka aplikasi pesan. Pria itu terkejut saat pesannya sama sekali belum di balas oleh Allena bahkan di baca pun tidak.


Perasaan cemas dan khawatir mulai menggerogotinya. Dion berdiri dari sofa dan berkeliaran di apartemen kekasihnya.


“Apa perasaan gue aja kali ya?”


Dion menggeleng-gelengkan kepalanya dan melanjutkan langkahnya. Ia melihat figura yang di pasang di tembok. Figura itu adalah foto Allena sejak kecil dan Dion menebak kalau saat itu Allena berusia 7 tahun.


Dion juga melihat foto foto Allena saat remaja bahkan bayi. Namun, matanya mebulat di kala melihat foto sepasang suami istri yang mungkin tidak lain adalah kedua orang tua Allena.


Ia pernah melihat kedua orang tua Allena namun ia tidak mengingatnya di mana. Tiba-tiba saja Dion merasa Kepalanya pusing dan nyeri.


“Alexon dan Semira.... ”


.

__ADS_1


BERSAMBUNG~~~


__ADS_2