Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 2 - TEMAN LAMA


__ADS_3

Matahari mulai menunjukkan sinarnya, seorang gadis menggeliat dan perlahan membuka mata bulatnya. Alle mengerjap kan matanya, ia mematikan jam weker nya yang sangat berisik. Alle memperhatikan jam weker nya sudah menunjukkan pukul enam pagi. Hari ini adalah hari pertamanya dan menjadi murid baru di SMA Atlanta. Alle segera bergegas mengambil handuknya dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah mandi, ia memakai seragam khusus SMA Atlanta yang ia ambil dari sekolah itu beberapa hari lalu. Alle menguncir rambutnya ke belakang seperti kuncir kuda. Lalu ia memoles kan foundation yang berwarna coklat agar orang orang tidak terlalu mengenalnya. Ia juga tidak lupa memakai pelembab bibir agar bibirnya tidak terlalu kering.


Setelah itu, Alle bergegas turun dan berjalan ke ruang makan. Di sana sudah terlihat Agus dan Susi yang sedang menunggu nya untuk sarapan bersama.


"Selamat pagi kek,selamat pagi nek," Ucap Alle sembari tersenyum kepada kakek dan neneknya.


"Selamat pagi Alle," Sahut Agus dan Susi bersama sama dan membalas senyum Alle.


Alle duduk di hadapan neneknya, lalu mengambil nasinya. Mereka sarapan dengan canda dan tawa. Sesekali, Alle tersedak karena candaan kakeknya.


Setelah Alle selesai sarapan, Alle berpamitan dan menyalami tangan kakek dan neneknya itu, "Alle pergi sekolah ya nek, kek." Ucap Alle.


"Kamu ke sekolah naik apa ?" Tanya nenek, Alle tersenyum.


"Naik bus nek," Jawab Alle, Agus dan Susi yang mendengarnya terkejut. Alle sudah menduganya.


"Lah, tumben. Biasanya langsung balapan aja," Ucap Agus, Alle mengedikkan bahunya.


"Yaudah Alle berangkat dulu, nanti terlambat." Alle sudah berjalan melewati pintu utama sambil berjalan terburu buru.


***


Sesampainya di SMA Atlanta, Alle melihat kemegahan sekolah itu. Lalu tersenyum samar, 'Lumayan' Batin Alle. Alle berjalan menuju ke kantor kepala sekolah. Alle sudah mengetahui kantor kepala sekolah sejak mendaftar di Sekolah itu.


Alle mengetuk pintu ruangan kepala sekolah itu, "Tok.. tok.. tok.." . Tidak lama kemudian, Alle mendengar suara berat yang tidak lain adalah suara kepala sekolah itu, "Masuk!". Setelah mendengar suara itu, Alle pun memutar knop pintu dan perlahan membukanya.


Alle melihat pria empat puluh tahunan duduk sedang melihat berkas berkas yang Alle juga tidak tahu entah berkas apa itu. Kepala sekolah itu mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Alle, lalu tersenyum tipis.


"Selamat datang di SMA Atlanta Alle," Alle pun membalas senyuman kepala sekolah itu yang tidak lain adalah pamannya. Pamannya bernama Samuel Arijaya. Putra kedua dari Ardan Arijaya(kakak kandung Agus Arijaya).

__ADS_1


Samuel berusia Empat puluh satu tahun dan seharusnya mempunyai Anak tiga, Deo, Dea dan Dhia. Dea dan Dhia adalah kembar, namun Dhia sudah pergi meninggalkan dunia dia tahun lalu.


"Bagaiman kabar paman?" Tanya Alle kepada Samuel.


"Baik, Alle bagaiman?" Tanya Samuel balik sembari membereskan berkas berkas nya.


"Seperti yang paman lihat, Alle sehat wal afiat." Jawab Alle dengan nada sedikit angkuh. Samuel terkekeh dan menggelengkan kepalanya yang mendengar perkataan Alle.


"Jadi kelasku di mana?" Alle melihat jam tangan hitam nya yang menunjukkan pukul Delapan lewat sepuluh menit. Dua puluh lima menit yang lalu berarti seluruh kelas sudah masuk.


"Kelas XI - IPA satu, kelasnya di dekat tangga. Apa paman perlu mengantarmu ke sana?" Tawar Samuel.


Alle menggeleng, " Tidak usah, Alle tau di mana kelas nya. Terima kasih paman, saya pergi ke kelas dulu." Ucap Alle sambil berjalan keluar dari ruangan kepala sekolah itu.


***


Alle mengetuk pintu Kelas itu, guru yang mengajar dan murid yang menyimak melihat ke arah Alle. Alle tersenyum tipis lalu masuk ke kelas itu.


"Oh, saya Rini Guru Bahasa Indonesia di kelas ini. Wali kelasmu adalah Bu Ana, Guru IPA. Yaudah perkenalkan dirimu!" Alle mengangguk.


Siswa dan Siswi yang ada di kelas itu berbisik bisik, Alle hanya cuek. Mungkin karena penampilannya culun, Alle memang sengaja culun agar tidak di ketahui musuhnya.


"Hai, perkenalkan. Nama Saya Alle Cahyara." Ucap Alle sambil tersenyum, Alle sengaja tidak mengatakan nama lengkapnya agar orang di incarnya tidak mengetahui nya.


"Okey, kamu duduk di samping Ayu!" Kata Bu Rini menunjuk siswa nerd, Alle mengangguk lalu menyeret kakinya menuju meja urutan paling belakang. Alle mersa tidak asing dengan teman sebangkunya, Ayu.


Alle mendudukkan tubuhnya di kursi itu, lalu ia mengambil buku nya dan membukanya. Alle juga melihat lekat lekat wajah Ayu. Alle terkejut melihat wajah Ayu yang tidak lain adalah....


"Citra!" Cicit Alle. Citra tersenyum dan mengedipkan matanya. Alle tersenyum senang saat teman lamanya kembali bertemu dengannya.


"Hai, Allena." Ucap Citra atau Ayu itu. Alle mengerjapkan matanya berkali kali. Ayu terkekeh melihat wajah Alle.

__ADS_1


"Lo beneran Citra kan?" Tanya Alle, Ayu mengedikkan bahunya. Alle menajamkan matanya.


"Iya iya ini gue, Citra Ayudia." Jawab Citra dengan pelan, lalu mereka bersama sama tersenyum.


Citra Ayudia adalah seorang yatim piatu seperti Alle, hanya saja Citra tinggal di apartemen peninggalan orang tua nya bersama bibinya. Dulu, Citra juga seorang Badgirl seperti Alle.


"Nanti kita bicara di ruang rahasia kita," Ucap Alle dan Citra mengangguk dan mendengarkan Guru yang sedang menjelaskan materi.


***


Belum istirahat pertama sudah berbunyi, Alle dan Citra berjalan menuju ruang rahasia Trio Rigel yang berada di dekat pohon beringin belakang sekolah itu.


Trio Rigel adalah tiga gadis Badgirl yang tidak lain adalah Alle, Citra dan Dea. Mereka pecah sejak Dea pergi ke Swedia yang memiliki urusan pribadi. Samuel kadang mengunjungi Dea dan Deo yang berada di Swedia.


"Kenapa lo jadi nerd?" Tanya Alle. Citra menghela nafasnya dan membasahi bibirnya yang kering.


"Di sini ada sepupu Farhan, kalo gue gak jadi nerd mungkin gue udah jadi mayat kayak Dhia." Ucap Citra. Yup, Dhia mati di bunuh oleh Farhan. Farhan adalah orang yang berniat membunuh seluruh keluarga Samuel. Farhan belum tahu kalau Alle adalah sepupu Dea dan Dhia.


Alle juga di keluarkan dari SMA lamanya yang tidak lain adalah SMA Lagaruda karena hampir membunuh Farhan. Saat itu, Alle sangat marah. Beruntung Farhan karena belum mengetahui siapa Alle.


"Siapa sepupu Farhan?" Tanya Alle, Citra memijat pelipisnya dan memejamkan matanya.


"Meysa Adenara, Sebelas IPA enam." Sahut Citra. Mata Alle membelalak, Kelas mereka dan kelas Meysa bersebelahan.


"Jadi keadaan paman Samuel selama ini bagaimana?" Tanya Alle.


"Kalo paman masih aman , soalnya Meysa belum tahu kalo kepala sekolah ini adalah paman Samuel." Jawab Citra, Alle mengangguk dan menghela nafasnya lega.


"Tapi kemungkinan, Farhan juga akan pindah ke sini." Kata Citra, Alle tersenyum smirk. Citra yang melihatnya hanya memutar bola matanya.


Jangan Lupa Like, Vote And Comment... 💞

__ADS_1


Sampai bertemu dengan Alle dan Dion... 💙


__ADS_2