
HAPPY READING!!!
_________________________
"Allena!" Bisik seseorang di belakang Allena. Allena terkejut mendengar suara orang itu. Allena lalu membalikkan tubuhnya menghadap belakang.
"Angga! Ngapain lo di sini?" Tanya Allena pelan dengan terheran – heran. Pasalnya, setahu Allena Angga tidak ada urusan dengan Farhan.
Allena juga sangat terkejut kalau Angga mengetahui dirinya Allena. Padahal, Allena memakai masker. Allena sudah berpikiran, apakah Angga salah satu anak buah Farhan? Benaknya bertanya – tanya.
"Nanti gue jelasin, ikutin gue!" Seru Angga dengan suara pelan. Allena menganggukkan kepalanya tanpa mempedulikan mengapa Angga berada di sini.
Allena dan Angga berjalan mengendap – endap menuju ke sebuah pintu. Allena dan Angga melihat dari celah yang lebih besar dari sebelumnya yang Allena temukan. Seseorang yang tidak lain adalah Farhan sedang menodongkan pistolnya ke kepala seorang laki-laki paruh baya yang Allena kira berusia sekitar 53 tahun.
"Siapa pria itu? " Batin Allena. Allena merasa familiar dengan pria paruh baya itu. Tapi Allena tidak terlalu mengingat di mana ia menjumpai pria itu. Allena terus memegang pulpennya itu agar suara Farhan terekam.
Dorrr....
Suara tembakan pistol yang di pegang Farhan menggelegar di seluruh pabrik itu. Allena dan Angga membulatkan matanya melihat kejadian itu. Darah dari kepala pria paruh baya itu berceceran di sekitar tubuh pria itu.
__ADS_1
"Buang mayatnya ke laut!" Perintah Farhan.
Para anak buah Farhan itupun mengangkat mayat pria paruh baya itu lalu memasukkannya ke dalam sebuah karung besar. Karung mayat pria paruh baya itu di masukkan ke dalam mobil. Mobil itu langsung melaju meninggalkan bekas pabrik minyak tanah itu.
"Minggu depan, aku sudah masuk ke SMA. Atlanta. Jadi, kau aku minta untuk mengawasi markas kita ini, mengerti!"
"Mengerti boss!"
Allena tidak menyangka kedatangan Farhan ke SMA Atlanta lebih cepat dari perkiraannya. Ia harus segera memberi tahu seluruh keluarga Samuel agar berwaspada karena Farhan mulai beraksi.
Angga tidak kalah terkejut dengan Allena. Angga tidak menyangka kalau Farhan ternyata adalah seorang pelajar SMA yang akan bersekolah di sekolahnya minggu depan.
Tiba – tiba, Angga tidak sengaja menyenggol kaleng susu yang berada di dekat kakinya sampai kayu itu jatuh dan menimbulkan suara yang tidak pelan. Allena dan Angga membulatkan matanya, mereka berusaha bersembunyi di balik kotak kardus yang tingginya sekitar 1,3 meter.
"Cepat periksa ada siapa di sana!?" Perintah Farhan pada anak buahnya yang lain. Anak buahnya langsung menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke arah suara, arah Allena dan Angga bersembunyi.
Allena dan Angga sudah di baluti perasaan cemas dan khawatir. Allena menutup hidung dan mulutnya agar tidak terdengar suara deru nafasnya. Angga juga melakukan seperti apa yang di lakukan Allena.
Anak buah Farhan itu semakin mendekat ke arah mereka. Allena dan Angga semakin gugup, mereka memejamkan mata mereka masing – masing saat anak buah Farhan itu memegang kardus itu.
Namun, entah kenapa suruhan Farhan itu memberhentikan tangannya. Anak buah Farhan itu ternyata sedang mengangkat panggilan dari seseorang.
__ADS_1
Allena dan Angga bernafas lega, mereka segera keluar dan meninggalkan pabrik tua itu.
***
"Darimana lo tahu kalau gue Allena?" Selidik Allena pada Angga. Mereka saat ini berada di apartemen Angga.
"Gue pernah liat lo dan Citra ketemuan sama Jenry di kafe. Gue ngupingin kalian deh, " Celetuk Angga.
"Lo bukan anak buahnya si Farhan bedebah itu, 'kan?" Selidik Allena lagi.
"Enggak, mana mau gue jadi babu si pembunuh itu, " Ujar Angga sambil memakan kripiknya.
"Benerankan, lo bukan anak buah si Farhan. Terus kenapa lo bisa ada di sana?"
"Gue tadi ada di supermarket dekat kantor polisi. Terus gue lihat ada yang nyeret polisi, ya gue penasaran terus gue ikutin deh,"
"Oh iya, lo ada urusan apa sama si pembunuh itu?" Tanya Angga balik.
"Bukan urusan lo, " Jawab Allena dingin.
Angga tersentak dengan jawaban Allena, Angga tidak menyangka bahwa Allena yang selama ia lirik culun ternyata dingin dan barbar juga. Angga tadinya juga sangat terkejut saat Allena membawa motor ninja dengan sangat lancar.
__ADS_1
~To Be Continued~