
HAPPY READING AND ENJOY... 💙💙💙
SELAMAT MEMBACA GESS...
_________
Alwi dan Meira tertawa mendengar perkataan Kakek Agus. Sedangkan Allena dan Dion hanya bingung dan masih belum mengetahui hubungan antara Kakek Agus dan Papa Alwi.
"Maaf Paman. Kami baru bisa datang sekarang."
Kakek Agus dan Papa Alwi sibuk bercengkrama. Sedangkan Mama Meira mendekat ke arah Allena.
"Masih ada yang sakit?" Tanya Mama Meira.
Allena menggelengkan kepalanya,"Cuma nyeri di hidung aja, Tan."
"Ets, kamu jangan panggil Tante dong. Kan bentar lagi bakalan jadi mantu mama," Ujar Mama Meira.
Allena bersemu merah saat mendengar perkataan Mama Meira ralat calon Mama mertuanya.
"Ck, tanpa mama bilang. Cuma Allena calon ibu dari anak-anakku nanti," Sahut Dion sambil berdecak sinis.
Allena heran kenapa Dion seperti itu kepada mamanya. Sedangkan Mama Meira hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya itu yang masih saja salah paham padanya.
"Tan-... eh Mama, kenapa Dion kaya gitu sama mama?" Tanya Allena.
__ADS_1
"Dia cuma salah paham sama Mama, " Jawab Mama Meira.
"Dion! Nggak boleh gitu sama Mama kamu! Itu tandanya anak durhaka!" Tegur Nenek Susi yang tidak sengaja mendengar sahutan Dion tadi.
"Humph! Iya iya. Mam, aku minta maaf."
"Yang ikhlas dong Yang, ucapinnya!" Sahut Allena.
"Iya iya... aku beneran ikhlas kok ini Yang... Mam, Dion minta maaf, " Ujar Dion.
"Mam udah maafin kamu kok, nak."
Mama Meira terkekeh melihat putranya itu langsung takluk pada Allena. Ia sedari dulu sudah menetapkan bahwa Allena adalah calon istri satu satunya untuk Dion.
***
Allena berjalan masuk kembali ke dalam kamarnya dan duduk di sofa kamarnya, lalu menghidupkan televisinya. Matanya dengan jelas melihat berita yang sedang menjadi trending saat ini.
"Akhirnya Meysa mendapatkan hukuman yang setimpal juga," Ujar Allena dalam hati sambil tersenyum tipis. Sebenarnya ia juga kasihan saat Meysa mendapat hukuman mati karena kesalahannya di masalalu.
"Allena!!!"
Allena buru-buru mematikan televisinya dan beranjak menuju pintu. Allena lalu membuka pintu itu dan terlihatlah nenek Susi yang sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya.
"Ada apa, Nek?" Tanya Allena penasaran.
__ADS_1
"Bersiaplah! Kita akan ke suatu tempat sekarang. Jangan lama-lama bersiap nya! Kakek dan Nenek akan menunggumu di bawah," Tutur Nenek Susi.
"Memangnya kita mau kemana, Nek?"
"Kamu tidak perlu tahu. Pokoknya, bersiap-siaplah dengan cepat!" Jawab Nenek Susi dan langsung pergi meninggalkan Allena yang masih penasaran kemana mereka akan pergi.
Allena mengedikkan bahunya lalu mengambil ponselnya di atas nakas. Allena mencari kontak Dion dan meneleponnya.
Sedangkan Dion yang sedang bersiap-siap tiba-tiba mendapatkan panggilan dari kekasihnya, Allena. Ia tersenyum dan langsung mengangkat panggilan itu.
"Ya sayang. Ada apa?" Tanya Dion pura-pura tidak tahu.
"Aku sekarang mau pergi ke suatu tempat sama Kakek dan Nenek," Jawab Allena.
"Lalu?"
"Udah. Cuma mau bilang itu aja," Balas Allena.
"Itu aja? Nggak ada yang lain lagi, gitu?" Tanya Dion meringis.
"Iyoo. Ya udah, aku tutup ya. Nanti aku kena omelin nenek lagi kalo aku lama siap-siapnya. "
Dion menganggukkan kepalanya walaupun tidak di lihat Allena, "Baiklah. Sampai jumpa," Ujar Dion. Nanti Lanjut Dion dalam hatinya.
"Okeh. Sampai jumpa juga," Balas Allena.
__ADS_1
BERSAMBUNG~~