Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 18 - CEMBURU LAGI


__ADS_3

**HAPPY READING GUYS!!! JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENNYA YA, SUPAYA AUTHOR MAKIN SEMANGAT UPDATE....


SEMOGA TERHIBUR**....!!!


___________________________


Sejak kejadian itu, Allena dan Angga terlihat nampak lebih akrab. Tidak peduli itu di luar maupun di sekolah. Mereka kadang berbincang – bincang di kantin saat istirahat. Allena tidak peduli tatapan dan ocehan orang – orang. Toh, dia sama Angga cuma sebatas teman, tidak lebih.


***


Bel jam tanda istirahat sudah berbunyi, para siswa-siswi SMA Atlanta berhamburan keluar kelas dan menuju ke tempat favoritnya. Begitu juga halnya dengan Allena dan Citra.


"Kantin yuk Cit, " Ajak Allena.


"Yuk, " Balas Citra sambil menarik tangan Allena ke kantin.


Kantin sudah remai, tidak ada lagi kursi maupun meja yang kosong. Allena dan Citra ternyata terlambat ke kantin karena tugas mencatat mereka tadi.


"Yah, udah penuh semua. Kita duduk di mana Le?" Tanya Citra pada Allena.


Allena mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin. Ia melihat Dion dan rombongannya duduk di pojok. Ternyata masih ada tersedia tepat 2 kursi kosong di sana.


"Emm... bagimana kalau kita ke tempat Dion aja. Masih ada dua kursi kosong di sana, " Ujar Allena sambil menunjukkan ke arah pojok di mana Dion dan para sahabatnya duduk.

__ADS_1


"Emangnya boleh?" Tanya Citra ragu – ragu.


"Tenang aja, Dion nggak bakalan marah. Aku yakin, " Tegas Allena.


"Yaudah.Yuk, "


Allena dan Citra melangkahkan kakinya ke arah meja geng Badalykas. Jujur, Allena juga sebenarnya juga sedikit malu dan ragu jika meminta duduk di meja geng Badalykas. Tapi karena lapar, Allena membuang jauh jauh rasa malu dan ragunya itu.


Allena dan Citra sudah berdiri tepat di dekat meja Dion dan teman-temannya duduki. Allena melihat Dion yang sedang memakan lontong tanpa melirik sama sekali padanya.


"Emm, kami boleh nggak duduk di sini?" Tanya Allena.


"Boleh. Duduk aja, " Jawab Angga.


Allena menjadi risih saat Glenn memanggilnya Nona Alpha. Seperti tidak ada nama lain saja, pikir Allena.


"Makasih, " Ucap Allena dan Citra serentak.


Allena dan Citra mendudukkan bokongnya di kursi itu. Allena terus mencuri pandang ke Dion yang terlihat sangat dingin. Allena merasa Dion belum pernah beradu suara dari tadi pagi.


"Ada apa dengan Dion?" Gumam Allena dalam hati.


"Cit, aku nitip mi goreng ya, " Ujar Allena pada Citra.

__ADS_1


Citra menganggukkan kepalanya, Citra beranjak dari meja mereka dan pergi ke mbak penjual makanan kantin.


Angga terus mencuri – curi pandang pada Allena tanpa Allena sadari. Dion yang melihat Angga mencuri – curi pandang menggeram kesal.


"Alle! Lo makin cantik deh, " Celetuk Angga yang memuji Allena sambil menatap wajah Allena tanpa kedip sama sekali. Memang makin hari Allena semakin cantik, walaupun ia di sekolah menggulung atau menguncir rambutnya dan memakai kacamata. Dia tetap cantik, kulit gelapnya menambah kesan seksi dan eksotis pada dirinya.


Pipi Allena menjadi panas di buat Angga, Allena senyum malu – malu karena gombalan Angga. Dion yang melihat interaksi pacar dan sahabatnya merasa kesal. Yang lainnya juga terkejut melihat sikap Angga. Angga yang biasanya adalah laki-laki yang dingin dan acuh, tiba-tiba sikap Angga berubah dan memuji kecantikan Allena terang – terangan di depan para sahabatnya.


Brukk...


Dion menggebrak meja dan pergi dari sana, Allena terkejut. Allena tidak tahu kalau Dion sedang cemburu karena gombalan Angga padanya. Allena segera mengejar Dion dan mengikuti langkah pemuda jangkung itu pergi.


Dion memberhentikan langkahnya di belakang ruang kepala sekolah yang tidak jauh dari markas Trio Rigel. Allena yang kecapean mengejar Dion sambil berlari menekan lututnya sambil ngos – ngosan.


"Hosh...goshh...Dion, kamu kenapa?" Tanya Allena yang masih ngos – ngosan.


"...... "


Dion masih diam dan sama sekali tidak mempedulikan pertanyaan Allena.


"Kamu cemburu ya? "


~To Be Continued~

__ADS_1


__ADS_2