
Setelah kejadian itu, semua sudah selesai. Namun Allena masih saja sedih karena kepergian Dion. Ia ingin mengikhlaskannya namun entah kenapa Allena malah merasa kalau Dion belum mati sama sekali.
Ia mempunyai firasat kalau Dion masih hidup, tapi ia sama sekali tidak pernah melihat penampakan Dion. Semakin hari Allena semakin dingin, kecuali pada keluarganya dan anak Badalykas. Karena anak Badalykas ia anggap keluarganya juga, bahkan seluruh anggota Badalykas memanggilnya nona Alpha. Allena membiarkannya saja mereka memanggilnya seperti itu.
Setelah kejadian itu juga, Farhan di penjara seumur hidup karena sudah banyak melakukan kejahatan. Seperti menggunakan narkoba, mencuri, bahkan membunuh orang yang tidak bersalah. Lagipula usia Farhan sudah menginjak 19 tahun.
Meysa juga di tangkap dan di keluarkan dari sekolah karena Meysa ternyata sering melakukan prostitusi. Allena sekarang tidak tahu bagaimana nasib Meysa sekarang. Ia tidak mempedulika itu lagi. Setiap pulang ke sekolah ia pasti ke apartemen untuk mengunjungi kamar di mana ia menembak Dion sebagai pacar satu bulannya.
***
"Le, pulang yuk!" Ajak Citra.
Allena terburu-buru lari dari lamunannya, "Emangnya kita nggak nunggu Dea dulu?"
"Gua di sini Le, mata lo katarak ya? Makhluk segede gue nggak lo liat?" Tanya Dea sewot.
"Yee.. biasa aja de. Kan gue lagi melamun." Balas Allena tidak kalah sewotnya.
Dea sekarang juga sudah sekolah di SMA Atlanta bersama kedua anggota Rigel Lainnya. Bahkan mereka bertiga sekelas yaitu di kelas Sebelas IPA Enam. Mereka bertiga di gosip-gosipkan sebagai most wanted. Pasti ada dua atau tiga orang yang membenci mereka. Namun seperti itulah dunia SMA, ada saja yang cemburu dan iri hati melihat kepopuleran mereka. Trio Rigel sama sekali tidak mempedulikan hal itu.
Mereka bertiga melangkah ke parkiran sambil tertawa kecuali Allena. Ia hanya tersenyum tipis mendengar candaan dua gadis tengil itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Hahaha....
__ADS_1
Kadang Allena merasa kesal dengan kedua gadis tengil itu karena Allena mengangap mereka seperti tidak pernah tertawa saja. Tawa mereka membuat kuping Allena serasa mau pecah.
Sebelum masuk ke mobil, Allena di hadang oleh seseorang yang notabene-nya murid baru juga di anggap pengganti Dion. Namanya Alex, ia masuk sekolah tiga minggu lalu dan juga sebagai siswa baru di kelas Allena. Sejak pertama masuk, Alex sudah menyukai Allena. Namun, Allena sama sekali belum membuka hatinya karena hatinya masih milik Dion.
"Allena, pulang bareng yuk!" Ajak Alex.
"Sorry, gue mau jalan-jalan sama temen-temen gue." Tolak Allena.
"Pliss, cuma satu kali ini aja ya.. ya.." Bujuk Alex.
Bukan Allena namanya kalau tidak keras kepala. Ia masih bersikukuh untuk bersama teman-temannya. Citra dan Dea juga berusaha agar menjauhkan Alex dari Allena. Karena mereka memiliki firasat kalau Alex itu bukan pemuda baik-baik.
"Kalo nggak ya nggak! Lo itu susah banget sih di bulangin!" Bentak Allena.
Alex pun pergi dari parkiran itu, sedangkan Allena dan yang lainnya pergi jalan-jalan.
***
(POV Allena)
Saat mendengar Dion meninggal, awalnya gue nggak percaya dengan perkataan Jenry. Gue refleks menjatuhkan rambutan yang ada di tangan gue dan tanpa izin air mata gue jatuh dengan sendirinya.
Gue heran dengan takdir gue, kenapa sih orang yang gue sayang pergi pas pagi sayang-sayangnya? Gue gak terima kalau takdir gue begini. Gue udah cinta banget sama Dion.
__ADS_1
Dan sekarang gue ragu, apakah gue masih sanggup untuk membuka hati untuk orang lain? Entahlah.
Setelah keluar dari rumah sakit, sikap gue berubah drastis karena kepergian Dion. Jujur, gue masih sedih dan nggak rela dengan kepergian Dion.
Firasat gue juga bilang kalo Dion masih hidup, tapi gue sama sekali belum melihat penampakan Dion sama sekali. Gue juga kurang percaya kalau Dion di makamkan di Amerika. Ingin sekali rasanya gue nyusul Dion mati, tapi temen-temen gue dukung gue supaya bisa ngikhlasin Dion.
Dua bulan kemudian, siswa baru datang lagi ke kelas gue. Kalo nggak salah namanya Alexis Andara. Entahlah, gue merasa kalau dia bukan cowok baik-baik, walaupun setiap ulangan nilainya selalu bagus dan mendapat A+ .
Dan cowok itu ternyata mengaku kalau dia punya perasaan sama gue. Gue terkejut? Tentulah. Tapi, gue masih bisa buka hati gue sama orang lain. Apalagi si Alexis itu orang yang baru gue kenal.
Hari makin hari, sikapnya makin aneh. Setelah gue selidiki, ternyata cowok itu anak buah Farhan yang berhasil melarikan diri dari polisi. Jenry dan Angga akhirnya berusaha mengumpulkan bukti kalau cowok itu salah satu pecandu narkoba bahkan ia sering ke tempat haram Club. Cowok itu juga ternyata pernah memperkosa anak gadis, membayangkan hal itu saja membuat darahku mendidih dan ingin segera menggantungnya lalu aku bakar hidup-hidup.
Cowok itu akhirnya di tangkap polisi dan bernasib sama seperti Farhan bedebah itu.
Akhir-akhir ini juga, Citra selalu ingin di celakai seseorang. Namun, ternyata ada yang selalu menyelamatkan Citra dari orang jahat itu. Gue pernah melihat siluetnya, merasa tidak asing sama siluet itu mirip seperti Glenndy namun bukan Glenn.
Yah, seperti itulah pasca kejadian yang kalau gue ingat membuat hati gue nyeri dan sakit. Apalagi jika gue mengingat Dia, My Dion.
(POV Allena End)
***
~To Be Continue~
__ADS_1