Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 28 - BERTEMU FARHAN


__ADS_3

"Kenalin, Gue Allena Cahyara. Jangan betah main sama gue."


Semua orang termasuk guru yang ada di kelas itu tercengang di buat Allena karena perkataannya yang sangat aneh.


"Ehm, baiklah. Allena, silahkan duduk di bangku yang kosong." Ujar wali kelas itu.


Allena langsung melangkah ke bangku yang di tunjukkan oleh wali kelasnya yang baru itu. Bangku yang kosong itu bertepatan di samping Dion. Entah kebetulan atau memang takdir.


Allena melempar tasnya di atas meja dan duduk di bangkunya itu. Allena memperhatikan Dion sedari tadi yang tidak bersuara sedikitpun. Ia melihat Dion yang menelungkupkan kepalanya ke atas meja, bahkan Dion tidak menyadari kalau Allena sudah berada di sampingnya.


Allena membuka tasnya dan mengambil buku tugasnya. Allena merasa kalau kelas ini lebih aktif dan bising daripada kelasnya yang dulu. Ia melirik ke arah Farhan yang sedang membisikkan sesuatu yang Allena tidak ketahui.


Pada jam istirahat, semua orang berkeluaran dari kelas. Kecuali dirinya dan sembilan orang lainnya. Ia mengambil permen karet yang ada di saku tasnya dan mengunyahnya dan meletakkan kakinya di atas meja.


Ponsel Allena tiba-tiba begetar. Melihat nomor Citra yang sedang memanggil, Allena langsung menggeser ikon berwarna hijau.


"Hm?"


"Le, gue datang ya ke kelas lo yang baru itu." Kata Citra dari ponsel Allena.


"Terserah," Jawab Allena.

__ADS_1


Panggilan langsung di tutup sepihak dari Allena. Lehernya ia geser ke kanan dan ke kiri karena merasa pegal. Lalu ia melihat Dion yang masih saja lesu walaupun Dion sudah duduk tegak. Dion melirik sedikit ke arah Allena. Sedangkan Allena hanya pura-pura tidak mempedulikan Dion, namun Dion tidak tahu kalau Allena sudah memperhatikannya sejak tadi.


Tidak lama kemudian, Citra datang dengan gaya lamanya seperti Allena. Badgirl, yah Trio Rigel seharusnya ada tiga, tapi karena Dea tidak ada jadilah mereka berdua.


"Le, kita Duo Rigel aja. Nggak usah Trio, emangnya kita tiga orang?"


"Eh, tapi si Dea juga anggota kita."


"Kalo di sekolah Allena, "


"Terserah, "


Allena dan Citra menyadari kalau Farhan sedang mengawasi mereka dari belakang, namun mereka pura-pura tidak tahu.


Allena hanya menganggukkan kepalanya sembari berdiri dari bangkunya. Ia melirik ke arah Dion sekilas lalu beranjak pergi langsung dari sana.


Di luar kelas, Allena dan Citra sedang di kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong atau lapar. Namun, ponsel Allena bergetar lagi. Allena melihat pesan dari unknown di ponselnya itu.


"Cit, gue ke kamar mandi dulu ya."


Citra mengangguk pelan. Melihat anggukan Citra Allena langsung beranjak dari sana dan menuju ke suatu tempat. Di mana ia harus menemui Farhan. Ya, yang mengirim pesan pada Allena adalah Farhan.

__ADS_1


Sesampainya di sana, Allena melihat ke seluruh sekitar apakah ada orang lain di sana selain dirinya. Ia menyadari kalau tempat ini berada di belakang ruang perpustakaan. Di mana ada pagar perumahan yang di batasi dengan pagar yang tinggi.


"Lo cepet juga datangnya, " Ucap orang secara tiba-tiba yang tidak lain adalah Farhan.


"Apa?" Tanya Allena to the point.


"Lo jangan ganggu Meysa dan jangan macam-macam lagi sama gue, karena gue gak akan tinggal diem." Jawab Farhan.


"Lah, suka-suka gue lah. Mau ganggu siapa, mukul siapa, nembak siapa, itukan urusan gue. Kenapa lo yang sibuk?!"


"Awas aja lo ya, gue bakal bunuh lo juga nanti! Siap-siap lo!" Ancam Farhan sembari menunjuk wajah Allena.


"Tuh, 'kan! Lo yang bilang kalo lo pembunuh, kenapa kalo di Lagaruda lo marah pas gue bilang lo pembunuh? Lagipula, coba aja bunuh gue kalo lo bisa! Cih!"


Allena langsung meninggalkan Farhan sendirian di sana. Ke dua orang itu tidak menyadari kalau ada yang sedang menguping pembicaraan mereka.


*


*


*

__ADS_1


~To Be Continue~


__ADS_2