Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 6 - RENCANA JENRY


__ADS_3

Alle terkejut melihat Jenry dan Citra yang membawa kantung kresek yang entah apa isinya. Jenry berjalan ke arah Alle dan meletakkan kantung kresek itu di atas meja. Sedangkan Citra sedang kikuk, mungkin karena ada Jenry .


"Le, perutnya masih sakit?" Tanya Jenry.


Alle menggeleng, " Enggak terlalu nyeri lagi kok, oh iya kenapa lo kesini? Entar temen lo kecarian," Ujar Alle.


"Enggak, mereka lagi di hukum di lapangan. Daripada nggak ada kerjaan, mending makan cemilan di sini, lagipula kelas kami lagi jamkos, " Alle mengangguk.


"Cit, ambilin gue air dong, gue haus nih, " Suruh Alle kepada Citra, Citra memutar bola matanya malas.


Citra mengambil gelas kaca yang ada di lemari lalu mengisinya dengan air hangat. Setelah itu, Citra memberinya kepada Alle. Alle tersenyum sambil mengarahkan matanya ke arah Jenry, sedangkan Citra menajamkan matanya sambil bersemu merah.


"Eh, kalian kenapa jadi culun sama cupu gini?" Tanya Jenry menunjuk wajah Alle dan Citra bergantian.


Alle pun menceritakan tentang keselamatan Samuel dan keluarganya. Tidak lupa Alle juga menceritakan kalau Farhan akan pindah ke sekolah ini juga. Jenry sangat terkejut mendengar cerita Alle.


"Jadi, Meysa belum tahu kalau paman Samuel itu ayahnya Dhia?" Tanya Jenry, Alle dan Citra menganggukkan kepalanya.


"Huft, aku jadi pusing mikirin ini!" Ucap Alle, Jenry dan Citra memutar bola matanya.


"Kalian kok hobi banget sih muter muter mata kalian, gak sakit apa?" Pertanyaan konyol itu keluar dari mulut Alle.

__ADS_1


"Suka suka gue lah, mata mata gue juga! " Citra menggas perkataannya. Jenry mengangguk setuju perkataan Citra.


"Gausah sok sokan pakai ' aku', jyjyk gue dengernya, " Ujar Jenry, Alle menimpuk kepala Jenry dengan bantal yang ada di kasurnya.


"Like like i lah, mulut mulut gue juga kok. Heh," Sahut Alle.


"Oh iya, Jen! Temen lo si Dion itu udah punya pacar nggak?" Tanya Alle malu malu. Jenry tersedak saat Alle menyebutkan nama Dion.


"Emangnya kenapa?" Tanya Jenry tanpa menjawab pertanyaan Alle. Citra bersuit suit melihat ke arah Alle.


"Gue di kasih tantangan sama Citra, pas balapan gue kalah. Jadi tantangannya harus jadi pacar Dion selama satu bulan, " Dion melototkan matanya.


"Dion belum punya pacar sih, tapi emangnya dia mau sama lo yang culun ini?" Tanya Jenry sambil menarik narik rambut Alle ke belakang. Alle memukuk lengan Jenry dengan keras.


"Ishh, Jenry! " Jenry langsung melepaskan tangannya dari rambut Alle.


Jenry pergi dari samping kasur yang Alle tiduri dan menarik tangan Citra keluar. Alle yang melihatnya tersenyum nakal ke arah Citra. Sedangkan Citra mkin gugup karena tangannya di sentuh oleh laki-laki yang membuat jantungnya berdebar.


"Eehh, lo mau bawa gue ke mana?" Jenry tidak menghiraukan pertanyaan Citra. Jenry menyeret Citra ke luar UKS menuju arah gudang.


Kejadian itu tidak luput dari penglihatan siswa siswi yang ada di sekitar mereka. Jenry tidak mempedulikan hal itu, ia terus membawa Citra ke arah gudang. Citra hanya bisa menundukkan kepalanya. Kalau Citra gak jadi cupu, mungkin citra udah menendang masa depan milik Jenry.

__ADS_1


***


Di lain tempat Alle sedang bebicara dengan Dokter Murti, dokter itu mengatakan kalau Alle sudah boleh pulang dan dokter Murti juga mengatakan agar memakan makanan yang mengandung banyak gizi. Alle mengirim pesan kepada Citra, kalau ia duluan pulang ke rumah.


Alle langsung menuju halte dan menunggu taksi yang menuju mansion nya. Saat menunggu taksi, Alle tidak sengaja melihat orang yang tergeletak pingsan dan bersimbah darah di sekujur tubuhnya. Alle merasa tidak asing dengan wajah laki laki itu. Yang lebih mengejutkan nya lagi, laki laki itu memakai seragam SMA Atlanta. Alle bingung harus membawanya ke mana,tidak mungkin ia membawanya ke sekolah dengan tubuh yang lemah.Padahal ia masih merasa tubuhnya lemas, ia menelpon asistennya untuk menjemputnya di halte yang jaraknya sudah jauh dari sekolah.


Tidak lama kemudian jemputan nya datang, Alle mengangkat tubuh Laki laki itu ke dalam mobilnya. Alle duduk di depan bersama asistennya, asisten pribadi tepatnya. Asistennya ini masih berusia 23 tahun, bernama Angel.


Mereka menuju ke apartemen milik Alle, Alle sengaja membawa orang yang terluka ini agar tidak ketahuan oleh nenek dan kakeknya.


Sesampainya di apartemen Alle, ia dan Angel lansung membopong tubuh laki laki itu ke dalam. Sesampainya di lantai 5,Alle dan angel membuka pintu ruangan khusus yang sangat rahasia, hanya asisten , kakek dan neneknya saja yang tahu.


Mereka membaringkan tubuh laki laki itu dan mulai membersihkan darah yang ada di. sekujur tubuh laki laki itu. Alle merasa ada yang janggal, kenapa tidak ada sama sekali luka atau bekas tembakan. Alle mulai membersihka muka yang di lumuri cairan merah itu.


Alle membulatkan matanya saat melihat wajah laki laki yang asli, jantungnya berdetak kencang melihat wajah laki laki itu. Laki laki itu adalah Dionard Alpha Lesson. Laki laki yang menjadi incaran untuk menjadi pacarnya selama satu bulan. Dan laki laki itu sekarang berada di depannya.


***


**MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK TYPO KARENA SAYA MASIH BELAJAR DAN JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN KALIAN YA...!


MOHON KRITIK DAN SARANNYA AGAR KARYA SAYA LEBIH BAIK, MARI SAMA SAMA SALING MENDUKUNG!!!

__ADS_1


🙏❤💙**


__ADS_2