Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 13 - DI BAWAH HUJAN


__ADS_3

"Kita kemana?" Tanya Allena yang memeluk pinggang Dion. Saat ini, Allena melupakan semua beban pikirannya termasuk ancaman Meysa.


Namun Dion hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Allena. Motor Dion melaju cepat membelah jalan raya. Allena makin mengeratkan pelukannya pada Dion karena kecepatan motor Dion semakin cepat.


Dion menarik sudut bibirnya kala Allena mengeratkan pelukan pada tubuhnya. Dion merasa hangat saat Allena mendekapnya erat.


Motor Dion berhenti di sebuah toko Es krim, Allena mulai penasaran kenapa Dion membawanya ke sini. Pasti mau beli Es krim pikir Allena.


Mereka berdua turun dari motor itu dan melangkah masuk ke dalam toko Es krim. Allena mengikuti langkah Dion tanpa banyak tanya. Nafsu Allena mulai bertambah saat melihat es krim di toko itu. Ia membasahi bibirnya melihat es krim itu.


Dion dan Allena mengambil kursi mereka masing masing dan mendudukkan bokongnya. Dion mulai memesan Es krim untuk mereka.


"Mbak, es krim coklat dan...." Dion memberhentikan ucapannya dan melihat ke arah Allena.


"Cappucino aja, " Sahut Allena tersenyum tipis pada pelayan itu.


Pelayan itu mengangguk dan pergi dari situ. Allena melihat ke luar, awan gelap sudah menghiasi langit-langit kota itu. Ia jadi penasaran kenapa Dion membelikannya Es krim padahal hari tidak panas.


"Kamu kenapa beli Es krim? Padahal hari nggak panas." Tanya Allena.

__ADS_1


"Kepingin aja, " Jawab Dion singkat.


Tidak lama setelah itu, pelayan datang dengan membawakan es krim coklat dan cappucino yang di pesan oleh Dion dan Allena.


Senyum Allena langsung kembang dan menepuk tangannya di kala es krim pesanannya datang. Dion lagi-lagi tersenyum tipis melihat tingkah Allena.


Allena sebenarnya sedikit merasa lebay jika bertingkah seperti gadis feminin, tapi ia harus meninggalkan sifat bad-nya demi penyamarannya.


Allena dan Dion mulai menyuapkan es krim itu ke mulut masing-masing. Dion sangat lahap memakan es krim miliknya sampai Allena dibuatnya terheran heran.


"Mau coba punyaku?" Tawar Allena.


Tanpa ragu-ragu Dion langsung membukakan mulutnya. Allena pun menyuapkan eskrim cappucinonya pada Dion. Dion tersenyum setelah Allena menyuapkan es krim cappucino itu ke dalam mulutnya.


"Enak nggak?" Tanya Allena.


Dion menganggukkan kepalanya, "Enak banget.."


Setelah mereka selesai memakan es krim itu, Dion membayarnya dan keluar dari toko es krim itu.

__ADS_1


"Kita mau kemana pagi?" Tanya Allena.


"Kemana aja."


Allena hanya berdecak mendengar jawaban Dion. Dion menaiki motornya dan di susul oleh Allena. Dion langsung melajukan motornya membelah jalan raya.


Tidak lama kemudian, air dari langit mulai berjatuhan. Makin lama semakin deras, Allena semakin mengeratkan pelukannya pada Dion. Dion semakin menambah kecepatan motornya di saat hujan deras itu.


"Kita menepi dulu, makin deras hujannya.. " Teriak Allena karena suaranya terhalang dengan suara air hujan yang deras itu.


"Kita hujan-hujanan aja!" Teriak Dion membalas perkataan Allena.


"Nanti kamu sakit loh Yon.."


"Biarin...Pegang erat-erat ya... kita ngebut di bawah hujan.... "


Allena mengeratkan pelukannya pada tubuh Dion dan juga menyandarkan kepalanya pada punggung Dion sambil tersenyum tipis. Allena memejamkan matanya dan menikmati derasnya hujan dan kecepatan motor Dion. Allena saat ini sangat berbunga bunga.


Dion terus menambah kecepatan motornya karena saat ini jalan raya sangat sepi, ia jadi lebih santai dan puas berbalap balapan di tengah jalan raya.

__ADS_1


Entah kenapa perasaannya pada Dion semakin dalam dan bertambah. Allena jadi sakit hati mengingat perbincangan Dion dan Meysa hari itu. Allena selalu berharap agar perasaannya pada Dion memudar.


(-____-) (•>•)


__ADS_2