Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 12 - KECEMBURUAN DION


__ADS_3

Dion sedikit heran kenapa Allena tiba-tiba menggunakan bahasa yang berbeda. Sedangkan Allena saat ini masih memejamkan matanya.


"Gue ambil ya," Kata Dion.


Allena teringat kalau di tasnya ada sesuatu yang tidak boleh di lihat oleh siapapun yaitu belati, Allena langsung duduk dan menghalangi Dion untuk mengambil tasnya.


"Gak usah, biar aku aja yang ambil."


Allena langsung membuka tasnya dan mengambil buku milik Dion lalu memberikannya pada pemiliknya.


"Nih,"


"Thanks, "


Allena hanya menganggukkan kepalanya dan kembali menelungkupkan kepalanya. Namun, suara Citra membuatnya terduduk kembali.


"Le, kamu di panggil Jenry." Ujar Citra.


"Kenapa?"


Citra hanya mengedikkan bahunya, "Gak tahu, udah ayo kita udah di tungguin." Ujar Citra sambil menarik narik tangan Allena.


"Ck, bisa sih ngga usah tarik tarik tangan! Sakit tahu!"


"Maaf, maaf... udah cepetan!" Citra masih saja menarik tangan Allena dan membawanya ke luar kelas.


Di lapangan basket, Jenry dan Glenn sudah terduduk di pinggir lapangan. Allena melihat lutut Jenry yang berdarah. Allena pikir kalau Jenry pasti jatuh saat bermain basket.


"Loh, lutut kamu kenapa Jen?" Tanya Allena.


"Biasa, jatuh tadi." Jawab Jenry.


Allena langsung mengeluarkan sapu tangan yang ada di sakunya dan mengambil air dari botol minum milik Glenn.

__ADS_1


"Heh, itu punya gue." Ujar Glenn sambil melototkan matanya.


"Bentar, tuh lihat lutut Jenry berdarah! Teman sendiri kok nggak di tolong?" Tanya Allena yang mengandung sindiran pada Glenn.


Glenn menggaruk tengkuknya, ia merasa tersindir karena pertanyaan dan perkataan Allena.


Allena langsung menyiram lutut Jenry yang berdarah. Jenry sedikit meringis, "Awh..."


"Tahan ya Jen, "


Setelah di siram, Allena langsung melilitkan sapu tangan miliknya pada lutut Jenry.


"Selesai," Ujar Allena sambil menepuk nepuk tangannya.


Tiba-tiba Allena di tarik oleh seseorang dan membawanya entah kemana. Allena sedikit kesakitan saat orang itu menariknya.


Orang itu adalah Dion, Dion ternyata membawa Allena ke belakang sekolah. Dion langsung menghempaskan tangan Allena.


Dion menatap Allena tajam, Allena yang merasa di tatap pun mendongakkan kepalanya.


"Kenapa kamu narik tangan aku?" Tanya Allena.


"Lo masih sadarkan kalo lo masih punya pacar!?" Tanya Dion sedikit meninggikan suaranya.


"Iya," Jawab Allena Singkat.


"Lalu, kamu kok marah-marah gak jelas?" Tanya Allena balik.


"Lo ngapain perhatian sama Jenry?" Bukannya menjawab, Dion malah bertanya lagi.


"Tadi kan lututnya berdarah, yaudah aku kasian nengoknya. Aku obatin lah," Jawab Allena.


Sekarang Allena mengerti kalau Dion cemburu padanya, tapi Allena sedikit ragu. Allena teringat lagi pada perkataan Meysa padanya.

__ADS_1


"Gak mungkinlah si Dion cemburu sama gue, paling pura-pura."


"Lo nggak boleh perhatian lagi sama laki-laki lain kecuali sama gue!" Tegas Dion.


"Kenapa nggak boleh, padahal aku udah anggap Jenry seperti kakak laki-laki aku." Balas Allena sambil mencebikkan bibirnya.


Dion merasa gemas pada Allena, tanpa aba-aba Dion langsung mencium bibir Allena. Allena membulatkan matanya, ia langsung memukul dada Dion.


"Mphh..."


Dion melepaskan bibirnya dari bibir Allena. Entah kenapa Dion selalu ingin mencium bibir Allena yang mungil itu.


"Kalo cemburu nggak usah main cium juga. Nanti ketahuan sama guru atau orang lain yang lewat, ****** kita kena nikahin!" Gerutu Allena sambil melap bibirnya yang basah.


"Baguslah, kalo kita nikah gue bebas cium seluruh milik lo." Balas Dion.


Allena membulatkan matanya lalu menggelengkan kepalanya, "Kamu yaa, aku nggak nyangka kalau kamu itu nggak kalah mesum dari Glenn. Sepertinya anak Badalykas itu mesum semua."


"Kalian! Ngapain berdua di sana!"


Allena dan Dion membulatkan matanya dan melihat ke arah orang yang berteriak pada mereka. Dion segera menarik tangan Allena dan membawanya ke parkiran.


"Hei, kita cabut?" Tanya Allena.


"Hem, " Dehem Dion.


"Cepetan naik!" Perintah Dion.


Allen langsung naik ke atas motor Dion dan memeluk pinggang Dion, "Boleh nggak?" Tanya Allena.


Dion malah mengeratkan tangan Allena pada pinggangnya, "Kita ngebut, pegang erat-erat!" Motor Dion langsung melaju dan meninggalkan SMA Atlanta itu.


•∆•"__________"

__ADS_1


__ADS_2