Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 46(S2)


__ADS_3

HAPPY READING... 💙💙💙


__________


Saat ada waktu, Allena akan mengajari Titan belajar beladiri. Kini, Allena sudah mengajari Titan beladiri selama dua minggu.


Pukul 3 sore, Allena sedang melatih Titan beladiri di tepi kota tepatnya mereka sedang berlatih beladiri di tempat kontainer-kontainer yang tidak di pakai lagi atau di buang.


“Baiklah, karena intinya sudah selesai, kita sekarang pendinginan. Kau masih tahu 'kan tatacara pendinginan?” Tanya Allena.


“Masih tahu kok kak. Tenang aja, aku masih ingat kok kak bagaimana tata cara pendinginan, ” Jawab Titan terkekeh.


Mereka pun melakukan pendinginan setelah inti latihan selesai. Mereka berdua meregangkan seluruh otot-otot mereka.


Setelah selesai mereka mengambil masing-masing botol minuman yang Titan tadi beli.


“Titan, kamu sudah pandai kok karatenya. Hanya saja, kau harus lebih cepat lagi untuk mengetahui gerakan yang akan di hadiahkan musuh kepadamu oke!” Seru Allena.


“Baik, kak.”


Titan tiba-tiba saja memeluk tubuh Allena membuat sang empunya terkejut. Bagaimana tidak terkejut, Allena selama ini hanya di peluk oleh Kakeknya, Dion serta keponakan lainnya seperti Jenry dan Deo.

__ADS_1


“Makasih ya kak udah ajarin aku karate, aku banyak terimakasih banget sama kakak. Selama ini aku hanya bisa nunggu kakakku pulang dari Amerika sejak 7 tahun lalu,” Ujar Titan sendu lalu melepaskan pelukannya pada Allena.


Allena tahu apa yang di maksud oleh laki-laki remaja itu. Titan ternyata sangat merindukan kakaknya yang berada di Amerika.


“Nggak pa-pa kok, kamu juga bisa anggap kakak sebagai kakakmu sendiri. Kakak juga sebentar pengen adik, tapi kedua orangtua kakak udah meninggal saat kakak masih 8 tahun,” Ucap Allena sambil menepuk bahu Titan.


“Yaudah, kita pulang yuk! Udah mau ashar, kamu mau numpang sama kakak?” Tawar Allena sembari memakai jaket denimnya.


“Nggak usah kak, terimakasih. Aku bisa naik motor kok kak.”


“Mendung soalnya, nanti kamu kehujanan. Kalau urusan motor biar asisten kakak yang ngantar ke rumah kamu,”


“Tapi kak, emang kakak nggak enak kalau nanti orang lihat kakak sama aku. Nanti jadi trending topic di medsos loh kak,” Titan terus menolak halus ajakan Allena.


Allena dan Titan tidak mengetahui kalau ada seseorang yang sedang memfoto mereka dari jauh. Allena tidak tahu kalau Foto itu nantinya akan membuat kesalah pahaman ke seluruh orang yang mengenalnya.


* * *


“Yank, nanti kamu mau anak kita berapa?” Tanya Dion.


Allena mengalihkan kepalanya ke sampingnya, melihat Dion sambil mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


“Belum juga nikah, udah mikirin anak,” Balas Allena sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Bentar lagi kan kita bakalan nikah, yank.”


Allena berdecak dan melanjutkan pekerjaannya. Otaknya udah eror, pikir Allena.


Dion melepaskan kacamata yang bertengger di mata Allena. Lalu meletakkannya di sampingnya.


“Dionn, kacamata aku lohh.... ”


Allena menghabiskan tatapan tajam pada laki-laki yang ada di sampingnya itu. Allena mengambil kembali kacamatanya. Namun karena terhalang paha Dion, Allena sedikit kesusahan mengambilnya. Allena pun berdiri dan menjulurkan tangannya untuk mengambil kacamata anti radiasi cahaya biru itu.


Terselip senyuman di bibir Dion, ia ternyata merencanakan sesuatu yang tidak Allena ketahui.


Saat Allena membungkukkan kepalanya, Dion langsung mengecup pipi Allena sekilas. Sontak, kelakuan Dion itu membuat pipi Allena memerah merona.


“Apaan sih cium-cium!”


Dion hanya terkekeh melihat Allena yang sangat menggemaskan di matanya itu.


* * *

__ADS_1


B E R S A M B U N G ~~~


__ADS_2