
HAPPY READING.... 💙💙💙
SELAMAT MEMBACA... ✨✨✨
_________
Dion yang baru saja selesai mandi di kejutkan dengan suara dering ponselnya. Tangannya masih mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Ia melangkahkan kakinya ke dekat nakas dan mengangkat panggilan tersebut.
“Apa?” Tanya Dion to the point.
“Lo beneran tunangan sama putri tunggal dari Ando Rayno, Yon?” Tanya Angga dari balik telepon.
“Maksud lo Vanessa Riyana?”
“Ya iyalah. Masa Merry Riyana?”
“Enggak. Gue nggak tunangan kok sama dia,” Dion membantah kenyataan yang Angga katakan. Saat itu, Dion belum mengetahui berita itu.
“Jadi, kenapa di berita lo sama si nessa-nessa itu tunangan? Lo putus sama Alle?”
“Putus sama Alle? Nggak akan pernah!” Tegas Dion.
Angga menghembuskan nafasnya lalu kembali membuka suaranya,“Coba lo liat berita trending di HP lo!”
“Itu aja. Gue tutup ya, Yon. Semoga hubungan lo sama Alle masih baik-baik aja,” Ucap Angga lalu mematikan panggilan itu.
Dion semakin penasaran dengan berita trending yang di bicarakan Angga. Tidak lama setelah itu, ia mengerti arah tujuan perkataan Angga. Ia teringat dengan pengakuan Vanessa beberapa pekan lalu. Di mana Vanessa mengaku sebagai tunangannya terang-terangan di depannya dan Allena. Untung saja Allena saat itu tidak salah paham dan percaya apa yang di katakannya.
__ADS_1
“Huft. Semoga aja Vanessa nggak lakuin yang aneh-aneh.” Harap Dion.
Dion pun melihat berita yang sedang trending hari ini. Matanya melotot di kala ia melihat berita hoax itu. Dia jadi teringat Allena sekarang. Semoga saja Allena tidak percaya dengan berita itu, gumamnya dalam hati.
Tidak lama setelah itu, Dion menelepon seseorang untuk menghapus berita itu dari media.
“Hapus berita tentang saya dan Vanessa bertunangan. Konfir bahwa berita itu adalah hoax!” Titah Dion pada seseorang yang berada di balik handphone itu.
“Baik, Tuan muda!”
“Oh iya. Jangan sampai Papa dan Mama tahu berita ini. Hapus sampai akar! Mengerti!”
“Baik, Tuan muda! Saya akan melaksanakannya sekarang juga!”
Dion mematikan panggilan ponsel itu, lalu memakai pakaiannya. Ia juga sudah mengirim pesan kepada Allena untuk bertemu dan menjelaskan semua berita itu.
Seperti biasa, Allena dan Citra sedang bermalas-malasan di apartemen Citra.
“Le, si Dion gercep juga ya,” Ujar Citra sambil memandangi ponselnya.
Allena yang sedang menonton dan memakan camilan itu pun mengalihkan pandangannya ke arah Citra.
“Emangnya dia kenapa?” Tanya Allena seraya berjalan ke arah Citra yang duduk di sofa.
“Dia udah konfirmasi kalau berita ia dan wanita cabe itu adalah hoax,” Ujar Citra.
“Le! Cabe lagi murah ya sampe nekat kaya gini?” Canda Citra.
__ADS_1
“Murah pala lo. Satu kilo aja udah berapa?” Sewot Allena.
“Aelah... lo kan kaya Le! Nggak usah sok kaya emak-emak lo yang ngeluh harga cabe di pasaran.”
“Ehhh... kok kita jadi bicarain cabe?” Sambung Citra.
“Kan lambe lu yang mulai begek!” Balas Allena sambil menoyor kepala Citra.
“Ishh... lo kok main noyor pala orang aja sih?” Citra mengelus-elus kepalanya sambil menatap tajam Allena.
“Heleh... tangan tangan gue juga,” Kata Allena.
“Oh iya. Kayaknya si Meysa comeback deh,” Ujar Citra sambil mengambil camilan Allena.
“Ck... camilan gue ituu!”
“Bagi napa, masa lo aja yang enak-enakan!”
“Cit! Si Meysa kayanya ngincar nyawa gue sekarang deh,” Ujar Allena serius.
Citra yang mendengar perkataan Allena langsung duduk tegak dan menanti perkataan yang keluar dari mulut Allena selanjutnya.
“Selama ini dia udah ngintai gue.”
Citra menepuk pundak Allena sambil mengulum bibirnya, “Lo sekarang harus hati-hati Le! Bukan nyawa lo aja yang lagi di intai, tapi Dion juga.”
BERSAMBUNG... ~~~
__ADS_1