Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 57(S2)


__ADS_3

HAPPY READING AND ENJOY... 💙💙💙


SELAMAT MEMBACA GESS... 😜


____________


Jenry, Citra, Dea, Angga dan Glenn serta Arin, pacar dari Glenn berlarian untuk melihat kondisi Allena yang katanya koma. Begitu pula dengan Kakek Agus dan Nenek Susi, mereka cepat-cepat pulang dari Swedia untuk melihat cucu tunggal mereka itu.


Pintu ruangan di buka dengan keras sehingga Dion terperanjat kaget. Mereka yang baru datang nampak tidak kalah kaget saat melihat mata Dion yang bengkak. Dion kembali menatap datar sohibnya yang baru datang itu.


"Kondisinya udah gimana, Yon?" Tanya Jenry.


"Allena nggak kenapa-napa, 'kan?" Sahut Citra bertanya.


"Satu-satu nanyanya!" Seru Dion dingin.


Mereka semua terdiam. Saat ini, mereka tahu kalau Dion sedang kacau karena Allena. Mereka akhirnya memilih diam daripada kena marah.


Dion menghembuskan nafasnya kasar, "Allena udah baik-baik aja. Cuman dia masih belum siuman," Ujar Dion seraya mengusap wajahnya gusar. Tangan kanannya tidak pernah lepas dari tangan kiri Allena.


Perkataan Dion membuat pertanyaan yang ada di benak mereka terjawab. Angga menepuk bahu Dion dan mengangguk.


"Lo belum makan 'kan dari tadi. Nih, gue dan Arin cuma bisa bawain ayam penyet sama lo," Ujar Glenn. Arin terlihat menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kak Dea, kak Citra? Udah makan belum? Kebetulan nih gue bawa lebih," Sahut Arin.


Dea dan Citra menggelengkan kepalanya malu-malu. Mereka dari tadi memang belum makan karena sibuk untuk mengumpulkan bukti kejahatan yang selama ini Meysa lakukan.


"Ya udah, yuk kita makan barengan. Gue udah lapar nih," Ajak Arin. Lalu mereka semua tertawa kecuali Dion hanya tersenyum tipis.


Begitu juga halnya dengan Dion, Angga Jenry dan Glenn. Mereka makan di sofa. Kamar Allena adalah Kamar VVIP, jadi mereka bisa makan tanpa bersempit - sempitan.


Tidak lama kemudian, seorang pemuda berusia dua puluh tahun masuk ke dalam ruangan itu. Mereka heran dengan masuknya orang lain ke dalam ruangan Allena. Kecuali Jenry, ia sudah tahu siapa pemuda itu. Lagipula ia yang menyuruh pemuda itu untuk datang menjenguk Allena.


"Lo siapa?" Tanya Dion dingin.


"Titan," Jawab pemuda itu yng tidak lain adalah Titan. Pemuda yang pernah Allena ajari beladiri.


"Dia itu bisa di bilang murid si Allena, orang yang minta Allena belajar bela diri," Jelas Jenry lalu mengusap bibirnya dengan tisu.


"Iya. Nanti lo bakalan tahu siapa Titan," Jawab Jenry.


Sedangkan Dea dan Citra sibuk bercengkrama tanpa mempedulikan siapa yang datang. Glenn dan Arin? Jangan tanya, mereka sedang sibuk dengan hubungan mereka. Angga hanya menyimak.


***


Tok... tok... tok...

__ADS_1


Semua orang mengalihkan pandangan mereka ke orang yang baru masuk. Allena yang sudah siuman tentu terkejut dengan kedatangan wanita itu.


Wanita itu mendekat ke arah ranjang yang Allena tempati sembari tersenyum tulus. Dion dan yang lainnya hanya bereaksi biasa saja. Kecuali Titan, pemuda itu sangat terkejut dengan kedatangan wanita itu.


"Tamara?"


"Titan?"


Titan dan Tamara saling melempar pertanyaan. Ya wanita itu adalah Tamara.


"Kalian saling kenal?" Tanya Dion.


"He is my brother," Ujar Tamara.


"Jadi, kalian beneran kakak adik?" Tanya Allena memastikan.


Titan dan Tamara saling mengangguk pelan bersamaan. Jenry hanya bereaksi biasa saja, karena ia sudah tahu hubungan Titan dan Tamara.


**HAI, HAI, HAI...


JANGAN LUPA LIKENYA YAA...


OH IYA, BTW CERITA INI MAU TAMAT LOHH... JADI KASIH KOMEN SEMANGATNYA DONG... BIAR AKU MAKIN RAJIN UPDATE..

__ADS_1


LOP LOP BUAT PEMBACAKU.. (LEBAY!)


BERSAMBUNG**~~~


__ADS_2