
HAPPY READING GUYS...
Maaf ya kalo nggak rutin up akhir-akhir ini, soalnya dari hari rabu lalu aku nggak enak badan. Aku bisain buat up di tengah malam, itupun cuma satu bab. Sekali lagi maaf ya🙏
...
_______
Langkah Dion berhenti ketika melihat meja kerjanya yang sudah di letakkan foto-foto Allena berpelukan dengan seorang pria yang sama sekali tidak di kenalinya karena pria yang bersama Allena itu menghadap ke belakang dan hanya wajah Allena saja yang terlihat.
Dion menggeram ketika melihat foto-foto itu, matanya memancarkan kekesalan dan kebencian.
“Arghhh.... ”
Dion membuang seluruh benda yang ada di atas mejanya itu ke lantai. Suara barang berjatuhan terdengar ke luar. Sekretaris Dion langsung masuk dan melihat kondisi Dion.
“Pak! Apa yang sedang bapak lakukan?” Pekik sekretaris Hani.
Sekretaris Hani melangkahkan kakinya untuk membantu Dion yang sudah terduduk di dekat meja. Ia meraih tangan Dion, namun sayang tangannya malah di hempaskan dengan kuat oleh Dion.
“Pergi dari ruanganku, sekarang juga!” Perintahnya dengan bentakan.
“Tapi pak-... ”
__ADS_1
“Kalau kau belum keluar, gajimu akan aku potong selama satu tahun!” Ancam Dion.
Hani ingin menolak namun ancaman yang di katakan Dion membuatnya Ciut 100%.
Hani pun keluar dari ruangan Dion dengan menundukkan kepalanya. Ia menutup pintu kerja Dion dengan hati-hati dan perlahan agar tidak menimbulkan suara.
Hani memiliki nama lengkap Hanifah Apria. Ia di angkat menjadi sekretaris Dion ketika berumur 29 tahun, saat itu Dion masih berumur 23 tahun. Hanifah memiliki keluarga kecil, ia memiliki seorang putra yang berusia 7 tahun dan suami yang juga bekerja di perusahaan Dion sebagai manajer keuangan.
Kini Dion sangat frustasi, siapa sebenarnya pria yang memeluk Allena-nya, ia juga sudah melacak nomor yang mengirim foto itu padanya.Ia tahu kalau Allena pasti sudah di jebak.
•
•
•
•
“Jika aku tidak mau, bagaimana?”
“Tentu, foto itu akan tersebar luas ke seluruh jaringan media... dan mungkin seperti yang kau tahu akibatnya bukan?”
Allena terdiam dan mengeratkan tangannya pada ponselnya itu. Tidak lama kemudian, ia menghela nafasnya panjang.
__ADS_1
“Kenapa kau masih benci padaku? Apakah kau masih belum puas dengan hukumanmu sebelum ini?”
“Haha... aku tidak mungkin melepaskanmu begitu saja setelah kau dan Dion menjerumuskanku dan Farhan ke penjara,” Ujar Wanita itu dengan tawa liciknya di balik ponsel.
“Dan asal kau tahu, banyak wanita di luar sana yang menginginkan Dion. Bahkan mereka melakukan apa supaya mereka memiliki Dion,” Ujar wanita itu lagi.
Mendengar perkataan wanita itu, ia teringat dengan kejadian akhir-akhir ini. Dimana ia akan di bunuh.
“Allena, Allena... sudah tahu memiliki hubungan dengan orang yang penting di negaramu kau masih saja bermain api di belakang Dion.”
“Sudah aku katakan pemuda itu hanyalah muridku! Aku sama sekali tidak mempunyai hubungan dengannya!” Ujar Allena santai tapi tegas.
“Walaupun begitu, aku akan tetap membuatmu di jauhi Dion!”
“Apa kau masih mencintai Dion sehingga kau berbuat nekat seperti ini?”
“Tidak! Aku sama sekali tidak mencintainya! Asal kau tahu saja, aku mendekati Dion agar bisa membalaskan dendam orang tuaku pada keluarganya. Keluarga Lesson telah membuat keluargaku dan Farhan menderita!”
“Lalu, kenapa kau malah mengancamku?” Tanya Allena.
“Karena kau... selalu mengacaukan rencanaku dan Farhan.”
BERSAMBUNG... ~~
__ADS_1