
HAPPY READING... 💙💙💙
SELAMAT MEMBACA... ✨✨✨
_________
Allena kini melihat sepasang suami istri serta putrinya yang sebaya dengannya. Mata Allena menatap tajam pada keluarga itu.
“Jadi.... apa tujuan kalian datang ke sini?” Tanya Allena to the point.
“Kami datang untuk me-.. meminta maaf Nona!” Ucap Ando yang dari tadi menundukkan kepalanya.
Allena menaikkan satu alisnya dan menatap wanita yang pernah mengaku sebagai tunangan kekasihnya saat ingin hendak pulang dari restoran tersebut.
“Saya meminta maaf atas putri saya karena berita itu. Sekali lagi, saya mohon maaf atas berita yang di sebarkan putri saya.”
Ando menyikut putrinya dan menggeleng-gelengkan kepalanya ke arah Allena.
“Ck, gue nggak menduga kalau dia adalah atasan papih gue. Kayanya dia bukan wanita biasa, dari matanya aja udah buat gue takut,” Gumam Vanessa dalam hati.
(Visual of Vanessa Riyana)
“Saya minta maaf karena menyebarkan berita hoax itu. Saya tidak tahu kalau anda dan Dion sudah bertunangan.”
Allena mengangkat sudut bibirnya, “Siapa bilang saya bertunangan dengan Dion? Saya memang belum bertunangan dengan Dion, tapi... saya adalah wanita satu-satunya yang di cintai Dion. Jadi, jangan harap untuk mengakui bahwa anda layak menjadi pendamping Dion!” Ujar Allena dengan arogan nya.
Ando beserta istri dan putrinya tidak menyangka kalau Allena akan berkata seperti itu. Sebenarnya wajar juga sih, tapi akhir perkataan Allena membuat mereka mati kutu dan sadar diri.
__ADS_1
“Saya sudah memaafkan kalian, jadi kalian sudah bisa keluar!”
Ando bernafas lega serta kedua wanita yang di sampingnya. Mereka bertiga pun kuar dari ruangan Allena dan meninggalkan perusahaan megah itu.
Setelah mereka keluar, Allena merilekskan seluruh tubuhnya dengan mengangkat tangannya ke atas, mengurut kakinya dan memutar leher kepalanya.
“Huuhh... semoga mereka nggak bikin masalah lagi.”
•
•
•
•
“Tidak perlu khawatir... aku sudah bisa menyadap ponsel Dion. Dengan begitu, kita akan lebih mudah memancing wanita itu ke sana.”
“Lalu apakah kau sudah menyiapkan semuanya?”
“Tenang saja, seperti yang kau katakan, kita akan membuat ledakan bom atom malam minggu ini.” Jawab wanita itu sambil menyeringai.
“Baiklah, aku memercayakannya untukmu. Aku akan membalas perbuatan baikmu suatu saat nanti.” Ujar Meysa pada seseorang di balik ponselnya.
“Aku juga berterima kasih karena telah membantuku selama ini.”
Mereka berdua tidak tahu kalau mereka sama-sama ingin menjebak satu sama lain.
•
__ADS_1
•
•
•
Prangg.....
“Astaga!”
Allena memekik kala vas bunga yang ada di atas mejanya jatuh ke lantai. Dadanya turun naik melihat bunga mawar merah itu jatuh tanpa angin ke lantai.
“Kok perasaan gue nggak enak ya?”
Allena menggeleng-gelengkan kepalanya menghapus pikiran buruknya itu. Ia lalu memanggil petugas kebersihan khusus ruangannya itu.
“Bersihkan kaca vas bunga itu! Jangan sampai ada yang tertinggal!” Perintah Allena.
Allena menekan - nekan serta memijit pelipisnya. Entah kenapa setelah ia dan Dion di pertemukan masalah masa lalu kembali datang lagi.
“Semoga bukan hal buruk lagii.”
Ia lalu mengambil ponsel yang berada di tasnya dan mengirim pesan pada Citra untuk menemaninya malam ini. Tidak mungkin dengan Dion, ia juga tahu dan sadar kalau akhir akhir ini pekerjaan Dion banyak.
....
B E R S A M B U N G... ~~~
__ADS_1