
Jam 12 malam, Allena dan Citra sudah bersiap-siap untuk menyelamatkan Dea walau nyawa mereka akan terancam.
"Lo udah siap?" Tanya Citra.
Allena menganggukkan kepalanya, "Gue udah siap!".
Allena mengendarai mobil mewahnya dan melajukan ke tempat yang telah di beri tahu Farhan. Citra berada di belakang untuk berjaga-jaga agar nanti saat keadaan darurat ia bisa menolong Allena dan Dea.
Setelah sampai di tempat yang di katakan Farhan, Allena langsung masuk ke dalam gudang itu. Gudangnya tidak terlalu besar tapi tidak kecil juga.
Krekk...
Allena membuka pintu gudang itu lalu mengedarkan pandangannya ke dalam gudang. Ia melihat cahaya di balik pintu dekat gucci yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk yang Allena pijak sekarang.
Allena pun melangkahkan kakinya ke arah ruangan itu. Ia melihat Dea yang tangannya sudah diikat ke atas dan bajunya di lumuri darah. Allena juga melihat orang yang ia cintai di ikat di kursi dengan keadaan pingsan.
"Dion... " Lirih Allena.
Allena jadi marah, kenapa Farhan harus mengaitkan Dion dalam masalah ini. Ia sangat marah sekali, Allena tidak akan membiarkan Farhan lepas dari semua ini. Ia juga harus mendapatkan balasan yang setimpal dari perbuatannya ini.
"Lo udah datang rupanya."
Allena membalikkan tubuhnya dan melihat Farhan yang duduk sambil merokok di belakangnya. Allena sedikit terkejut, untung saja Farhan tidak menusuknya dari belakang atau menembaknya dari belakang.
"Lo... " Allena menunjuk Farhan dengan telunjuknya sambil menahan emosinya. Dada Allena sekarang sudah turun naik melihat Dea dan Dion yang terikat, apalagi keadaan sepupunya itu. Berlumuran darah, namun Allena yakin kalau Farhan belum melukai Dea.
__ADS_1
"Gue udah tahu kalau si Dea itu sepupu lo." Kata Farhan.
"Ya, dia memang sepupu gua." Ujar Allena santai.
"Tapi ada dendam apa lo sama sepupu gua?" Tanya Allena yang masih menahan emosinya.
"Nggak ada, gue dendam sama ayahnya. Karena ayahnya udah bunuh kakak yang menyayangi gue!" Ujar Farhan sambil menunjuk dadanya.
"Dendam malah membuat lo menderita Far, kalo lo masih dendam sama orang-orang yang ada hati lo nggak bakalan tenang. Lagipula kakak lo itu kecelakaan bukan di bunuh, Far!" Ujar Allena meyakinkan Farhan yang sudah gila.
"Ahhrrggghhh, gue nggak peduli! Pokoknya ia harus nanggung kesalahan yang di perbuat Ayahnya!" Teriak Farhan.
Teriakan Farhan membuat Dea dan Dion terbangun. Dion melihat samar-samar pacarnya sedang berbicara dengan pria yang mencurinya.
"Lalu, kenapa lo sekap Dion juga?" Tanya Allena.
"Jadi, gue sekap putra kesayangannya aja. Biar perusahaannya nanti nggak ada penerusnya. Hahaha, " Sambung Farhan sambil mengeluarkan tawanya yang menyeramkan.
"Lo memang udah keterlaluan banget Far," Ucap Allena menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jadi, gue mau ngasih pilihan. Lo yang mati atau si Dea sama pacar lo itu akan gue siksa di depan mata lo sendiri? Ayo di pilih!" Ujar Farhan menyeringai.
"Gue gak akan milih dua duanya, gue sendiri yang akan melawan lo sampai lo sadar apa yang lo perbuat itu salah!" Ujar Allena.
"Oke, kalau itu mau lo!" Balas Farhan.
__ADS_1
Farhan mulai ancang-ancang untuk melawan Allena yang notabene-nya adalah ratu karate. Mereka mulai menunjukkan jurus masing-masing dan saling memukul, meninju, menendang bahkan mereka saling berusaha untuk memberi smackdown pada lawannya.
Cesshh...
Jari Allena terkena pecahan keramik hiasan yang tadi di lemparkan Farhan untuknya. Untuk saja hanya luka kecil.
Mereka terus saling melawan satu sama lain. Hingga Farhan mengeluarkan tembakannya dan mulai menembak Allena. Namun bukannya Allena yang tertembak melainkan dada Dion.
Allena langsung membalikkan tubuhnya dan menghampiri Dion yang tertembak. Air mata Allena turun seketika melihat Dion yang seperti ini.
Sirene polisi tiba-tiba terdengar hingga membuat Farhan gelagapan. Ia berusaha untuk melarikan diri namun Jenry sudah menahannya terlebih dahulu. Jenry dan Angga sudah ada di sana karena Citra meminta pertolongn untuk mereka sekalian menghubungi polisi.
"Lo mau ke mana ha?" Tanya Jenry sambil menhan tubuh Farhan.
"Lepasin gue kamprett!!" Pekik Farhan sambil berusaha melepaskan dirinya.
"Tenang aja, gua nggak bakalan lepasin lo kok." Ujar Jenry sambil menyeringai.
Lalu polisi datang dan memborgol kedua tangan Farhan. Farhan terus saja berusaha memberontak dan melepaskan dirinya dari polisi itu. Namun Farhan tidak berhasil dan dirinya di bawa ke kantor polisi.
Sedangkan Angga, ia menggendong Dea keluar dan segera membawanya ke rumah sakit.
Allena meletakkan kepala Dion di kepalanya dan mengusap pipi Dion. Air matanya jatuh tepat di wajah pacarnya itu. Tangan kiri Allena terus menahan darah yang keluar dari dada Dion. Lalu Jenry datang memapah Dion ke mobilnya dan segera melarikan Dion ke rumah sakit terdekat.
"Aku minta maaf karena tidak berhasil menyelamatkanmu, Dion." Gumam Allena yang masih bersimbah air mata.
__ADS_1
***
~To Be Continue~