Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 22 - ES POTONG


__ADS_3

"Lo baik-baik aja, 'kan?" Tanya Dion yang baru saja datang bersama Angga, Glenn dan Gio.


Allena mengalihkan pandangannya dari Jenry dan Citra ke arah Dion dan yang lainnya. Allena menganggukkan kepalanya. Saat ini, kepalanya masih sakit dan sedikit pusing.


"Ehm, Le! Gue keluar dulu ya," Ujar Jenry canggung. Allena sedikit heran dengan cara bicara Jenry, namun ia mengabaikannya.


"Hem, " Dehem Allena.


Jenry, Citra, Angga, Glenn dan Gio keluar dari ruangan UKS itu dan tinggallah Allena dan Dion di sana.


Allena mengerutkan dahinya,"Kenapa mereka semua keluar? Tanya Allena di dalam hatinya.


"Yon, kenapa mereka keluar?" Tanya Allena pada Dion.


"Gue suruh." Jawab Dion singkat.


Allena menggeleng-gelengkan kepalanya, ada-ada saja pikir Allena.


Dion mengelus-elus pucuk kepala Allena, "Masih sakit? Sorry ya, gue nggak sengaja tadi lempar bola basket ke lo." Ujar Dion.


Saat Dion mengelus pucuk kepalanya, Allena merasa kupu-kupu berterbangan di perut dan dadanya. Namun, setelah Dion mengatakan kalau Dion yang melempar bola basket itu padanya, mukanya menjadi datar kembali.


"Humph!! Nggak sengaja, nggak sengaja. Aku tahu kalau kamu itu sengaja ngelempar aku! Makanya pake mata, kamu kira kepala aku itu ring basket apa?" Kesal Allena sembari membuang muka dari hadapan wajah Dion.


"Kenapa dia jadi kesal dan malah ngomelin gue?" Batin Dion bingung.


"Iya, iya... Sorry. Gue 'kan udah bilang gue nggak sengaja. Nih, gue tadi beliin lo es krim." Sontak wajah Allena berbinar, ia langsung melihat ke arah Dion.


Namun, Allena mendatarkan wajahnya kembali, "Ini mah bukan es krim, tapi Es potong! Mata kamu itu katarak ya?" Pekik Allena.


Ternyata bukan es krim yang di bawa Dion, melainkan es potong yang ukurannya 10 centimeter berwarna ungu. Walaupun begitu, Allena tetap mengiler melihat es potong itu.

__ADS_1


"Sini!"


Allena langsung merampas es potong itu dari tangan Dion. Dion tersentak kaget, Dion mengira Allena tidak akan mau memakan es krim itu. Namun, Allena malah merebutnya dari tangannya.


"Gadis yang aneh." Gumam Dion sambil menarik garis bibirnya.


"Walaupun es potong, lo tetap mau juga, 'kan?" Goda Dion sambil terkekeh.


Allena pura-pura tidak mendengar godaan Dion itu. Ia tetap menjilati es krim rasa anggur itu.


***


Allena membersihkan seluruh foundation yang menutupi kulit putihnya itu. Lalu menggosok giginya.


Setelah selesai, ia keluar dari kamar mandi dan melangkah ke kamarnya. Saat masuk ke kamarnya, ia mendapati Leon yang sudah memporak-porandakan kamarnya.


"Leon!!! Nagapain lo berantakin kamar, hah?" Teriak Allena.


"Leon! Awas aja lo ya! Sini jangan lari lo!" Teriak Allena yang sedang berkejar kejaran dengan Leon.


Setelah bermenit-menit, akhirnya Allena berhasil menangkap Leon. Ia langsung menggendong kucing itu ke ranjangnya dan melemparnya.


Miiaawww.....


Allena langsung menyerang Leon menutup kepala kucing itu dengan sebelah kaus kaki yang di pakainya tadi.


"Rasain, bau nggak?"


Allena melepaskan kaus kaki itu dari kepala kucing kesayangannnya itu lalu menggendong Leon ke kandang Leon. Allena langsung memasukkan Leon ke kandangnya dan menguncinya dari luar.


"Awas aja kalau kamu berhasil keluar dari sana!" Ancam Allena.

__ADS_1


Allena mulai membereskan kamarnya yang sudah di porak-porandakan oleh kucing kesayangannnya itu.


"Dasar Leon, udah tahu kamar ini luas. Masih aja bikin berantakan." Gerutu Allena.


***


Keesokan harinya, Allena sudah sampai di sekolahnya. Namun ada yang aneh, Allena melihat seluruh siswa-siswi melirik ke arahnya dengan tatapan benci, takut, bahkan sinis.


"Mereka kenapa? Emangnya penampilan gue jelek ya? Tapi kan tiap hari tampilan gue jelek. Apa yang salah?" Batin Allena bertanya-tanya.


Tiba-tiba, Citra berlari ke arahnya dengan ngos-ngosan. Allena semakin heran dengan semua orang.


"Le, kayaknya lo udah di jebak deh." Ujar Citra yang masih ngos-ngosan.


"Di jebak?" Ulang Allena.


Citra mengangguk, "Iya, si bedebah itu pasti merekayasa rekaman CCTV itu." Ujar Citra lagi.


"Rekaman CCTV!?"


"Sini gue tunjukin sama lo!" Citra lalu menarik tangan Allena ke kelas.


Sesampainya di kelas seluruh orang yang ada di kelas itu menatapnya dengan raut wajah yang sulit di jelaskan.


Citra mengeluarkan ponselnya dan memutar video yang sudah tersebar ke seluruh sekolah. Citra lalu memutar video yang berdurasi beberapa detik itu dan menunjukkannya pada Allena.


Allena yang melihat itupun menutup mulutnya. Terpampang di sana Allena menembak seseorang di kepalanya dan orang yang di tembak Allena itu jatuh ke sungai. Allena menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tidak mungkin!"


~To Be Continued~

__ADS_1


__ADS_2