Savage Girlfriend

Savage Girlfriend
BAB 40(S2) - WANITA MISTERIUS


__ADS_3

HAPPY READING GESS... 💙💙💙


_____________


Setelah memeriksa keadaan Allena, Allena di perbolehkan pulang esok pagi dan setelah pulang ia tidak boleh terlalu capek dulu dan tidak boleh bekerja dulu karena kesehatannya belum stabil.


“Al, maafin aku ya.” Ucap Dion.


“Iya, iya... lagian bukan salah kamu sepenuhnya kok. Aku yakin kalau ada yang benci sama aku sampe di kunci di toilet.” Ujar Allena dingin.


“Nanti aku bakalan cari rekaman CCTV yang ada di dekat toilet wanita.” Ujar Dion.


***


Pukul 4 pagi, seorang wanita memakai masker hitam sedang berteleponan dengan seseorang. Wanita itu berada di dekat lorong rumah sakit yang arahnya menuju kamar ruangan Allena.


“Kamu sudah mengerjakan pekerjaanmu, sekarang giliranku. Aku akan membayarmu setelah pekerjaan keduamu tuntas.” Ujar wanita bermasker itu. (Bukan masker wajah ya).


“Baik, esok kita akan bertemu di kafe xx untuk merencanakan rencana baru.” Sahut seseorang yang ada di dalam ponsel itu.


“Jangan di sana! Kafe itu adalah milik sahabat Allena. Jika kita di sana, kemungkinan besar rencana kita akan ketahuan. ”


“Benar juga, kalau begitu kau saja yang menentukan tempat pembicaraan kita.”


“Okey... kalau begitu esok pukul 3 sore kita akan bertemu di apartemenku saja. Kau masih ingat alamat apartemenku, 'kan?”

__ADS_1


“Haha... tentu saja aku mengingatnya. Usiaku masih dua pulih lima tahun nonaaa... jadi jangan samakan aku dengan wanita lansia.”


“Sepertinya aku harus beraksi. Sampai sini sulu pembicaraan kita, kita akan melanjutkan pembicaraan kita esok sore! Jangan lupa!” Tegas wanita bermasker itu.


“Tenang girlss... it's okay. Kamu tidak perlu khawatir. ” Sahut seseorang dari dalam ponsel itu sambil terkekeh.


Mereka pun mematikan ponselnya, wanita bermasker tadi pun memulai aksinya. Ia berjalan santai namu tidak bersuara.


***


“Al... maafkan aku yaa..”


Allena bosan mendengar ucapan maaf dari Dion. Emangnya Ini idul fitri apa, selalu minta maaf padahal udah di maafkan.


“Yon.. aku 'kan udah bilang kalau aku udah maafin kamu. Jangan bilang maaf lagi deh, eneg aku dengernya.” Cetus Allena.


Pipi Allena memerah menahan malu, sesangkan Dion terkekeh. Ia sangat menyukai Allena yang pemalu dan pemarah. Karena saat ini kondisi Allena masih kurang baik, Dion harus menahan untuk tidak membuat kesal kekasihnya itu.


Drttttt.....


Tiba-tiba suara ponsel Dion berbunyi dan bergetar. Dion bingung siapa yang meneleponnya sebelum subuh begini.


Seharusnya saat ini ia tidur, tapi karena ingin menemani Allena. Ia jadi begadang untuk sampai sembuh dan mulai bekerja.


“Yank, aku mau angkat telpon dulu ya.” Ujar Dion.

__ADS_1


“Subuh subuh gini?” Tanya Allena.


Dion menganggukkan kepalanya dan berdiri dari kursi di dekat ranjang Allena.


“Tunggu! Siapa yang nelpon?” Tanya Allena lagi.


“Cuma temen kok yank.. ” Ucap Dion.


Allena akhirnya menganggukkan kepalanya dan pura pura tertidur. Allena sebenarnya tidak ingin di tinggalkan sendirian di kasur dan ia ingin ada yang menemaninya. Walau terkesan egois juga sih, tapi Allena dan Dion udah cinta mati.


Dion pergi ke luar untuk menerima telepon dari temannya itu.


***


Lima belas menit kemudian, wanita bermasker tadi masuk ke ruangan Allena sambil mengendap endap. Ia melihat sekelilingnya yang sudah tidak ada kamera CCTV.


Lalu, wanita itu melangkah ke arah ranjang Allena. Ia melihat Allena yang sedang tidur pulas dan meletakkan kedua tangannya di atas perutnya.


“Hai Allena... lama tidak bertemu. Sepertinya kita harus mengakhiri kehidupanmu sampai di sini saja. Haha... ”


Wanita itu hendak menyuntikkan sesuatu ke urat nadi Allena. Namun sebuah tangan Allena menghentikan aksinya. Allena membuka matanya dan melihat orng yang hendak nekat membunuhnya.


“Siapa kau?!”


***

__ADS_1


BERSAMBUNG ~~~


__ADS_2