Si Gendut Itu Aku !

Si Gendut Itu Aku !
Kecewa


__ADS_3

Clarisa masih terdiam di tempat duduknya, pembicaraannya dengan Vanya tadi meninggalkan luka di hatinya.


"Orang tuaku dan Ardan menjodohkan kami. Sebenarnya tanpa perjodohan itu, aku dan Ardan sudah sepakat untuk serius dengan hubungan kami. Sebab, kami sudah dekat dari kecil. Ardan sangat menyayangiku."


Ucapan Vanya terus terngiang. Sebenarnya, Clarisa sudah mulai tersanjung dengan keseriusan Ardan tadi. Tapi, pernyataan Vanya tadi membuat dia kecewa.


"Clar aku tau kau sebenarnya kecewa, aku sudah melarang Ardan untk tidak terus memberi harapan palsu padamu. Tapi, dia selalu berkata kalau tugas dia ini belum selesai."


"Clar, sebagai seorang wanita aku tidak tega Ardan mempermainkanmu. Dia selalu mengatakan kalau kau adalah gadis yang bodoh. Tapi aku yakin kau tidak bodoh. Pikirkanlah, kalau apa yang Ardan lakukan padamu semata-mata hanya karena tugasnya."


"Clar kita sama-sama wanita, Ardan selalu mengatakan kalau dia mencintaiku. Tapi aku wanita yang punya rasa cemburu. Aku cemburu setiap kali ku lihat Ardan dekat denganmu. Meskipun aku tau kedekatan itu hanya karena tugasnya. Ardan selalu meyakinkan aku tentang itu. Tapi, aku tetap cemburu Clar. Kau mengertikan apa maksudku ? Aku tidak ingin kau berharap banyak pada Ardan."


Clarisa mengambil hpnya dan mencari kos yang bisa dia tinggali sementara.


Dia kemudian membereskan barang-barangnya. Dia bergegas ke tempat yang di tuju.


Setelah membayar kos untuk 1 bulan ke depan. Clarisa mengatur barang-barangnya di dalam. Dia mengganti nomor hpnya agar tidak ada yang bisa menghubunginya.


Malam ini, di dalam kamar kosnya yang baru Claeisa menangis. Dia rindu dengan kecerewetan mamanya, dia rindu dengan kekacauan yang selalu di buat oleh Bella. Dia rindu suasana sekolahnya, dimana ada pak Ribut, Farel dan Stela.


Clarisa menangis dalam kekecewaan.


"Ternyata begini kalau kita memiliki sebuah kekurangan, tidak ada yang tulus." ucap Clarisa di sela-sela tangisnya.


Clarisa berdiri mematut dirinya di cermin. Melihat badannya yang terdapat lemak dikanan kiri muka belakang.


"Meskipun badanku gendut, tapii..wajahku gak jelek-jelek amat." puji Clarisa kepada dirinya sendiri untuk menghilangkan rasa sedihnya.


"Nggak ! nggak ! hidup Clarisa nggak boleh sad ending harus happy ending."


Clarisa bertekad untuk bisa menyelesaikan ceritanya dengan happy ending.


Clarisa mulai berkonsentrasi dengan pelajarannya, latihan nyanyi dan juga dietnya.


Ardan sangat kaget ketika Clarisa sudah tidak ada di apartemennya. Dia hanya menemukan sebuah surat yang di tulis oleh Clarisa.


Ardan jangan mencariku !


Cukup liat aku dari jauh jika ingin menjagaku karena tugasmu.


Aku tau, kau berada di dekatku karna hanya tugasmu. Bukan karena hatimu yang benar-benar ingin bersamaku.


Aku dan dia sama-sama wanita, aku tidak ingin dia terluka lebih dalam lagi, karena kedekatan palsu yang kau ciptakan diantara kita.


Tadinya aku berpikir, aku adalah wanita yang paliing bahagia, karena akan dinikahi seorang pria yang tampan tanpa melihat bagaimana buruk badanku.


Tapi kenyataan menyadarkan aku, kalau itu hanya mimpi.


Terimakasih sudah menjagaku.


Kau tenang saja, aku akan ingat apa yang kau katakan, untuk selalu makan makanan sehat. Heheheh.


Clarisa.


Seketika Ardan meremas surat Clarisa.

__ADS_1


"Vanya...pasti dia sudah datang kemari dan meracuni pikiran Clarisa."


Ardan mengepalkan tangannya, dia terlihat sangat marah sekali.


Diapun menelfon Vanya.


"Hallo Ardaan !!" sapa Vanya dengan perasaan senang ketika mendapat telfon dari orang yang dia cintai.


"Kau ada waktu ? Aku ingin bertemu !"


"Ketemu ? Kapan ?"


"Sekarang !"


"Oh tentu, dimana ?"


"Aku akan kirim lokasi."


"Oke see you Ardan !"


Vanya terlihat sangat senang sekali, dia berdansa dengan dirinya sendiri sambil membayangkan sosok tampan Ardan.


"Oke Vanya, hari ini kau harus terlihat cantik. Uhuhuuuu senangnyaaa !" ucap Vany girang melihat dirinya di cermin.


Ardan kemudian mengirim lokasi untuk bertemu ke Vanya.


1 jam kemudian, Ardan sudah berada di cafe. Dia menunggu Vanya sambil memesan kopi.


Ardan mencoba menghubungi Clarisa, tapi nomornya sudah tidak aktif.


"Hai Ardan ! Maaf ya aku telat !" Sapa Vanya yang tiba-tiba sudah berada di depannya.


Vanya langsung duduk di samping Ardan.


"Aku senang kau mau mengajakku ketemu, di cafe ini lagi heheh. Kau pintar memilih tempat." puji Vanya sambil mengedarkan pandangannya melihat sekelilingnya.


Ardan masih tetap memasang wajah datar dan dalam hatinya penuh amarah. Diapun tidak menawarkan minum pada gadis di depannya.


"Vanya ! apa yang sudah kau katakan pada Clarisa ?" tanya Ardan to the point.


"A..apa ? katakan apa ? Aku gak ngerti !" Jawab Vanya yang terlihat gugup.


"Kau tidak usah bohong ! Aku tau kau audah menemui Clarisa dan meracuninpikirannya tentang hubungan kita."


"Ardan, kaukan tau kalau kita ini di jodohkan."


"Tapi aku menolaknya ! dan papamu pun juga tau itu. Bahkan dia tidak mempermasalahkannya. Itu artinya perjodohan itu tidak ada."


"Tapi Ardan ! Aku.."


"Stoopp !!! Aku tidak mencintaimu. Aku mencintai Clarisa."


"Gadis gendut itu ? hahahaha Ardan kau sudah gila ? Dia itu.."


"Apa ? Dia kenapa ? Dia memang gendut, itu tidak masalah buatku. Tapi dia memiliki hati yang baik, tidak seperti mu !"

__ADS_1


Vanya terdiam, mendengar kenujuran Ardan.


"Ingat Vanya ! jangan pernah kau merusak hubunganku dengan Clarisa."


Kemudian Ardan berdiri dan segera berlalu dari cafe itu, meninggalkan Vanya.


Ardan terus mencoba menghubungi Clarisa, tapi tetap tidak bisa terhubung.


Ardan memukul setir dengan frustasi.


"Kamu di mana Clar ?"


Sudah seminggu berlalu, sudah saatnya untuk masuk sekolah.


Seperti biasa, Clarisa bangun lebih awal. Dia mengambil timbangan dan menimbang berat badannya.


Clarisa tersenyum senang ketika melihat angka yang muncul di layar timbangan digitalnya.


"8 kilo lagi, semangat Clar !"


Clarisa segera bergegas ke kamar mandi untuk mandi.


Clarisa tersenyum senang saat memakai baju, terlihat baju sekolahnya terasa longgar.


Seminggu ini Clarisa terus mencoba melupakan perasaannya pada Ardan.


Tiba-tiba dia teringat kembali pada laki-laki tampan yang selalu menjaganya. Tak ada dia lagi di sekolah.


"Semangat Clar ! ayo kita selsaikan cepat cerita ini, ikut School idol, kalahkan Nadia, Kemudian selesai. Mungkin dengan selesai satu masalah yang terjadi di cerita ini, aku bisa pulang ke dunia Airin. Masalah yang lain aku cerita di season 2, yang penting aku bisa kembali?"


Clar keluar dari kosnya, dan berjalan menuju sekolahnya.


Ardan tersenyum, ketika melihat gadis yang di nanti-nanti selama ini terlihat sedang berjalan menuju gerbang sekolah.


Tapi ada yang berbeda dari gadis itu. Dia terlihat lebih kurus dan wajahnya segar.


Ardan ingin mendekat, tapi dia melihat nampaknya Clarisa terburu-buru. Diapun bersabar untuk menemuinya setelah pulang nanti.


Saat di kelas Clarisa merasakan kesepian, tak ada lagi Ardan yang selalu menemani dia. Membantu dia mengerjakan PR dan memesankan makanan di kantin.


Akhirnya, jam sekolah berakhir. Clarisa berjalan pulang kekosnya.


Sampai di kos dia segera makan dan mandi bersiap untuk pergi latihan nyanyi.


Tok..


Tok..


Tok..


Clarisa menghentikan makannya dan berjalan membuka pintu.


"Ardan !"


\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2